Konsumsi suplemen untuk kebugaran tubuh dan diet yang mengandung kromium dapat meningkatkan risko kanker.(Internet)

Menurut penuturan ilmuwan seperti dilansir “Daily Mail” Inggris, bahwa penggunaan jangka panjang nutritional chromium supplements atau suplemen kromium kemungkinan dapat meningkatkan risiko kanker.

Kromium adalah suatu mikronutrien yang terlibat langsung dalam metabolisme karbohidrat, lemak, dan protein, suplemen untuk kebugaran tubuh dan penurunan berat badan umumnya mengandung mineral ini. Namun, tidak tertutup kemungkinan, bahwa kromium juga dapat meningkatkan risiko kanker.

Chromium yang kemungkinan dapat memicu karsinogenik ini terkenal berkat film yang diangkat dari kisa nyata berjudul “Erin Brockovich” yang dibintangi aktris Julia Roberts, dimana dalam film tersebut menceritakan tentang pencemaran kromium pada persediaan air minum di sebuah kota kecil Hinkley, California. Penggunaan kromium mengkontaminasi air yang dipergunakan sebagai kebutuhan hidup 300 orang warga Hinkley sehari-hari. Akibatnya warga Hinkley mengalami keracunan Chromium. Dan dampak dari keracuan tersebut, hampir seluruh warga setempat menderita pusing, kanker, tulang kropos, keguguran, infeksi pernapasan, dan sebagainya, meski kenyataan tersebut baru bisa diketahaui satu tahun kemudian.

Umumnnya, kromium terdiri dari dua bentuk : “kromium trivalent” dan “kromium heksavalen”. Sebagaimana diketahui, “kromium heksavalen” (kromium bervalensi 6) adalah oksidan yang kuat, sangat besar dampak buruknya bagi kesehatan tubuh manusia ; sedangkan “kromium trivalent” adalah mikronutrien yang mutlak bagi tubuh, kromium trivalent atau kromium bervalensi 3 ini, dapat digunakan sebagai pengobatan ekstra terhadap diabetes dan meningkatkan efek dari obat diabetes dan insulin setelah diolah menjadi suplemen makanan.

Sebuah penelitian baru di Australia menemukan, bahwa kromium yang meresap ke dalam sel akan berubah menjadi karsinogen, atau yang disebut “hexavalent chromium.” (kromium bervalensi 6). Para peneliti menemukan bahwa kromium 3 yang terkandung dalam suplemen makanan dapat dioksidasi dalam tingkat tertentu dan menjadi karsinogenik setelah meresap ke dalam sel.

Dalam penelitian baru itu, tim dari University of Sydney menyuntikkan kromium 3 ke dalam sel lemak hewan, kemudian menggunakan teknik fluoresensi sinar-X mengamati sel yang telah diproses sebelumnya, dan hasilnya mereka menemukan kromium dalam sel-sel itu teroksidasi, kehilangan elektron dan berubah menjadi senyawa karsinogenik (senyawa penyebab kanker).

Oleh karena itu, penggunaan cairan suplemen gizi yang mengandung kromium secara berlebihan itu, dimana diltilik dari hasil penelitian terkait, telah menambah kekhawatiran peneliti terhadap masalah kesehatan masyarakat. Hasil penelitian tersebut telah dipublikasikan di jurnal “Angewandte Chemie” Jerman edisi terbaru.

Saat ini, mekanisme dari efek kromium di dalam tubuh itu masih perlu diteliti lebih lanjut. Menurut “US National Academy of Science”, bahwa kromium hingga 200 mikrogram itu adalah dosis asupan makanan yang ideal dan aman bagi orang dewasa.

Sementara itu, “Australia’s National Health and Medical Research Council Nutrient Reference Values” kini juga sedang mengkaji apakah asupan 25-35 mcg kromium per hari yang direkomendasikan itu cocok bagi orang dewasa.

Namun, para peneliti menyarankan bahwa sebelum mengonsumsi suplemen gizi yang mengandung kromium itu, sebaiknya dipertimbangkan kembali. (Secretchina/Jhn/Yant)

Share
Tag: Kategori: KESEHATAN

Video Popular