Keterangan foto: Dalam ucapan Selamat Tahun Baru ketika Xi Jinping membahas rakyat Tiongkok berperang melawan Jepang hingga kegiatan memperingati 70 tahun kemenangan dunia melawan fasisme, ia mengungkit kembali slogan “prinsip kebenaran bahwa keadilan pasti menang, perdamaian pasti menang dan rakyat pasti menang” yang dideklarasikannya pada parade militer Beijing pada 3 September 2015 lalu.

Oleh: Xie Tianqi

Pada 31 Desember 2015, Xi Jinping melalui siaran radio serta CCTV menyiarkan ucapan Selamat Tahun Baru 2016. Xi Jinping membicarakan tentang reformasi, anti-korupsi, menyatakan bahwa tahun 2015, perang melawan korupsi dilaksanakan secara mendalam, reformasi total berkekuatan penuh dan secara khusus membicarakan tentang Reformasi system Yudisial. Pada 2016 akan berusaha keras membangun keindahan alam politik.

Pada 9 November 2015, situs caixin.com yang mempunyai hubungan erat dengan kubu Xi Jinping menerbitkan “Majalah mingguan Caixin”, berita sampulnya adalah “Hari Perhitungan.” Pada 30 November 2015, Situs Caixin menerbitkan artikel yang menghimbau untuk mendirikan “Komisi Kebenaran”, membahas tentang penyelidikan kejahatan kekuasaan diktator yang melanggar HAM, mengusut dan peradilan pidana serta “Perubahan bentuk Keadilan” dan lain-lain kata sensitif. Jumlah informasi yang dibahas oleh artikel itu dari judul hingga isi sangat berlimpah dan berani, misalnya seperti kata-kata “Kebenaran yang tersesat”, “Kejahatan HAM yang dilanggar dimasa kediktatoran”, “Mengetahui kebenaran adalah hak asasi” dan lain-lain, nampak sangat berlawanan dengan lingkungan media Partai Komunis Tiongkok/ PKT.

PKT kelompok Jiang Zemin menindas Falun Gong sudah berlanjut selama 16 tahun ini, praktisi Falun Gong yang ditahan, kamp kerja paksa, divonis, disiksa, dianiaya hingga mati dan perampasan organ hidup menyangkut jutaan orang. Hal itu adalah tindak kejahatan terhadap kemanusiaan yang paling serius yang masih ditutupi di daratan Tiongkok dewasa ini.

Pada saat ”Memukul Harimau” semakin mendekati klan Jiang Zemin, pada akhir tahun Xi Jinping berturut-turut menegaskan akan mengarahkan perang anti-korupsi “Ke arah yang lebih dalam.” Menekankan slogan 12 kata yakni “Keadilan pasti menang, Perdamaian pasti menang, Rakyat pasti menang.” Hal ini selain bermakna panah penangkapan Jiang Zemin telah siap diluncurkan dari busurnya, juga mengindikasikan kejahatan anti kemanusiaan Jiang Zemin pasti akan diperkarakan.

Tidak hanya itu, dalam ucapan Selamat Tahun Baru Xi Jinping juga mengungkap sinyal yang lebih dalam untuk mencampakkan PKT. Tahun ini adalah ucapan Selamat Tahun Baru yang ketiga dari Xi Jinping. Berbeda dengan ucapan Selamat Tahun Baru pemimpin PKT yang lalu, dalam kalimat ucapan selamat Xi Jinping selama tiga tahun hampir tidak ada kata jargon partai yang sering terlihat di media partai serta kalangan pejabat PKT, sebaliknya, acapkali berpadu dengan istilah-istilah popular saat itu dan kata-kata yang sedang nge-tren dibicarakan dalam internet.

Ucapan Selamat Tahun Baru 2016 Xi Jinping kira-kira 1240 kata, diantaranya muncul 12 kali “kita” dan 7 kali “Negara kita,” sekalipun tidak pernah menghubungkan langsung dirinya sendiri dengan PKT.

Ketika media resmi menginterpretasi beberapa detail di dalam kantor Xi Jinping di Zhongnanhai, menyebutkan secara khusus buku-buku yang berada di belakang foto Xi Jinping ketika parade militer itu adalah “Kamus Penjelasan Kalimat Kuno” dan “Kamus Besar Bahasa Mandarin.” Yang berada di belakang foto lainnya adalah “Shijing (kitab syair).” Di atas rak buku juga ada “Karya lengkap Laoshe.” Barangkali di rak buku itu juga terdapat buku-buku seperti “Shangshu”, “Liji”, “Zhouyi”, “Chunqiu” dan kitab-kitab klasik lainnya yang mewakili budaya tradisional Tiongkok. Dalam laporan berita itu juga disebutkan satu per satu buku-buku yang berada di atas rak, ada “Kamus Besar Filsafat Tiongkok”, “Teori Modal abad 21”, “Sejarah Dunia” dan buku-buku yang lain. Namun sama sekali tidak disebutkan adanya buku-buku yang bernuansa ideologi komunisme.

Pada 7 November 2015, Xi Jinping bertemu dengan Ma Ying-jeou dengan status pemimpin dari kedua daratan, saling menyebut pihak lain sebagai “Mr”, foto berjabatan tangan melebihi satu menit yang diambil dari jarak dekat itu ditetapkan sebagai fokus. Selanjutnya, latar belakang “Pertemuan Xi dan Ma” yang ditentukan sendiri oleh Xi Jinping itu telah diekspos. Tindakan “Pertemuan Xi dan Ma” yang memecah kebuntuan selama 66 tahun itu mengundang perhatian kalangan internasional. Kalimat ucapan Selamat Tahun Baru Xi Jinping yang menekankan pertemuan “Saya dan Mr. Ma Ying-jeou” serta “Aspirasi umum rekan sebangsa dari kedua pihak”, sama sekali tidak bercorak PKT, tindakan ini sama saja dengan membenarkan bahwa ia sedang menerobos keluar dari kerangka PKT selama ini dan berjalan di atas jalurnya sendiri.

Ada lagi yang lebih istimewa. Disaat ia membicarakan tentang “Perang alot mengentas kemiskinan” dan memastikan semua warga miskin di pedesaan terlepas dari kemiskinan sesuai jadwalnya, Xi Jinping mengatakan, “Membuat kehidupan puluhan juta penduduk miskin pedesaan membaik adalah angan-angan dalam hati saya.”

Berbagai krisis sosial di Tiongkok termasuk kesenjangan antara kaya dan miskin, berakar pada kediktatoran PKT. Xi Jinping mengatakan puluhan juta penduduk miskin di pedesaan “adalah angan-angan dalam hati saya,” bukan “angan-angan dari partai pusat.” Selain mengindikasikan memisahkan diri dari sistem komunisme, lebih dari itu juga merefleksikan banyak inisiatif kebijakannya sedang menghadapi hambatan bahkan serangan balik dari sistem komunis serta kelompok yang berkepentingan.

Kejahatan Jiang Zemin saling bersandaran dengan sistem komunis. Sejak Mei 2015 hingga hari ini, di daratan Tiongkok bermunculan arus besar penuntutan Jiang, sudah ada 200 ribu lebih praktisi Falun Gong beserta keluarganya yang menuntut Jiang Zemin. Hingga hari terakhir tahun 2015, sudah ada lebih dari 223 juta rakyat Tiongkok yang mundur dari PKT serta segala organisasi afiliasinya. Penangkapan dan penuntutan Jiang Zemin serta penceraiberaian sistem komunis, sudah bukan kehendak manusia yang bisa dialihkan, itu sudah berada di dalam ranah peristiwa besar yang pasti akan terjadi. (lin/whs/rmat)

 

Share

Video Popular