Sejak Mei 2015, para praktisi Falun Gong di Tiongkok dan yang berada di luar negeri beserta sanak famili mereka berbondong-bondong mengajukan gugatan ke Kejaksaan Agung dan Mahkamah Tinggi Tiongkok, menuntut Jiang Zemin otak penindasan Falun Gong diadili.

Sejak Mei 2015 hingga 2 Januari 2016, media Minghui sudah menerima foto copy surat tuntutan dari 202.003 orang yang terdiri dari 171.236 kasus penganiayaan dari para praktisi Falun Gong atau keluarga mereka. 2 Januari 2016, Minghui menerima salinan suraat termaktub dari 119 orang (104 kasus) tuntutan Jiang Zemin. Karena Partai Komunis Tiongkok/ PKT terus melakukan pemblokiran jaringan internet, sehingga angka tepatnya belum bisa dipastikan.

Dari seluruh surat gugatan itu, hampir semuanya berisikan cerita pengalaman dari penggugat atas hilangnya nyawa orangtua, suami, istri, anak, saudara, teman mereka akibat berlatih Falun Gong dan dianiaya oleh PKT.

Pada 20 Juli 1999, Ketua PKT Jiang Zemin meluncurkan gerakan untuk menindas Falun Gong. Gerakan genosida tersebut terus berlangsung sampai sekarang,menyebabkan ratusan juta praktisi dan keluarga mereka mengalami penderitaan yang luar biasa. Selain itu, penindasan terhadap orang-orang baik yang sedang mempraktekkan keyakinan ‘Sejati, Baik, Sabar’ ternyata menimbulkan dampak buruk berupa kehancuran sistem hukum di Tiongkok, korupsi merajalela dan kebobrokan moral masyarakat.

Pada 2016 baru dimulai, panel menuntut Jiang Zemin dalam bentuk grafis bermunculan di kata-kota besar dan kecil di propinsi Hebei, Heilongjiang, Liaoning, Shandong termasuk ibukota Beijing. Panel juga menyertakan dukungan dari para politisi, praktisi Falun Gong berbagai negara, masyarakat internasional untuk menuntut kejahatan Jiang Zemin.

Tidak jarang terjadi, begitu panel tuntutan selesai dipasang, sejumlah masyarakat langsung berkerumun untuk membaca lalu membahasnya.

Berikut adalah foto-foto dari Minghui tentang panel ‘Menuntut Jiang Zemin ke Pengadilan’ yang dipasang di berbagai tepi jalanan di ibukota Beijing. (Sinatra/rmat)

Share

Video Popular