Liu Ru – The Epoch Times

Dalam masyarakat modern yang ramai, rumit dan penuh kompetisi, masyarakat pada umumnya tertarik oleh penampilan luar yang indah dan hasil yang luar biasa dari para pengusaha sukses. Siapa kira penampilan yang mencolok ini, semuanya diperoleh dengan mengikuti hukum sederhana orang zaman dahulu.

“Orang yang berhasil memperoleh hati masyarakat, menguasai dunia” merupakan ajaran leluhur yang dikenal benar oleh orang Tionghoa, dia bukan saja merupakan kearifan bagi raja-raja untuk merebut kekuasaan negara dan keberhasilan mencapai kemakmuran, juga merupakan hukum inti menuju sukses yang abadi sejak zaman dahulu bagi rakyat jelata dalam mengelola keluarga maupun mensukseskan usaha.

Jika Anda dapat mengerti hal ini, maka tak peduli berada di pelosok dunia mana pun, jika ingin memulai suatu usaha, semua akan menuju keberhasilan. Jika Anda dapat selalu mempertahankan hukum ini sejak awal, maka kemuliaan yang pernah Anda dambakan, juga dapat ada pada diri Anda.

Di Jepang, saya pernah menjumpai seorang penata rambut yang berasal dari daratan Tiongkok, ingin memulai usaha salon sendiri di Jepang, bahkan telah memperoleh kualifikasi waralaba di Jepang. Bersama seorang teman dengan susah-payah dia memulai usaha salon kecil-kecilan, dan memasang iklan di surat kabar. Pada awalnya, tamu yang datang tidak banyak, sehingga ia merasa sangat cemas apakah iklannya yang kurang bagus, kurang menarik. Lalu ia meminta agar pihak surat kabar menuliskan sebuah artikel yang agak detail. Saya sebagai wartawan pergi mengunjungi salonnya.

Saya menemukan, dia sangat memerhatikan kesempurnaan foto-foto di salonnya, bahasa artikelnya apakah sudah cukup memperindah teknik dan pelayanan yang disediakan, meskipun dapat mengerti keinginan dan keresahannya yang bertujuan untuk segera menaikkan hasil. Namun saya benar-benar menyadari bahwa sebaik apa pun bahasa artikel yang ditulis, seindah apa pun iklan dibuat, bila tidak ada sesuatu yang mampu menambat hati masyarakat, meskipun orang-orang telah tertarik pada iklan dan datang, namun tidak memperoleh pelayanan yang benar-benar baik, maka tidak juga akan dapat membuat para tamu menjadi pelanggan. Akan sangat sulit untuk mampu berdiri di bidang usaha salon di Jepang, yang persaingannya sangat ketat.

Maka saya mengajukan sebuah pertanyaan yang di luar dugaannya: “Mengapa Anda ingin bekerja dalam bidang usaha ini, apa yang menyebabkan Anda memilih Jepang untuk belajar kecantikan dan tata rias rambut, apakah Anda mempunyai impian dan keyakinan? Apakah keinginan Anda hanya untuk memperoleh uang?”

Pertanyaan saya merupakan sebuah kejutan, namun justru telah membuat mereka mengenang kembali maksud semula yang mungkin sudah lama dilupakan, sedikit demi sedikit mereka mengenang kembali masa lalu. Temannya berkata, sejak sekolah menengah sudah tidak puas dengan potongan rambut di salon, dan sangat suka mendesain sendiri potongan rambutnya, juga mendesainkan rambut teman-temannya, semua memuji bakatnya, sehingga membuat hatinya sangat tertawan. Ketika melihat teman-temannya berubah menjadi tampan, merasa sangat senang, semua menganjurkan, kalau memiliki bakat ini, mengapa tidak menekuni bidang pekerjaan ini saja.

Dia sangat tersentuh oleh saran dari teman-temannya, katanya: Tahukah Anda bahwa saya sama seperti dia, pernah magang dikarenakan oleh hobi, pernah menata rambut artis, kemudian untuk mempelajari teknik tata rambut dari Jepang, datang ke negeri ini, namun saya justru tidak merasa bahwa teknik tata rias saya kalah dengan orang Jepang.

Satu hal yang membuat saya paling tidak puas dengan tata rambut Jepang adalah pola berpatrun tetap. Berbagai gaya tata rambut telah ditetapkan, agar pelanggan menentukan pilihan sendiri, setelah dipilih lalu dipotong dengan hasil seolah-olah pelanggan telah mengenakan rambut palsu, jika pelanggan diberi servis seperti ini, maka lebih baik memilih rambut palsu di toko untuk dikenakan, manusia tidak mungkin tumbuh dengan paras yang sama, karena pekerjaan dan karakternya tidak sama maka tata rambut yang sesuaipun tidak mungkin sama, saya benar-benar sangat membenci pola tata rambut seperti ini.

Dapat membuat setiap orang memiliki karakternya sendiri, memiliki pola tata rambut yang sesuai dengan dirinya, barulah merupakan impian saya, telah bertahun-tahun saya terus memikirkan masalah ini, saya sekarang justru akan melakukan hal tersebut, harus mengubah layanan yang bersifat mekanis yang tidak dapat benar-benar mempertimbangkan kebutuhan yang langsung berhubungan dengan pihak konsumen.

Setelah mendengar suara hati mereka, saya tertawa gembira, berkata dengan memberikan dorongan kepadanya: Apakah Anda mengetahui, Anda memiliki sebuah niat hati yang benar-benar bertanggungjawab terhadap keindahan pelanggan, servis seperti ini, di Jepang, perlu biaya yang tinggi untuk mendapatkannya, merupakan barang yang sangat mewah.

Namun jika Anda dapat mewujudkan impian menjadi indah bagi pelanggan umum, dan dapat dipercaya, siapa yang tidak berharap dapat mengunjungi salon Anda, siapa yang tidak mengharapkan untuk mendapatkan layanan yang tulus memikirkan diri mereka? Anda telah memberikan solusi atas kerisauan hati mereka, di dunia ini ada hal apa yang dapat lebih membuat orang tertarik hatinya, betah, dan tersentuh? Bukankah kita sendiri juga mengharapkan ketulusan orang lain? Bila Anda dapat memperlakukan orang dengan ketulusan, ditambah dengan bakat dan teknik Anda, sesungguhnya Anda tidak perlu mengkhawatirkan keberhasilan usaha Anda.

Kata-kata saya baru selesai diucapkan, dia bagaikan baru sadar dari dalam mimpi, kecemasan dan kesedihan wajahnya telah sirna sama sekali, dengan mencerminkan keyakinan penuh, berterimakasih atas peringatan dari saya.

Saya katakan, itu adalah niat awal dan maksud semula, Anda memiliki kemampuan dan tekat, hendaknya jangan sampai melupakan moralitas seperti yang dikatakan oleh orang zaman dahulu, membuka usaha adalah menjadi manusia, adalah untuk memperoleh hati masyarakat, bukan untuk uang, juga tidak berfokus pada uang, maka Anda pasti akan memiliki uang, itu adalah hasil alamiah. Saya juga mengingatkan dia, setelah Anda sukses, jangan lupa, selamanya jangan melupakan maksud awal Anda, jangan setelah memiliki banyak uang berubah menjadi congkak dan lebih mementingkan uang dari pada kepercayaan orang, sehingga layanan Anda luntur.

Meskipun saya tidak lagi berjumpa dengannya, namun wajah dengan senyuman secerah sinar Matahari ketika berpisah, selalu muncul dalam hati. Dengar kabar, belakangan usaha salonnya sangat maju, saya sungguh mengharapkan orang yang berniat membangun usaha seperti dia, selalu ingat kearifan terindah dan terbaik dari orang Tionghoa zaman dahulu:

“Orang yang memperoleh hati masyarakat akan menguasai dunia, karena selalu disertai oleh kearifan moral sehingga usaha Anda mendapat perlindungan Tuhan, dan menjadi makmur dari hari ke hari”. (Fdz)

Share
Tag: Kategori: Uncategorized

Video Popular