Oleh: Gianluca Sarri

Bagi para penggemar Star Wars pada umumnya, lightsaber mungkin merupakan senjata paling keren yang pernah ditampilkan di layar lebar. Perkelahian lightsaber tampak begitu elegan sehingga mereka dapat menghipnotis kita sebagai pemirsa, dan meskipun tidak semua dari kita mungkin memiliki Force yang cukup kuat di dalam pembuluh darah kita, lightsaber di tangan kanan adalah senjata paling mematikan yang dapat ditemukan di alam semesta.

Ide di balik lightsaber sesungguhnya adalah jenius dan sederhana: ringan dan sangat kuat, yaitu menggunakan pedang energi tidak hanya untuk mengiris para pengikut Dark Side dalam satu pukulan, tetapi juga bertindak sebagai perisai yang efektif terhadap tembakan laser. Jadi mengapa kita tidak memiliki lightsaber yang mampu bekerja dalam kehidupan nyata? Tentunya fisikawan yang membuatnya harus cukup pintar (dan juga penggemar berat Star Wars tentunya) untuk dapat menghasilkan salah satu obyek yang luar biasa ini.

Cara yang jelas untuk membuat lightsaber ialah menggunakan laser, yang dapat dilihat sebagai sinar yang sangat terang dan cahaya yang terarah. Namun meskipun teknologi laser terus berjalan menuju perkembangan yang lebih efisien dan praktis, hal itu masih jauh dari penggunaan lightsaber. Mari kita lihat mengapa.

Tantangan pertama adalah membuat pisau lightsaber Anda dalam ukuran yang dapat diterima, katakanlah sekitar tiga kaki atau lebih. Untuk melakukan ini, Anda harus membuat sinar laser yang berhenti di titik tertentu. Ini tidak akan mudah karena cahaya memiliki kecenderungan alami untuk tetap bepergian jika tidak menemui hambatan / pembatas.

Salah satu solusi yaitu bisa dengan menempatkan cermin kecil di ujung pedang. Namun bisa Anda bayangkan betapa memalukan hal itu di medan perang yang sesungguhnya dengan lightsaber yang dikelilingi oleh struktur pendukung berupa cermin kecil di ujungnya? Selain menjadi benar-benar rapuh, pedang tersebut tidak akan mampu menyakiti siapa pun.

Masalah kedua adalah bahwa pedang terebut akan membutuhkan banyak daya untuk dapat mengiris melalui bahan laser. Laser pengelasan memang telah banyak digunakan dalam industri untuk melakukan tugas memotong besi maupun baja, tetapi mereka biasanya memerlukan beberapa kilowatt daya. Catu daya untuk laser ini sangat besar dan tentu saja tidak cocok di gagang kecil lightsaber. Plus Anda akan membutuhkan mekanisme pendinginan yang cukup jika Anda tidak ingin gagang menjadi super panas dan melelehkan tangan Anda.

Selain itu efek menakjubkan dari perkelahian lightsaber akan susah diwujudkan. Dua lightsaber berbasis laser tidak akan berbenturan satu sama lain. Mereka hanya akan melewati satu sama lain tanpa efek benturan. Terlebih lagi, laser memfokuskan cahaya dalam satu arah secara begitu tajam sehingga Anda tidak akan bias melihatnya kecuali jika Anda melihat langsung ke bawah porosnya. Ini adalah alasan mengapa laser yang digunakan di klub-klub malam perlu asap atau kabut untuk dapat dilihat dengan mata telanjang.

Tapi hal itu tidak lantas membuat lightsaber tidak bisa diwujudkan. Tidak ada yang pernah mengatakan lightsaber harus didasarkan pada teknologi laser. Sebuah alternatif sudah ada dalam bentuk plasma. Plasma adalah gas yang secara efektif begitu panas sehingga atom dapat dipecah menjadi komponen yang lebih mendasar, yaitu elektron dan inti atom. Mereka dapat dihasilkan dengan menerapkan muatan listrik kuat dari gas (petir adalah contoh) dan mampu mempertahankan suhu panas membakar setinggi jutaan derajat Celcius.

Yang paling menarik, plasma panas cenderung memancarkan warna yang berbeda tergantung dari gas apa mereka terbuat. Misalnya, lampu neon hanyalah sebuah tabung yang diisi dengan gas neon dalam keadaan plasma. Lightsaber hijau milik ksatria Jedi bisa dibuat dari plasma klorin, yang memancarkan cahaya dominan hijau, sedangkan lightsaber merah dari penjahat Sith bisa dibuat dari helium, yang sebagian besar memancarkan spektrum warna antara merah hingga ungu.

Bagaimana kemungkinan sebuah lightsaber berbasis plasma dalam prakteknya? Sebuah catu daya kecil nan kuat yang tersembunyi di gagang bisa melekat pada filamen yang panjang dan kecil yang membawa debit listrik dan mengepulkan beberapa gas di sekitarnya. Ketika Anda menyalakannya, filamen akan menjadi pijar dan gas di sekitarnya akan berubah menjadi plasma, memancarkan warna di setiap arah. Panas yang dihasilkan oleh plasma seketika akan mencairkan benda yang disentuhnya, memotong bersih seperti pedang besi.

Anda mungkin masih memiliki satu atau dua masalah dalam membuat segalanya menjadi satu dalam sebuah gagang pedang dimana Anda akan menyimpan gas yang akan terus dapat menggembungkan filament, dan cukup kokoh untuk menahan pukulan dari lightsaber lain, namun itu adalah sebuah awal yang baik. Bagaimanapun, Kekaisaran Galactic tidak dapat dibangun dalam sehari saja. (Osc)

Gianluca Sarri merupakan dosen di Sekolah Matematika dan Fisika, Universitas Queen di Belfast, Irlandia Utara.

Share
Tag: Kategori: SAINS SAINS NEWS

Video Popular