Sejak usia muda semestinya sudah belajar bagaimana secepatnya keluar dari trauma atau situasi sulit, bukannya malah terbenam didalamnya dan tidak mampu melepaskan diri. (Internet)

80~90% hal yang dialami dalam kehidupan sebetulnya tidak sesuai dengan harapan. Ada juga yang mengatakan, kehidupan itu bagaikan bermain kartu, selamanya tidak akan mengetahui yang kita peroleh itu kartu baik atau kartu buruk. Kita tidak mampu mengendalikan kartu apa yang akan didapat, namun dapat memilih sikap hati kita dalam menghadapi kartu, ditambah lagi sedikit keterampilan teknis, sekalipun mendapatkan kartu hidup yang tidak baik, tetap akan dapat menciptakan kehidupan yang luar biasa bagi diri sendiri.

Business Insider beberapa waktu lalu membenahi teknik praktis dalam website tanya jawab populer, memberi arahan bagaimana anak muda usia 20-an tahun melalui 14 teknik sederhana dapat memupuk kemampuan berpikir positif dan sikap yang tepat untuk menghadapi pengalaman yang tidak diinginkan dalam kehidupan, dan mengubah hal-hal yang tidak diinginkan menjadi hal yang baik.

1. Selalu dihadapi dengan tulus dan jujur

Biasanya setelah melakukan kesalahan, orang akan secara tanpa sadar mencari alasan untuk menutupi kesalahannya. Misalnya, datang terlambat pada janji pertemuan akan menyalahkan kemacetan lalu lintas. Janganlah begitu! Pemakai website tanya jawab sosial, Michael Hoffman berkata: “Langsung saja minta maaf. Tidak perlu menjelaskan rincian keterlambatan, suatu permintaan maaf yang tulus ‘Maaf, saya tidak merencanakan dengan baik’ akan seribu kali lipat lebih baik daripada alasan kemacetan lalu lintas ala kadarnya.”

2. Menerima kritikan dengan lapang dada

Sekalipun apa yang kita lakukan masih memiliki ruang untuk perbaikan, namun kritik yang datang tiba-tiba selalu membuat orang sulit langsung menerimanya. Seperti apa yang ditulis oleh Abhinav Gupta “Terhadap kritik-kritik itu, langsung menolak atau sama sekali tidak menggubrisnya kelihatannya akan jauh lebih mudah”, sesungguhnya bukanlah demikian, “seseorang yang menginginkan keberhasilan, hendaknya membuang perasaan menolak kritikan. Dalam menghadapi kritikan, hendaknya membuka diri dan menghadapinya secara positif, menghadapi peristiwanya bukan manusianya, pikirkan apakah masih ada ruang untuk perbaikan pada hal yang dikritik? Belajar darinya untuk mendorong diri sendiri menjadi lebih maju”.

3. Belajar menciptakan pembicaraan tatap muka yang menarik

Deepak Mehta sebelumnya adalah seorang pemalu, ia selalu merasa sulit untuk berbincang dengan orang lain. Orang-orang selalu merendahkan pentingnya kecakapan “produksi pembicaraan”. Pengalaman menunjukkan kepada Deepak Mehta bahwa hanya dengan keberanian untuk berbincang dengan orang-orang di samping kita, kadang-kadang akan mendatangkan penghasilan yang diluar dugaan: mendapatkan seorang teman baru dan menciptakan sebuah hubungan dalam bisnis, bahkan dalam pembicaraan basa-basi dari suatu tema cerita dapat diperoleh pemahaman yang menyegarkan.

4. Berani mengutarakan apa yang diinginkan

“Bertanya” sering kali merupakan keterampilan yang paling sederhana dan paling terabaikan dalam meningkatkan karier. Bila seseorang selalu kesulitan untuk menyatakan apa yang diinginkannya, misalnya menginginkan kenaikan upah, ingin dipromosikan, ingin memperoleh bisnis yang lebih besar, maka acap kali kesempatan itu akan sirna begitu saja. Apabila merasa tidak biasa mengajukan permintaan dan bahkan merasa tegang dalam mengajukan permintaan, maka boleh dicoba berlatih dalam bidang yang tidak berhubungan dengan pekerjaan, misalnya di supermarket pertanian menawar habis sayuran yang hendak dibeli.

Membiarkan diri sering berada pada lingkungan yang menimbulkan rasa kurang leluasa, lama kelamaan lingkungan yang dahulunya membuat Anda merasa tidak nyaman itu, sepertinya lambat laun akan kelihatan tidak begitu menyulitkan lagi.

5. Menepati janji

Ketika berjanji untuk menghadiri pesta ulang tahun atau berjanji kepada bos untuk melakukan pekerjaan lebih banyak, tak perduli kapan dan dimana serta terhadap siapapun, selalu ingatlah untuk menepatinya. Sekali saja ingkar janji maka akan membuat orang lain kehilangan kepercayaan terhadap Anda, hal mana akan sulit terkompensasi.

6. Belajar mampu berkomunikasi secara efektif

Cara berkomunikasi termasuk komunikasi lisan dan tulisan, di dalam wilayah pekerjaan manapun, komunikasi yang efektif selalu merupakan dukungan yang sangat besar bagi karier. Tak perduli pada hubungan email kelompok ataupun gerak- gerik dan pembicaraan dalam rapat, cobalah menantang diri sendiri dan mengubah metode komunikasi yang seperti biasanya.

Misalnya “Lain kali di dalam rapat, jangan terburu-buru menyatakan pikiran diri sendiri. Sebaliknya, tenanglah dulu, dalam hati hitunglah sampai angka 5, bila selesai menghitung sampai angka 5 masih saja merasa pikiran tersebut berkaitan sekali dengan topik yang didiskusikan, barulah disampaikan. Bila Anda termasuk golongan pemalu, boleh menyatakan “saya sedang memikirkannya” dan lain-lain, hendaknya dicegah untuk selalu mempertahankan kebungkaman”. (Pur)

Bersambung

Share
Tag: Kategori: KELUARGA

Video Popular