Ayah Siska, Alvian Helmy Hasjim saat memberikan keterangan pers di Jakarta (Foto ; M.Asari)

JAKARTA – Praktek chiropractor asal Amerika Serikat, Randall Cafferty di kawasan Pondok Indah Mall, Jakarta, meninggalkan malapetaka dengan wafatnya Allya Siska Nadya (33). Bahkan klinik Chiropractic First tempat Randal melakukan aktivitas belakangan diketahui tak memiliki izin resmi, Randal pun sejak 2012 dinyatakan melakukan kriminal di negara asalnya.

Ayah almarhum Siska, Alvian Helmy Hasjim, menuturkan dengan terisak-isak bahwa dia melihat sendiri bagaimana anak bungsunya dibawa ke UGD RS Pondok Indah hingga dia berpilang. Alvian menuturkan dia juga menyaksikan bagaimana Allya merasakan sakit luar biasa pada leher, lengan sampai tulang belakang serta terus berteriak mengatakan sakit berulang kali.

Wanita muda kelahiran 1982 itu, lalu memegang erat-erat tangan ayah dan ibunya yang menggambarkan Allya pada saat itu sedang merasakan kesakitan yang sangat luar biasa. Hingga pada akhirnya kematian menjemput Allya. “Kondisi itu menurun, sampai 05.45 WIB, saya sudah melihat detak jantungnya sudah datar, dokter minta izin untuk pompa jantung, sehingga 06.15 Siska meninggal dunia,” ujar Alvian saat temu media di Resto Laguna, Senayan, Jakarta, Jumat (8/1/2016).

Alvian menuturkan sekeluarga merasakan kesedihan yang mendalam terhadap kepergian Siska, karena dia adalah anak bungsu yang memberikan semangat dan warna dalam kehidupan sekeluarga apalagi menjelang sepuluh hari kemudian Siska akan melanjutkan studinya ke Prancis untuk menatap masa depannya namun sirna dia akhirnya dipanggil oleh yang maha kuasa.

Pada kesempatan itu, Alvian menyesalkan lambannya penanganan kasus yang dilakukan oleh Polda Metro Jaya terhadap tragedi wafatnya Allya. Laporan itu sejatinya sudah diadukan ke Polda Metro Jaya dengan nomor laporan LP 3176/VIII/2015/PMJ/Ditreskrimum tertanggal 12 Agustus 2015. Hingga kemudian kasus ini baru diungkit kembali setelah terekspos secara luas di media massa.

Apalagi dalam kasus ini, Randall Cafferty sudah kabur dari Indonesia dan diketahui melarikan diri ke negaranya Amerika Serikat. Namun demikian, dia mengapresiasi langkah Polda Metro Jaya yang terus mengusut insiden tewasnya Siska. Dia berharap polisi dapat menghadirkan dokter Randall untuk memberikan keterangan apa yang menyebabkan putrinya meninggal dunia.

Kuasa hukum keluarga, Rosita P. Radjah memberikan apresiasi kepada semua pihak yang terlibat membantu dan melaksanakan kewenangan dengan baik seperti Pemprov DKI Jakarta yakni Dinas Kesehatan langsung menutup praktek Chiropractic di kawasan PIM. Dia menambahkan pasca wafatnya Allya pihak keluarga menemukan dr. Randal tak dapat membuktikan legalitasnya sebagai chiropractor. Pihak keluarga juga meyakini bahwa tempat praktek tak mempunyai izin resmi.

Dia menyinggung soal dokter Randal yang mangkir dari panggilan kepolisian. Rosita menuturkan pada pemanggilan pertama kuasa hukum Randal meminta pemanggilan ditunda selanjutnya kuasa hukum Randal menyatakan kliennya sudah berhenti berpraktek di klinik chiropractic first sejak November 2015. Apalagi kejanggalan yang ditemukan bahwa pada saat pemanggilan pertama, dokter Randal masih berpraktek di Chiropractic First.

Rosita kembali menuturkan harapan keluarga agar pihak Polda Metro Jaya menghadirkan dokter Randal termasuk dengan harapan adanya itikad baik dari Chiropractic First di Indonesia maupun Singapura untuk bersikap kooperatif atas insiden berpulangnya Siska. Kehadiran dokter Randal, lanjutnya, diharapkan bisa memberikan keterangan di Polda Metro Jaya.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Ortopedi Spine Indonesia dan Perhimpunan Ahli Bedah Ortopedi Indonesia, dr Didik Librianto, SpOT(K)-Spine menuturkan ilmu kedokteran tak mengenal chiropractic, oleh karena itu praktek mengoreksi tulang belakang, otot dan persendian ini merupakan praktek di luar medis. Bahkan Chiropractic merupakan bagian dari pengobatan tradisional alternatif yang berasal dari luar negeri.

Menurut dia, menjadi seorang chiropractor hanya perlu mengikuti kursus. Tentunya, praktek tersebut berbeda dengan dengan fisioterapi dan ortopedi perlu mengikuti beberapa jenjang pendidikan. Khususnya tentang metode yang diakui, program pendidikan serta diketahui keamanan metodenya.

Metode yang dilakukan dalam praktek Chiropractic melalui manipulasi dinilai memiliki resiko berbahaya seperti tindakan menarik leher dan persendian. Menurut Didik, tindakan manipulasi berlebihan dalam praktek Chiropractik luar biasa berbahaya. Sedangkan dalam praktek ortopedi sebelumnya perlu diketahui secara rinci apakah ada kerusakan pada tulang, pergeseran, tumor dan kelainan bentuk.

“Itu tak masuk kurikulum pendidikan kedokteran, tata laksana manipulasinya berlebihan, kalau tak tahu kondisi tulangnya sudah geser bisa terjadi kelumpuhan, stroke seperti banyak kasus di Amerika Serikat,” ujarnya.

Mengutip situs www.chiro.ca.gov,  nama Randall dengan nomor lisesi DC 20474 telah melakukan tindakan tidak profesional sejak 22 Agustus 2012. Dia disebut “Unprofesional Conduct’ dan ‘Convection of Crime.’ Pada 13 Maret 2013, dia dikenai hukuman dengan masa percobaan selama tiga tahun.

Metode Chiropractic ditemukan oleh Daniel David Palmer di Amerika Serikat pada 1895. Metode ini adalah pengobatan diklaim untuk membetulkan struktur  tulang belakang atau adjustment dengan menggunakan tangan. Praktisinya menyebut jika struktur tulang belakang mengalami sublukasi maka akan mengganggu aliran sistem syaraf sehingga organ tubuh terganggu. (asr)

Share

Video Popular