Keterangan foto: Zeng Qinghong (kiri) yang menduduki peringkat ke 4 dan Jiang Zemin (kanan) di peringkat ke 6 “Macan Besar” yang diprediksi akan dilengserkan pada 2016, di suatu acara sidang partai pada akhir 2014. (internet)

Oleh: Xia Xiaoqiang

Selama 2015 telah terjadi perubahan sangat besar pada situasi di kalangan pejabat tinggi Partai Komunis Tiongkok/ PKT. Lalu pada 2016 ini, selain Jendral Jia Tingan, Jiang Mianheng dan Liu Yunshan yang telah dibahas pada edisi lalu, maka siapakah macan besar dari kubu Jiang lainnya yang akan dilengserkan tahun ini?

4. Zeng Qinghong

Setelah tukang pukul Jiang Zemin yakni Zhou Yongkang ditangkap, di kubu Jiang masih tersisa dua orang inti terakhir yakni Zeng Qinghong dan Jiang Zemin sendiri. Orang nomor dua di kubu Jiang yang juga mantan anggota Dewan Tetap Komisi Politbiro (2002-2007) dan mantan wakil kepala negara (2003-2008) yakni Zeng Qinghong, telah masuk ke dalam jarak tembak Xi Jinping sebagai macan yang akan dihabisi.

Sebelumnya, Zeng Qinghong memiliki banyak orang kepercayaan, seperti wakil kepala Konferensi Konsultasi Politik PKT bernama Su Rong, mantan wakil Menteri Pertahanan bernama Ma Jian, mantan wakil ketua Komisi Tetap Dewan Rakyat Tibet bernama Le Dake, mantan Gubernur propinsi Fujian bernama Su Shulin dan lain-lain, namun mereka secara berturut-turut telah disingkirkan.

Penjajakan gelombang pertama yang dilontarkan pemerintahan Xi Jinping terhadap Zeng Qinghong adalah pada Februari tahun ini. Pada situs milik Komisi Kedisiplinan Pusat dimuat artikel sejarah berjudul “Masalah Etika ‘Pejabat Bugil (diterjemahkan harfiah dari kata: Luo Guan / 裸官: sebutan untuk pejabat di daratan Tiongkok, yang anak-istrinya sudah diungsikan dan berdomisili di luar negeri. Red.)’ Pangeran Qing” di jaman Dinasti Qing, artikel tersebut disebar luas, dan oleh kalangan luar diartikan sebagai menyindir Zeng Qinghong. Surat kabar “Financial Times” waktu itu memberitakan, dugaan yang paling heboh adalah yang dimaksud “Pangeran Qing” adalah Zeng Qinghong, Komisi Kedisiplinan Pusat dalam mengkiritisi “Pangeran Qing” sepertinya mengisyaratkan sasaran “memukul macan” berikutnya adalah Zeng Qinghong. Dan kebetulan, pada nama Zeng Qinghong (曾慶紅) juga terdapat aksara “Qing (慶)”.

Julukan bagi Zeng Qinghong sebagai “raja bermahkota baja” muncul untuk pertama kalinya pada artikel opini halaman depan surat kabar “People’s Daily.” Pada 15 Januari 2015, artikel menyebutkan “dalam pemberantasan korupsi tidak memandang raja bermahkota baja, pemberantasan korupsi tidak menetapkan batas atas”. Sebuah akun publik pernah mengungkapkan, istilah “raja bermahkota baja” adalah usulan yang diutarakan pertama kalinya oleh Xi Jinping. Sosiolog bernama He Qinglian dalam artikel berjudul “Siapakah ‘Raja Bermahkota Baja’ Yang Dimaksud Dalam Surat Kabar People’s Daily?” mengatakan, bahwa hanya Jiang Zemin dan Zeng Qinghong yang bisa memenuhi kriteria sebagai “raja bermahkota baja” di surat kabar tersebut.

Gelombang kedua opini terhadap Zeng Qinghong terjadi di bulan November lalu. 16 November 2015, sebuah artikel dipublikasikan pada media RRT berjudul “Setelah Pukul Macan, Hari Baik para Ma Yun Ada di Kemudian Hari.” Artikel itu menyinggung soal “macan besar” di Beijing dan Shanghai juga menekankan kembali pemberantasan korupsi tidak mengenal ‘raja bermahkota baja’ juga tidak akan lemah ‘hukum tumpul terhadap pejabat”, merupakan sinyal bahwa pemberantasan korupsi telah mendekati Zeng Qinghong. Lengsernya Zeng Qinghong akan menjadi introduksi terbuka untuk menangkap Jiang Zemin. Oleh karena itu, Zeng Qinghong menduduki posisi keempat sebagai macan yang akan diciduk pada 2016.

5. Luo Zhijun dan Zhang Chunxian

Sarang kekuatan Jiang tersebar di berbagai kota dan propinsi seantero Tiongkok, seperti Hebei, Shanghai, Yunnan, Hainan, Jiangsu, Xinjiang, dan lain-lain. Menghadapi kondisi ini, setelah menjabat Xi Jinping mulai melakukan pembersihan pada sarang-sarang Jiang Zemin di seluruh RRT, seperti Sekjen Provinsi Hebei bernama Zhou Benshun, yang menjadi contoh pertama seorang Sekprov yang menjabat dilengserkan. Seiring dengan para pengikut dan orang kepercayaan Xi Jinping menduduki posisi pada berbagai tingkatan di seluruh negeri, kekuatan Jiang Zemin di daerah dan provinsi pun terus menerus tersingkirkan.

Kini, dua sarang utama kelompok Jiang Zemin yakni provinsi Jiangsu dan Xinjiang, sinyal tak lazim terus terlontar, Sekprov Jiangsu bernama Luo Zhijun dan Sekprov Xinjiang bernama Zhang Chunxian juga telah masuk dalam jarak tembak sebagai macan yang sedang dibidik Komisi Kedisiplinan Pusat.

Provinsi Jiangsu merupakan kampung halaman Jiang Zemin dan Zhou Yongkang, juga merupakan salah satu sarang utama bagi kekuatan kubu Jiang. Setelah “Rapat Plenari ke-18” PKT, kalangan pejabat Jiangsu terus bergejolak, termasuk ‘pengawas rumah’ Jiang Zemin yang juga mantan Walikota Nanjing bernama Ji Jianye, sebanyak 3 pejabat tinggi setingkat provinsi telah diciduk. Sekprov Jiangsu bernama Luo Zhijun telah lama menjabat di Jiangsu. Luo sempat menjadi pengikut setia Jiang Zemin dan Zhou Yongkang dalam hal menindas Falun Gong, ia sempat dijadikan terdakwa yang diinvestigasi oleh Organisasi Internasional Pelacakan, Luo Zhijun juga terlibat kudeta yang dimotori Bo Xilai dan Zhou Yongkang. Dalam daftar nama 18 orang yang terlibat dalam kudeta Bo Xilai dan Zhou Yongkang, Luo Zhijun dijanjikan akan diangkat sebagai Menteri Keamanan Publik oleh Zhou Yongkang. April 2014 lalu, menurut nara sumber dari Komisi Kedisiplinan Pusat, Luo Zhijun telah kedapatan terlibat dalam banyak masalah korupsi serius, termasuk memiliki banyak wanita simpanan selama ini.

Di masa mendatang Luo Zhijun akan menghadapi dua kemungkinan: pertama adalah dimutasi keluar dari Jiangsu dan untuk sementara ditempatkan non job di Pusat menunggu investigasi; kedua adalah langsung diumumkan diinvestigasi. Kedua kemungkinan ini baru akan ditetapkan berdasarkan perkembangan politik nantinya.

Beberapa hari lalu Sekretaris Komisi Kedisiplinan Xinjiang yakni Xu Hairong berkali-kali melontarkan komentar tajam terkait masalah anti-teroris dan anti-separatis di Xinjiang. Dikatakan bahwa pejabat Xinjiang “bersikap plin plan” dan “bertindak lamban” dalam mengatasi masalah memberantas separatis bangsa, bahkan terkesan mendukung “aktivitas anarkis dan terror” dan lain-lain.

Xinjiang merupakan sarang sekaligus basis kekuatan kubu Jiang, peristiwa anarkis yang terjadi di provinsi Xinjiang juga menjadi cara dan kartu as bagi kubu Jiang untuk melawan Xi Jinping. Zhang Chunxian bersama dengan pejabat sebelumnya Wang Lequan sebagai wakil yang ditempatkan oleh kubu Jiang selalu menempuh dua cara untuk melawan pemerintah pusat dan mengacaukan situasi. Cara pertama adalah meningkatkan dan memperluas intensitas tekanan ekstrim untuk memicu konflik, dengan sengaja menciptakan peristiwa anarkis; cara kedua adalah berkonspirasi dengan kaum teroris untuk melakukan gerakan anarkis dengan sengaja, berfungsi mendukung berbagai peristiwa krisis yang parah.

Kritik keras dari Sekretaris Komisi Kedisiplinan Xinjiang terhadap “masalah” di dalam kepemimpinan di Xinjiang, bahkan “mendukung dan terlibat dalam aktivitas teroris”, pernyataan sangat tajam itu terlontar dari Sekretaris Komisi Kedisiplinan dan bukan dari pihak Zhang Chunxian yang masih berkuasa. Dalam kebiasaan di kalangan media massa PKT, sebenarnya pernyataan seperti ini ditujukan pada Zhang Chunxian yang masih berkuasa, yang sebenarnya juga merupakan sinyal bahwa Zhang Chunxian harus bertanggung jawab atas peristiwa di Xinjiang. Oleh karena itu, Luo Zhijun dan Zhang Chunxian menempati posisi kelima dan keenam dalam daftar nama macan besar yang akan disingkirkan pada 2016 ini.

6. Jiang Zemin

Jiang Zemin sendiri merupakan sasaran terakhir yang akan disingkirkan Xi Jinping dalam aksi pemberantasan korupsinya, begitu Jiang lengser, maka perang memukul macan ini pun akan dinyatakan berakhir. Seiring dengan perkembangan situasi, kemungkinan diciduknya Jiang Zemin pada 2016 terus bertambah besar. Hal ini juga sangat tergantung pada perkembangan pergerakan politik dan berbagai faktor lainnya, serta keberanian pemerintahan Xi Jinping sendiri. Oleh karena itu, Jiang Zemin akan menjadi sasaran terakhir macan yang diciduk pada 2016. (sud/whs/rmat)

TAMAT

 

Share

Video Popular