Keterangan foto: ‘Pangeran Qing Didakwa’ sebagai pertanda Zeng ‘Qing’-hong sudah mendekati waktu diadili. (foto internet)

Oleh Tang Wen

Baru-baru ini media Tiongkok ramai-ramai mengulas buku “Pangeran Qing Didakwa” sebuah cerita sejarah yang menginterprestasikan bahwa pembasmian korupsi tidak akan mengenal “topi besi sang raja.” Kalangan luar percaya bahwa Zeng Qinghong-lah figur yang diibaratkan sebagai Pangeran Qing, sedangkan Jiang Zemin diibaratkan sebagai “topi besi sang raja.” Para komentator politik rata-rata beranggapan bahwa itu adalah pertanda bahwa perkara Zeng Qinghong akan dimejahijaukan pada 2016.

Setelah vonis hukuman terhadap Zhou Yongkang dan penangkapan Ling Jihua, media resmi Tiongkok secara sengaja mengungkit kembali skandal Pangeran Qing (1838 – 1917), menyinggung masalah “topi besi sang raja.” Mungkin saja media resmi pemerintah itu memang sedang memberi isyarat bahwa Zeng Qinghong, tokoh di balik Zhou Yongkang dan Ling Jihua, adalah salah satu ‘harimau besar’ yang menjadi target buruan pada 2016.

Media resmi berulang kali menyinggung soal kasus-kasus Pangeran Qing Yikuang

Media resmi people.com pada 4 Januari 2016 menerbitkan sebuah artikel yang berjudul “Skandal ‘Anti Korupsi’ biru pada 1907. Pelacur ternama menyulut pertikaian antara Istana Qing dengan Partai”. Disebutkan dalam artikel itu bahwa reporter ‘Times’ Inggris Morrison pada 8 Mei 1907 mengirim sebuah telegram dari Beijing yang melaporkan tentang Pangeran Qing Yikuang sedang didakwa menerima uang suap dalam jumlah besar dari pejabat inspektor jenderal kegubernuran (suatu dinas di jaman kerajaan) Duan Zhigui. Bersamaan waktu ia dituntut, putranya Zaizhen (1846 – 1947) yang menjabat sebagai Menteri Pertanian dan Perdagangan Dinasti Qing, serta Raja Muda (seperti gubernur) propinsi Zhili, Yuan Shih-kai dan pejabat inspektor jenderal kegubernuran Fengtian (sekarang propinsi Liaoning) Tang Shaoyi juga diperiksa pihak berwenang dari istana.

Artikel itu menyebutkan bahwa media internasional hanya melihat masalah dari aspek kebobrokan mental yang terkait dengan urusan keuangan, tetapi melalaikan masalah penyuapan seksual. Ketika itu Dinasti Qing sudah bertekad untuk melaksanakan reformasi politik, mendorong pelaksanaan konstitusi monarki. Siapa yang mampu menjadi pendobrak dan memegang kendali dalam reformasi ini mengakibatkan pertikaian antara pihak Istana dengan Partai. Artikel menjelaskan secara rinci rahasia di balik pertikaian antara pemimpin tinggi dari kedua kubu itu dan bagaimana Pangeran Qing Yikuang didakwa.

Tak lama kemudian, artikel tersebut diterbitkan ulang dengan profil tinggi oleh beberapa media resmi seperti gmw.cn (Guangming Wang) dan youth.cn (Zhongguo qingnian wang).

Zeng Qinghong diibaratkan sebagai ’Pangeran Qing’

Komisi Pengawas Kedisiplinan Partai Komunis Tiongkok/ PKT menerbitkan di jaringan mereka pada 26 Februari 2015 artikel tulisan ‘Xi Hua’ yang berjudul “Gaya Hidup Seorang Pejabat Sebatang Kara, Pangeran Qing Yikuang.” Tulisan itu dilatarbelakangi oleh situasi di mana pemerintah sedang berupaya untuk meminta pertanggungjawaban secara hukum kasus korupsi pejabat PKT dengan tanpa mempertimbangkan kedudukan maupun karena sudah terlindungi ‘topi besi sang raja’. Saat itu, Komisi sedang mengarahkan perburuan pada ‘harimau besar’ yang dimaksud adalah Zeng Qinghong dan Jiang Zemin.

Masyarakat luar menduga bahwa Pangeran Qing yang dimaksud oleh Komisi Pengawas Kedisiplinan adalah mantan Wakil Ketua RRT Zeng Qinghong. The Financial Times saat itu memberitakan, Zeng dituding sebagai Pangeran Qing yang kemudian menjadi topik pembahasan oleh khalayak ramai. Bagaimana tidak, Zeng juga memiliki huruf ‘Qing’ yang sama seperti Qing Yikuang.

Pada 11 Juni 2015, otoritas Beijing tiba-tiba mengeluarkan vonis terhadap Zhou Yongkang dengan  hukuman penjara seumur hidup. Pejabat berwenang ketika itu melaporkan bahwa Zhou sudah mengakui di depan pengadilan semua kesalahannya dan bertobat, menerima vonis yang dijatuhkan kepadanya dan berjanji tidak akan mengajukan banding. Dunia luar menganggap hukuman itu terlalu ringan, atau mungkin otoritas “mempertimbangkan” bahwa Zhou Yongkang sudah membenarkan keterlibatan langsung Jiang Zemin dan Zeng Qinghong dalam sejumlah kejahatannya.

Di hari keduanya yaitu 12 Juni, website Tiongkok thepaper.cn menerbitkan artikel yang diberi judul “Biografi pertama Pangeran Qing, Harimau Besar di masa akhir Dinasti. Berapa besar uang simpanan pribadinya di HSBC ?”

Artikel itu membenarkan adanya beberapa kasus korupsi yang membuat Pangeran Qing Yikuang jadi kaya setelah ia menggenggam kekuasaan.

Pada 20 Juli 2015, pehak berwenang Tiongkok memberitakan bahwa mantan Wakil Ketua Politbiro PKT Ling Jihua telah ditangkap dan dipecat. Kasusnya sudah diserahkan kepada pengadilan.

Pada 23 Juli, media resmi menerbitkan artikel berjudul “Karir Politik Pangeran Qing Melejit Bagaikan Roket.”

Karena artikel itu berulang kali menyinggung soal peran konspirator, pembunuh berwajah hitam dan dalang kudeta, maka Masyarakat luar menginterprestasikan peran itu sebagaimana yang dimainkan oleh Zeng Qinghong selama ini.

Media resmi kembali menyinggung soal ‘topi besi sang raja’, dan sikap Xi Jinping terhadap ‘kaisar’ untuk pertama kalinya dipaparkan

Buku baru Xi Jinping dipublikasikan tepat tahun baru 2016. Dalam buku itu Xi Jinping menekankan bahwa “Tidak ada impunitas yang bisa menjamin meskipun seseorang memiliki ‘Dan Shu Tie Quan’ (Tanda penghargaan yang diberikan oleh kaisar kepada pejabat tingginya yang berjasa), begitu pula topi besi sang raja.“

Artikel juga mengungkapkan ucapan Xi dalam rapat kerja kelima bidang pengawas kedisiplinan pada 13 Januari lalu yang mengatakan bahwa rupanya terdapat banyak pejabat PKT yang mencoba menjadi ‘kaisar’, memberlakukan sistem patriarki, menghendaki satu suara dalam organisasi, kesetiaan bawahan pada atasan dan sebagainya dalam rangka untuk membentuk otoritas mutlak dan ingin mendikte pihak lain.

Jiang Zemin di saat Hu jintao berkuasa selalu memainkan peran ‘kaisar’ untuk ikut mengatur negara dari belakang layar. Topi besi sang raja adalah salah satu gelar kepala kerajaan yang diakui pada masa Dinasti Qing, pemilik gelar itu dapat menikmati perlakuan yang lebih baik dan memiliki hak-hak istimewa. Hanya 12 orang selama Dinasti Qing berkuasa yang mendapat perlakuan tanpa bisa diturunkan pangkatnya karena memiliki ‘topi besi sang raja.’ Pangeran Qing Yikuang termasuk salah satu di antaran mereka itu.

Media resmi Tiongkok di pembukaan tahun ini mengungkap soal Xi Jinping mengomentari ucapan-ucapan ’kaisar’, dan menyinggung kembali tentang hal-hal yang berkaitan dengan ‘topi besi sang raja’. Mungkin sebagai isyarat bahwa target perburuan ‘harimau besar’ pada 2016 ini adalah Jiang dan Zeng.

Analisis : Keenam gejala Zeng diadili sudah semakin jelas

Kaki tangan Jiang Mianheng (putra Jiang Zemin), Ketua Dewan Direksi Unicom, Chang Xiaobing ditangkap pada 27 Desember 2015, menjadi ‘harimau’ buruan penutup tahun. Anggota Komite Shanghai, Wakil Walikota Ai Baojun ditangkap pada 10 Nopember, menjadi anggota pilihan melalui Sidang Paripurna ke 18 yang dicopot dari jabatan. Selain itu, ada kabar bahwa sekretaris Jiang Zemin, Wakil Direktur Departemen Politik Umum PKT, Jia Yenan diskors untuk diperiksa. Masyarakat luas menaruh perhatian, usaha memburu ‘harimau besar’ sudah lebih dekat lagi dengan Jiang Zemin, pada saat yang sama berita yang tidak menguntungkan Zeng Qinghong juga makin terdengar.

Selama 2 tahun terakhir, sudah banyak mantan anak buah Zeng Qinghong yang ditangkap dan diperiksa oleh Komisi Pengawas Kedisiplinan, mereka itu antara lain, Ketua Dewan Direksi China Resources Song Lin, Wakil Ketua Komisi Politbiro Su Rong, Wakil Menteri Departemen Keamanan Nasional Ma Jian dan lainnya. Pejabat mantan bawahan, orang-orang kepercayaan satu persatu dipekarakan menjadi indikasi bahwa Zeng juga terancam ‘bermasalah’.

Media Hongkong mengungkapkan bahwa Wang Qishan dan Zhao Leji pernah suatu ketika mengadakan pertemuan dengan Zeng Qinghong untuk klarifikasi ketiga masalah yaitu pertama soal kekayaan yang dimiliki keluarganya. Dua, tentang hubungan khususnya dengan Jiang Zemin untuk melakukan ‘kegiatan tidak normal’, dan ketiga soal campur tangannya dalam upaya untuk membalikkan vonis kepada Chen Lianyu.

Zeng pernah mengajukan ijin untuk menjenguk keluarga putranya Zeng Wei di Australian, tetapi ditolak oleh otoritas. Selain itu pada 2012, Zeng Qinghong telah dilaporkan terlibat korupsi besar oleh mantan Ketua Biro Percetakan Akademi Militer, Xin Ziling. Zeng Wei mengakuisisi perusahaan Shandong Luneng dengan harga tidak wajar, dan soal kepemilikan rumah mewah di Australia.

Sama halnya dengan Jiang Zemin, Zeng Qinghong pun menjalani ‘hilang dari peredaran’, mereka sudah lama tidak terlihaat muncul di depan masyarakat merupakan salah satu isyarat waktu mengadili perkaranya sudah akan tiba.

Menurut komentator politik Zhou Xiaowei bahwa Zeng yang sudah memenuhi keenam isyarat diadili itu juga terlibat dalam kejahatan penganiayaan Falun Gong, pengambilan paksa organ hidup, mengarang bakar diri palsu di Tiananmen, berkonspirasi dengan Zhou Yongkang dan Bo Xilai untuk melakukan kudeta. Tampaknya akan sulit lolos dari tuntutan hukum pada 2016 ini. (sinatra/rmat)

Share

Video Popular