Keterangan foto: Sebuah rumah sakit anggota Rumah Sakit Universitas Zhengzhou dibongkar paksa pada 7 Januari saat rumah sakit sedang beroperasi. (internet)

Sebuah rumah sakit anggota Rumah Sakit Universitas Zhengzhou (The fourth Affiliated Hospital of Zhengzhou University) telah dibongkar paksa pada Kamis (7/1/2016) pukul 09:30 saat ruang radiologi masih ada dokter dan pasien di dalamnya yang nyaris terkubur hidup-hidup. Mesin gastrointestinal digital yang bernilai 4 juta mengalami kerusakan, petugas rumah sakit yang mencegah pembongkaran paksa juga menderita luka-luka. Ruang jenasah rumah sakit itu sudah dibuldozer dan 5-6 jenasah yang masih di dalamnya terkubur puing bangunan.

Media Tiongkok mengutip ucapan staf kecamatan setempat melaporkan bahwa rumah sakit yang terletak di jalan Jiangshan tersebut terkena pelebaran jalan yang negosiasi ganti ruginya sudah berlangsung sejak 2015 tetapi tidak mencapai kesepakatan. Hal lain yang menyangkut masalah pembongkaran paksa itu di luar sepengetahuan kecamatan.

Menurut yang diketahui bahwa tanah sepanjang jalan Jiangshan itu terdiri dari 2 bagian yaitu tanah kolektif dan tanah negara, sehingga ada bagian yang menjadi tanggung jawab dari kantor kecamatan sedangkan sebagian lainnya menjadi tanggung jawab dari kantor pengembang wilayah.

Sampai berita ini diturunkan, otoritas kota Zhengzhou belum memberikan tanggapan resmi atas pembongkaran paksa tersebut.

Keterangan foto: Sebuah rumah sakit anggota Rumah Sakit Universitas Zhengzhou dibongkar paksa pada 7 Januari saat rumah sakit sedang beroperasi. (foto internet)
Keterangan foto: Sebuah rumah sakit anggota Rumah Sakit Universitas Zhengzhou dibongkar paksa pada 7 Januari saat rumah sakit sedang beroperasi. (foto internet)

Pengguna internet memberikan komentarnya bahwa cara pembongkaran paksa di Tiongkok sudah kelewatan bahkan sudah mencapai tingkat kesetanan, lebih-lebih di propinsi Henan.

“Yang sudah meninggal dunia saja tidak tenang. Siapa oknum pemerintahan setempat yang melakukan? Surga di sini begitu gelap. Bukan karena saya tidak mencintai negeri ini, tetapi negeri ini yang membuat saya patah hati dan harapan,” katanya. (sinatra/rmat)

Share

Video Popular