Penanganan sisa lauk pauk yang tidak tepat dapat membahayakan kesehatan. (Epochtines)

Hemat adalah suatu hal yang baik, namun, jika sisa lauk pauk yang tidak habis dimakan itu kemudian disimpan untuk disantap lagi nanti atau keesokannya, maka ini bukanlah hal yang patut dipuji. karena penanganan makanan sisa  yang tidak tepat dapat membahayakan kesehatan tubuh, ibarat keuntungan tidak dapat menutupi kerugian.

Demi kesehatan, dianjurkan sebaiknya jangan lagi menyantap makanan sisa semalam berikut ini :

1. Sayur

Aroma dan rasa dari sisa sayuran yang ditumis itu sudah sangat jauh berbeda jika disimpan untuk dimakan lagi nanti, selain itu juga dapat memicu risiko kanker. Bumbu garam yang umumnya dipakai sebagai penyedap saat memasak itu dapat membuat sayuran sisa menghasilkan nitrit, yang akan membuat aroma maupun rasa sayuran itu turun drastis. Nitrit akan membentuk nitrosamine setelah meresap ke dalam tubuh, dan sekadar diketahui, nitrosamine adalah senyawa karsogenik (penyebab kanker) yang sangat kuat reaksinya. Jadi, jika sering menyantap sayuran sisa itu dapat meningkatkan risiko kanker.

2. Seafood (makanan laut)

Makanan laut yang segar, aroma harum yang menusuk hidung adalah hidangan yang digemari banyak orang, karena ia mengandung sejumlah besar asam lemak tak jenuh, sangat berkhasiat dalam mencegah penyakit kardiovaskular dan serebrovaskular. Namun, aroma dan rasa masakan laut itu sudah hilang jika disimpan semalam. Dan perlu diketahui, dalam hidangan laut hasil tangkapan itu mungkin saja mengandung sejumlah besar parasit dan bakteri, meskipun sejumlah besar telah terbasmi saat diolah di bawah suhu tinggi, namun, jika hidangan laut sisa ini disimpan untuk disantap lagi nantinya, maka parasit dan bakteri di dalamnya itu akan “hidup kembali”. Dan imbasnya tentu saja sangat rentan merusak lambung, menyebabkan sakit perut dan gejala diare.

3. Makanan yang digoreng

Aroma makanan yang digoreng memang harum, gurih dan renyah rasanya, hampir disukai semua orang. Namun, sisa makanan gorengan yang digoreng lagi, rasanya sudah tidak gurih dan renyah lagi, lagipula minyak dalam makanan gorengan akan membentuk akrilamida, yaitu karsinogen (zat penyebab kanker) jika dipanaskan lagi untuk kedua kalinya. Oleh karena itu, makanan yang digoreng sebaiknya disantap ketika digoreng pada saat itu juga.

4. Sup (kuah)

Sup adalah salah satu hidangan yang mutlak dalam menu orang Tionghoa, segenap nutrisi dari komposisinya itu meresap ke dalam sup. Minum sup dulu sebelum makan dapat melembabkan kerongkongan sekaligus juga dapat mendorong peristalsis (pencernaan). Sekadar diketahui, bahwa sup yang dimasak terlalu lama, atau dipanaskan kembali itu, sebenarnya sudah tidak ada lagi nilai nutrisinya, terutama sup yang diolah dengan panci besi atau panci aluminium, karena sup yang tidak habis atau tersisa itu dapat bereaksi dengan logam-logam panci ini, dan membentuk zat yang berbahaya bagi tubuh, rentan menyebabkan keracunan makanan.

Sebagai rekomendasi, agar supaya tidak perlu menyantap sayuran atau sup sisa yang notabene tidak baik bagi kesehatan atau pemborosan itu, sebaiknya sesuaikan dengan porsi orangnya saat mengolah masakan. (Epochtime/Jhn/Yant)

Share
Tag: Kategori: KESEHATAN

Video Popular