Foto Gao Zhisheng ketika berada di rumahnya di Shaanxi pada 19 Desember 2015, diambil oleh masyarakat pemerhati yang datang menjenguknya. (foto internet)

Oleh : Wen Sufan – Epochtimes

Baru-baru ini, foto pengacara HAM terkemuka Gao Zhisheng pada tempat kediamannya di Shaanxi, Tiongkok, beredar di jaringan internet Tiongkok. Kondisi mental dan fisik Gao dalam foto tampak jauh lebih baik dibandingkan saat ia baru dibebaskan dari tahanan. Kondisi ini melegakan hati masyarakat yang menaruh perhatian kepadanya.

Seperti berita yang disebutkan di jaringan bahwa foto-foto tersebut diambil oleh masyarakat pemerhati yang mendatangi rumah Gao di Shaanxi pada 19 Desember 2015. Menurut mereka : “Kondisi baik mental dan fisik Gao Zhisheng terlihat cukup baik”.

Suasana rumah Gao di Shaanxi masih tak jauh berbeda dengan gambar hidup yang direkam oleh reporter Associated Press  melakukan wawancara pada bulan September tahun lalu. Gambar menunjukkan bahwa tidak perlu khawatir terhadap kondisi mental dan fisik Gao.

Berita yang beredar di jaringan internet Tiongkok sebelumnya adalah Gao telah menulis sebuah surat ucapan terima kasih kepada aktivis HAM terkemuka Hu Jia dan meminta bantuannya untuk menyampaikan rasa terima kasihnya kepada seluruh masyarakat dan teman-teman yang telah menaruh perhatian kepadanya. Dia meminta mereka yang meminjam alasan membeli buah jujube (angco) dagangan abangnya untuk memberikan sumbangan kepada keluarga Gao agar menghentikan hal itu karena keluarga harus bekerja ekstra untuk mengembalikan dana-dana itu.

Gao Zhisheng baru dibebaskan dari 3 tahun penjara pada 7 Agustus 2014 setelah 9 hari sebelumnya salah satu dalang dalam menganiaya Falun Gong yakni Zhou Yongkang diadili secara terbuka. Gao mengalami penyiksaan dalam tahanan yang membuat fisiknya menurun tajam, daya ingatnya dan kemampuan berbahasa terganggu. Ia juga masih terus diawasi secara ketat setelah kembali ke rumah. Sampai-sampai untuk berobat gigi ke dokter di Xi’an tidak diijinkan dengan alasan ‘demi keamanan nasional’.

Pada 23 September 2015, Associated Press merilis video wawancara dengan Gao. Saat itu Gao ada meminta AP unntuk tidak mempublikasikan rekaman itu sebelum kiriman kedua naskah buku tulisannya sampai di luar negeri dan dipublikasikan.

Dalam bukunya Gao meramalkan bahwa kediktatoran Partai Komunis Tiongkok akan berakhir pada 2017. Ia mengatakan peristiwa itu adalah wahyu yang ia terima dari Tuhan. Ia juga secara garis besar menguraikan pembentukan negara demokrasi setelah runtuhnya PKT. Buku ini juga mengisahkan secara rinci tentang penyiksaan yang ia alami selama berada dalam tahanan. (sinatra/asr)

Share

Video Popular