Nano Membrane Toilet (Cranfield University)

Peneliti di Cranfield University, Inggris, mengembangkan sejenis toilet ekonomis yang tidak membutuhkan air. Tak hanya tanpa pompa air untuk menyiram kotoran, tetapi juga dapat mengubah kotoran menjadi air bersih dan sumber listrik. Bagi masyarakat di negara-negara berkembang yang minim dengan sumber air, toilet yang bersih dan ramah lingkungan ini merupakan sarana yang hebat dalam mengatasi masalah kotoran.

Beda dengan toilet tradisional, toilet yang dinamakan Nano Membran Toilet sama sekali tidak menggunakan air untuk menyiram kotoran, tetapi menggunakan nanoteknologi untuk mengatasi kotoran. Toilet ini tidak membutuhkan pompa air untuk membersihkan kotoran setelah digunakan. Setelah membuang kotoran, bagian bawah toilet akan berputar untuk membuang kotoran ke dalam tempat penyimpanan khusus, untuk mencegah penyebaran aroma tak sedap. Membran nano di dalamnya akan menyaring kotoran, dan memisahkan molekul air yang menguap dari dalam limbah.

Setelah itu, molekul air yang menguap itu akan dikumpulkan di tempat khusus, kemudian memisahkan air dari padat dengan nanoteknologi, air yang dipisahkan itu lalu disaring menggunakan manik hidrofilik untuk menghasilkan air yang dapat digunakan untuk keperluan rumah tangga atau irigasi.

Kotoran padat yang tersisa dan patogen dikirim ke suatu tempat. Namun, bagian dari desain ini belum ditentukan, tapi rancangan saat ini adalah menjadikan kotoran yang berbentuk padat kering itu sebagai bahan bakar untuk menghasilkan listrik.Energi ini dapat digunakan untuk menggerakkan sistem filtrasi membran nano, sedangkan energi yang tersisa dapat dikonversi menjadi listrik, yang dapat digunakan untuk mengisi baterai ponsel atau perangkat kecil lainnya.

Pengembangan Nano Membrane Toilet disponsori oleh Bill & Melinda Gates Foundation, dan rencananya akan diuji di Afrika pada 2016 ini. Jika tidak ada kendala, maka toilet model baru dapat diaplikasikan di kapal pesiar, konstruksi dan bidang lain. (Jhon/asr)

Share

Video Popular