Pada suatu hari ketika Catherine sedang membaca sebuah novel, tiba-tiba dia melihat sebaris kata,”Oleh sebab itu kita tidak boleh saling menghakimi orang lain.” Dia merasa perkataan itu seperti Tuhan sedang memberi peringatan kepadanya, hari ini jangan mengkritik orang lain. Memang, sebagian besar dari kita menghadapi masalah yang sama yaitu suka menyalahkan orang lain. Sebenarnya dia tidak mau mengaku termasuk katagori orang jenis ini, dia mencoba mengabaikan perasaan tersebut dari hatinya, dan berdebat dengan diri sendiri, akhirnya Catherine memutuskan akan melakukan sebuah percobaan yaitu walaupun hanya satu hari melarang dirinya memengkritik orang lain. Baginya ini adalah pengalaman yang benar-benar baru.

Dari pagi, dia terus berpikir kita seharian ini setelah percobaan ini selesai apa yang akan terjadi. Ketika dia di rumah dan kantor, selain dia lebih diam daripada biasanya, semuanya berjalan seperti biasa. Dia berlaku tenang, karena dia tidak ingin menempatkan argumennya dalam pembicaraan dengan mereka. Ketika dia menyadari seperti biasanya ketika dia ingin mengomentari orang atau hal-hal, tiba-tiba dia menutup mulutnya. Pada saat ini dia sangat terkejut dan menyadari biasanya berapa banyak kritik dan penilaian yang telah dia lakukan?

Pada sore hari terjadi sesuatu hal yang istimewa, pikiran dan ide-idenya mengalir keluar seperti kran air yang terbuka. Kejadian tersebut sudah lama tidak pernah terjadi. Ketika hari tersebut berakhir, dia terkejut menemukan akibat dari berhenti mengkritik orang lain; mencari ke dalam, pemikiran seperti ini secara alamiah muncul, semuanya disebabkan karena tidak mempunyai pemikiran untuk mengkritik orang lain.

Percobaan sehari Catherine ini, akhirnya menjadi kebiasaannya seumur hidupnya.

Share
Kategori: Uncategorized

Video Popular