Ilustrasi uang di perbankan (Mark Wilson/Getty Images)

JAKARTA – Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) membeberkan rekening bank yang berada dibawah pengawasannya. Data LPS menunjukkan adanya peningkatan jumlah pertumbuhan rekening di perbankan Indonesia, sementara jumlah rekening dengan tabungan di atas Rp 2 miliar mencapai 220.068 rekening.

Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) merilis data mengenai pertumbuhan jumlah rekening dan nominal simpanan pada bank umum per  November 2015. Jumlah rekening simpanan yang dijamin mencapai 173.560.679 rekening atau tumbuh 3.274.847 rekening  (1,92%) dibanding posisi jumlah rekening yang dijamin hingga Oktober 2015 yang sebanyak 170.285.832 rekening.

Sekretaris Lembaga, Samsu Adi Nugroho dalam rilisnya, Sabtu (9/1/2016) menulis untuk simpanan dengan nilai sampai dengan Rp 2 miliar, jumlah rekeningnya meningkat sebesar 1,92% (MoM). Dari 170.067.961 rekening (Oktober 2015) menjadi 173.340.071 rekening (November   2015).

Jumlah nominal simpanan juga meningkat sebesar 0,92% (MoM), per akhir Oktober 2015 jumlah nominal simpanan berjumlah Rp. 1.930.630 miliar, meningkat menjadi Rp. 1.948.410 miliar (November 2015).

Adapun untuk simpanan dengan nilai diatas Rp. 2 miliar, jumlah rekeningnya meningkat 1,26%  (MoM). Dari 217.871 rekening (Oktober 2015) menjadi 220.608 rekening (November 2015). Berbeda halnya dengan jumlah nominal simpanan yang menurun sebesar 0,81% (MoM), dari Rp. 2.524.282 miliar (Oktober 2015) menjadi Rp. 2.503.819 miliar (November 2015).

LPS juga mencatat data mengenai pertumbuhan total simpanan di bank umum per  November 2015. Nilai total simpanan bulan November 2015 mengalami penurunan sebesar Rp. 2.683  miliar atau 0,06% (MoM). Penurunan ini menjadikan total simpanan per akhir November 2015 mencapai Rp. 4.452.229 miliar.

Berdasarkan jenis simpanan (giro, tabungan, deposit on call, deposito dan sertifikat deposito), yang memiliki pertumbuhan jumlah rekening paling tinggi adalah tabungan yaitu 2,01% (MoM). Jumlah rekeningnya meningkat dari 163.544.292 rekening (Oktober 2015), menjadi 166.832.047 rekening (November 2015).

Sedangkan jika dilihat dari jumlah nominal, pertumbuhan nominal giro adalah yang tertinggi (2,01% MoM). Dimana jumlah nominalnya dari sebesar Rp. 1.274.849 miliar (Oktober 2015) menjadi Rp. 1.300.472 miliar (November 2015).

Terkait dengan jenis valuta, jumlah rekening simpanan dalam rupiah meningkat. Namun, jumlah rekening simpanan dalam valas menurun. Begitu juga halnya dengan nominal simpanan, nominal simpanan dalam rupiah meningkat sedangkan nominal simpanan dalam valas menurun.

Peningkatan jumlah rekening simpanan dalam rupiah adalah sebesar 1,94% (MoM), dimana per akhir Oktober 2015 berjumlah 169.185.963 rekening, menjadi 172.464.184 rekening per akhir November   2015. Sementara itu, penurunan jumlah rekening simpanan dalam valas adalah sebesar 0,31% (MoM). Per Oktober 2015 jumlahnya mencapai 1.099.869 rekening, kemudian turun menjadi 1.096.495 rekening di akhir November 2015.

Jika dilihat dari nominal simpanan, simpanan dalam rupiah mengalami peningkatan sedangkan simpanan dalam valas mengalami penurunan.  Simpanan dalam rupiah meningkat 0,29% (MoM), dari sebesar Rp. 3.684.784 miliar (Oktober 2015) menjadi Rp. 3.695.634 miliar (November 2015). Simpanan dalam valas, jumlahnya menurun sebesar 1,76% (MoM) dari sebesar Rp. 770.129 miliar (Oktober 2015) menjadi Rp. 756.595 miliar (November 2015).

Bank umum peserta penjaminan per November 2015 berjumlah 118 bank. Terdiri dari 106 bank umum konvensional dan 12 bank umum syariah. Bank umum konvensional, terdiri dari 4 Bank Pemerintah, 26 Bank Pemerintah Daerah, 66 Bank Umum Swasta Nasional dan 10 Kantor Cabang Bank Asing. (asr)

Share

Video Popular