Keterangan foto: Di AL diwajibkan T-shirt harus selalu diselipkan ke dalam celana, pelatihan di AL belum resmi dimulai tapi nuansa militer telah menerpa wajah. Kemudian kami ke lantai satu untuk berkumpul. (internet)

Oleh: Mu Chunxiao

Bandara Chicago

Sepanjang perjalanan sangat lancar, 24 September malam hari kami tiba sesuai jadwal di Bandara Chicago.

Cukup tegang bagi saya memikirkan malam ini. Saya membeli sebuah croissant di Starbuck. Saya juga tidak tahu cara menggunakan cek yang diberikan AL, tapi staf Starbuck seharusnya kerap menerimanya, jadi saya berikan saja cek itu. Saat membantu saya mengisi data staf itu bertanya apakah saya mau minuman. Saya menambah segelas yoghurt lalu tanda tangan. Hanya belasan dolar terpakai, nilai cek tersebut dibatasi sampai 30 dolar lebih. Staf Starbuck tidak mengatakan bahwa ini adalah uang pemerintah sia-sia jika tidak dihabiskan, ini yang membuat saya merasa nyaman. Saat saya membeli makanan di China Town dengan kupon makan, seseorang berkata ini kupon makan pemerintah, sia-sia jika tidak dihabiskan. Niat baik para wajib pajak tidak bisa diperlakukan seperti itu. Maka setelah di AL melihat pajak yang dipotongkan dari slip gaji setiap bulan, saya merasa akhirnya toh saya bisa melakukan sesuatu bagi orang lain.

Sesuai dengan instruksi perwira perekrut San Francisco, kami mencari kantor USO terlebih dahulu. Untuk diketahui USO adalah United Service Organizations, yang terdapat di setiap bandara besar transit, sedikit mirip dengan klub militer. Anggota militer yang mengalami kesulitan saat perjalanan dinas bisa mendatangi USO untuk meminta bantuan. USO juga terdapat di pangkalan AL besar, di dalamnya terdapat café gratis, tempat istirahat, dan juga hiburan ringan. Para staf di USO yang ada di pangkalan AL merupakan keluarga dan kerabat para prajurit AL yang bekerja secara sukarela disana.

Seorang petugas menjelaskan hal-hal yang harus kami perhatikan dan menyuruh kami menyelipkan T-shirt ke dalam celana. Karena di AL diwajibkan T-shirt harus selalu diselipkan ke dalam celana, pelatihan di AL belum resmi dimulai tapi nuansa militer telah menerpa wajah. Kemudian kami ke lantai satu untuk berkumpul.

Puluhan peserta lain telah lebih dulu tiba di lapangan kosong di lantai satu bandara. Seharusnya akan ada seorang staf menjelaskan hal yang wajib diperhatikan. Awalnya kami masih berdiri, lalu duduk di tempat lapang di lobby bandara. Seorang wanita asal New Meksiko yang bertubuh tinggi duduk di samping saya, kemudian kami ditempatkan pada divisi yang sama. Dia mengatakan hasil ujian AL di state New Meksiko rata-rata adalah 30 poin lebih, saya tidak begitu ingat lagi, nilai itu tidak begitu tinggi. Kami menunggu sampai orang-orang yang seharusnya hadir pada hari itu tiba semua.

Saya berbincang dengan wanita itu untuk menghilangkan ketegangan. Mulai dari SMP sampai kuliah, saya jarang lulus dalam ujian lari 800 meter, sampai hampir lulus sarjana. Saya masih harus mengikuti ujian susulan lari 800 meter agar memenuhi syarat. Dan sekarang saya bergabung di AL, dalam latihan terpusat dari pasukan reguler yang sesungguhnya. Beberapa tahun hidup di AS saya telah memahami toleransi dan betapa manusiawinya masyarakat Amerika, juga mengerti tuntutan negara terhadap setiap orang adalah tahu cukup, namun di dalam hati saya masih belum jelas benar.

Sebuah bus tiba, semua orang berdiri, saya mengikuti rombongan berjalan keluar, di dalam hati saya masih tegang. Total ada dua bus, saya tidak tahu jam berapa waktu itu, langsung sembarang mencari bangku kosong. Bus melaju menuju pangkalan pelatihan AL. Pesawat TV di depan bus memutar berulang-ulang pesan dari Menteri Pertahanan terhadap prajurit baru yang mengikuti pelatihan, satu kalimat yang saya ingat betul adalah latihan di kamp pelatihan memiliki tingkat kesulitan tertentu, namun tujuan dari pelatihan ini adalah membuat Anda lulus dan bukan membuat Anda gagal.

Kegelapan malam di luar jendela bus begitu pekat, entah bagaimana kehidupan seorang prajurit baru di kamp pelatihan yang akan segera kami alami nanti. Di tengah perasaan khawatir dan berharap, kemilau lampu yang bertuliskan “Welcome to United States Navy” terpampang di depan mata. Kami telah tiba di pangkalan kamp pelatihan. (sud/whs/rmat)

 

Share

Video Popular