Microsoft telah mencatat prestasi terbaik dengan menorehkan lebih dari 200 juta perangkat Windows 10 di dunia. (Taiwan Microsoft)

Hanya dalam waktu singkat selama beberapa bulan, sistem operasi baru Windows 10 telah diinstal dengan cepat oleh para pengguna di seluruh dunia, kata Yusuf Mehdi, wakil presiden Microsoft bidang pengembangan Windows dalam blog resminya beberapa waktu lalu. Namun, dokumen yang dipublikasiknnya itu seketika memicu perdebatan sengit, karena data statistik Windows 10 mengungkapkan tentang rahasia pengguna yang dipantau.

Laman ExtremeTech, Kamis 7 Januari lalu menyebutkan, bahwa tingkat pemasangan Windows 10 adalah 140%-nya dari Windows 7, dan hampir empat kali lipat dari Windows 8. Selain itu, wakil presiden Microsoft bidang pengembangan Windows, Yusuf Mehdi juga mempublikasikan data terkait Windows 10 dalam posting blognya.

Dalam postingnya, Mehdi menyebutkan bahwa di antara pengguna Windows 10, dimana hanya pada bulan Desember 2015 saja, pengguna menghabiskan 44,5 miliar menit waktunya di Microsoft Edge. Sementara itu, sejak peluncuran Cortana, lebih dari 2,5 miliar pertanyaan yang diajukan pengguna saat menggunakan asisten virtual tersebut. Selain itu, jumlah pencarian menggunakan mesin pencari Bing juga lebih dari 30% dibandingkan versi Windows sebelumnya.

Sementara itu, ada lebih dari 82 miliar foto yang dilihat dalam App Photo Windows 10, dan dalam App game di Windows 10 pada 2015 lalu, gamers menghabiskan lebih dari 4 miliar jam bermain games di perangkat Windows 10 mereka. Dan waktu yang dihabiskan dari Xbox One game streaming ke PC Windows 10 juga lebih dari 6,6 juta jam

Namun, postingan Mehdi seketika memicu kekhawatiran pengguna. Pasalnya, mereka mempertanyakan Microsoft yang sedang memantau setiap gerak-gerik pengguna, seperti misalnya berapa banyak data pengguna yang menginstal Windows 10. Jumlah data pengguna yang menggunakan browser Edge (Microsoft juga kemungkinan memantau berapa banyak orang yang menggunakan browser lain) ; frekuensi pengguna yang menggunakan Cortana dan memantau sejumlah besar kebiasaan pengguna dalam berselancar di internet.

Penulis jurnal teknologi, Ed Bott mengatakan, bahwa pengumpulan data telemetri ini merupakan praktek standar Microsoft, Apple dan Google. Sebagai contoh, Google pada dasarnya melacak setiap gerak-gerik pengguna Android. Bott juga menyanggah dan sangat curiga dengan teknik pengumpulan data anonim Microsoft, karena yang disebut data anonim itu sangat mudah dipecahkan. Selain itu, media sosial populer sekarang juga mengumpulkan sejumlah besar data pengguna. (Jhon/asr)

Share

Video Popular