Mugiyanto Sipin (Facebook)

JAKARTA – Aparat Malaysia mengusir paksa aktivis HAM asal Indonesia, Mugiyanto Sipin, saat tiba di Banda Internasional Kuala Lumpur, Malaysia, Kamis (7/1/2106). Bahkan dia diancam akan ditahan jika masih bersikeras untuk memasuki Malaysia, dia pun digiring sebanyak 10 orang aparat Malaysia untuk terbang kembali ke Indonesia.

Mugiyanto merupakan salah satu aktivis yang diculik dan ditahan oleh Kopassus pada era Orde Baru di Indonesia. Dia dikenal aktif dalam Ikatan Keluarga untuk Orang Hilang (IKOHI). Pemerintah Malaysia dalam kasus ini melanggar pasal 19 dari Kovenan Internasional Hak Sipil dan Politik mengenai kebebasan berpendapat dan berekspresi dan artikel 9 mengenai kebabasan individu, tidak ada seorang pun yang dapat dijadikan subjek atas penangkapan dan penahanan sewenang-wenang.

Mugiyanto Sipin, pembela hak asasi manusia dari Indonesia sejatinya menjadi salah satu panelis dalam acara Gerakan Bersih 2.0 “Yellow Mania” pada 7 Januari 2016. Mugiyanto sempat ditangkap dan ditahan di Kantor Imigrasi Bandar Udara Internasional Kuala Lumpur karena tuduhan berelasi dengan acara ini.

Mugiyanto kepada BBC menuturkan ketika dia mendarat di Bandara Kuala Lumpur, saat berada di imigrasi paspornya diperiksa dengan teliti, lalu dia dibawa ke sebuah ruangan khusus. Pada ruangan itu, terdapat tiga orang menunggu yang memperkenalkan diri dari kepolisian bahkan salah satunya mengaku dari satuan antiteror.

Menurut Mugi, mereka mengatakan dirinya tak boleh masuk Malaysia, karena akan datang ke suatu acara politk. Sebagai orang asing, Mugiyanto dianggap tak boleh melakukan itu karena merupakan intervensi terhadap urusan dalam negeri Malaysia. Mugi pun mengaku bingung, pasalnya dia suda sering ke Malaysia untuk menghadiri berbagai macam acara dan tak ada masalah.

Menurut aktivis yang juga aktif di INFID, aparat Malaysia mengatakan jika dirinya tetap masuk Malaysia, keluar dari bandara maka akan ditangkap. Meski demikia, Mugiyanto tetap akan keluar Bandara, tetapi paspornya ditahan oleh aparat Malaysia. Selanjutnya, Mugiyanto menelpon panitia, Bersih2.0 tapi kemudian diharuskan memutuskan hubungan telepon oleh polisi Malaysia. Mugiyanto menceritakan dia digiring oleh 10 orang hingga masuk kembali ke pesawat Garuda untuk berangkat ke Jakarta. Bahkan aparat Malaysia mengatakan tak ada gunanya pada saat itu, ketika dirinya akan menghubungi Konsulat Indonesia di Malaysia.

Sementara Koordiantor KontraS, Haris Azhar menyatakan mengutuk aksi penangkapan dan penahanan oleh otoritas Malaysia kepada Mugiyanto Sipin, pembela hak asasi manusia dari Indonesia karena menjadi salah satu pembicara acara Gerakan Bersih 2.0. Menurut Haris, berdasarkan Kepolisian Dang Wangi Malaysia, acara “Yellow Mania” sudah mendapatkan izin dibawah UU Aksi Damai Berserikat 2012 karena acara ini akan diadakan di Kuala Lumpur Selangor Chinese Assembly Hall.

Kedutaan Besar Indonesia di Malaysia jug belum menerima surat notifikasi apapun dari Departemen Imigrasi Malaysia mengenai deportasi Mugiyanto, walaupun seharusnya pihak Imigrasi harus segera memberikan notifikasi terkait penangkapan dan deportasi ini kepada pihak Kedutaan Besar Indonesia.

“Selain itu, masih belum ada keterangan jelas dari pihak pemerintah Malaysia mengenai alasan penangkapan dan deportasi Mugiyanto dari Malaysia,” ujar Haris di Jakarta. (asr)

Share

Video Popular