Cegukan (Foto: The Epoch Times)

Cegukan merupakan hal yang sering dialami dalam kehidupan sehari-hari, terutama saat makan terlalu cepat atau minum minuman yang terlalu merangsang sistem saraf, maka probabilitas terjadinya cegukan akan lebih tinggi. Sebagian besar cegukan itu akan hilang dengan sendirinya meski dibiarkan. Namun, jika sering cegukan, maka sebaiknya waspada, bisa jadi itu disebabkan oleh penyakit tertentu, atau tanda-tanda akan timbulnya suatu penyakit, dan sebaiknya hati-hati dan konsultasikan dengan dokter atau periksa ke rumah sakit.

Gastropati (penyakit lambung)

Jika sering cegukan, bisa jadi itu merupakan gastropati atau penyakit lambung. Terjadinya cegukan umumnya disebabkan perut kembung pada lambung, makan terlalu cepat atau banyaknya udara yang masuk saat makan sambil ngobrol, sehingga sendawa menuju ke atas dan terjadilah cegukan, atau mengonsumsi makanan keras dan pedas, juga bisa memicu terjadinya cegukan. Jika sering cegukan atau bahkan tanpa sadar cegukan meski tidak makan sesuatu apa pun, kemungkinan terinfeksi helikobakter pilori (suatu bakteri yang menyebabkan peradangan lapisan lambung yang kronis). Penderita helikobakter pilori mungkin secara samar-samar akan terasa sakit perut bagian atas, dan kemungkinan terjangkitnya helikobakter pilori ini jauh lebih tinggi bagi mereka yang makan kekenyangan atau kehilangan nafsu makan, sibuk kerja dan makan tidak teratur. Dianjurkan sebaiknya lakukan pemeriksaan endoskopi, dan tes darah untuk memastikan diagnosisnya.

Kanker hati

Jika terjadi cegukan berantai atau terus menerus, bisa jadi ini adalah kanker hati. Cegukan berantai mungkin karena pembesaran kanker hati, merangsang diafragma (otot yang memisahkan dada dan perut) dan memicu terjadinya kejang diafragma (cegukan). Pada penderita kanker hati awal, sebagian besar tidak ada gejala apa pun, tapi akan terjadi sejumlah kecil gejala seperti kembung pada perut bagian atas, lelah, tidak nafsu makan dan gejala lain. Kanker hati berkembang sampai penderita merasakan gejala, dan waktunya bisa berlangsung dua tahun. Karena itu, ketika mengetahui secara klinis, kondisi penyakit kanker hati pada sejumlah besar penderita itu telah memasuki tahap tengah dan akhir. Dan bagi penderita kanker kerongkongan, kanker kardia dan kanker lambung kemungkinan juga punya gejala cegukan berantai (cegukan secara terus menerus).

Stroke

Sementara itu, bagi orang tua/lansia yang mengalami cegukan berulang dan tidak bisa berhenti, sebaiknya hati-hati karena tidak tertutup kemungkinan itu adalah gejala stroke, dan untuk kepastiannya sebaiknya segera periksakan diri ke dokter. Setelah stroke, lesi intrakranial memengaruhi sistem saraf pusat pernapasan, mengakibatkan penyusutan kontinyu pada otot diafragma, sehingga cegukan tidak bisa berhenti. Jika cegukan terus menerus, disertai lemahnya aktivitas fisik pada sebagian anggota tubuh, bicara tidak jelas, bahkan dalam kondisi saraf yang terganggu, terutama individu itu sendiri memiliki tekanan darah tinggi, penyakit jantung koroner, arteriosclerosis dan sebagainya itu sebaiknya segera dibawa ke rumah sakit.

Frekuensi cegukan itu bervariasi tergantung dengan fisik masing-masing individu, bagaimana cara menghentikan cegukan ? Jika tiba-tiba cegukan dalam aktivitas sehari-hari, Anda bisa coba dua cara berikut ini.

1. Jika terjadi cegukan saat makan, sebaiknya hentikan dulu makan Anda, tarik napas dalam-dalam beberapa kali secara perlahan, niscaya dalam dalam waktu singkat, cegukan ringan akan berhenti atau melambat dan berangsur-angsur hilang.

2. Metode pernapasan dalam kantong. Ambil satu kantong kertas kecil, lalu tutup mulut dan hidung Anda, kemudian ambil napas dalam-dalam 4 – 5 kali. Lalu hirup kembali karbon dioksida yang dihembuskan, tujuannya untuk meningkatkan konsentrasi karbon dioksida dalam darah, untuk menekan cegukan.(Epochtimes/Jhn/Yant)

Share
Tag: Kategori: KESEHATAN

Video Popular