Zhou Shaoping menyesali operasi pembesaran payudara yang ia lakukan pada belasan tahun silam. (foto internet)

Media Tiongkok baru-baru ini memberitakan, seorang wanita bernama Zhou Shaoping warga Huoshan County, Anhui, Tiongkok. Dia yang kini berusia 40 tahun pada belasan tahun silam telah melakukan operasi pembesaran payudara di sebuah klinik kecil.

Operasi membuat ia yang berberat badan kurang dari 50 kg saat itu memiliki payudara yang cukup menantang, sehingga dalam waktu tidak lama ia bisa menemukan seorang pria yang bersedia menikahinya. Yang terpikir oleh Zhou Shaoping ketika itu tentu adalah sebuah happy ending bagi masa depannya, namun di luar dugaan itu justru merupakan awal dari mimpi buruknya.

Tidak lama setelah menikah ia melahirkan seorang bayi perempuan yang sehat, keluarga bertiga hidup dalam suasana rukun harmonis. Di awal menyusui bayinya itu, ia menemukan air susunya berwarna tidak putih dan mengandung cairan berwarna kekuning-kuningan.

Sampai 3 bulan kemudian ia baru teringat bahwa benda yang digunakan untuk membesarkan payudaranya adalah dalam bentuk cairan. Karena curiga terjadi kebocoran pada bagian dalam dari payudara buatan, maka ia menghentikan pemberian ASI kepada putrinya itu.

Namun malang baginya, bayinya itu sudah didianogsa dokter menderita lumpuh otak atau cerebral palsy. Karena ini suaminya menceraikan Zhou. Sampai sekarang, Zhou masih sering merasakan nyeri di payudaranya, itu mungkin akibat dari operasi pembesaran dulu.

Semua orang pasti mau cantik! Tetapi jangan lupa mempertimbangkan akibat ! Sebelum melakukan operasi kecantikan perlu dipikirkan terlebih dulu untung dan ruginya. Hal-hal yang berkaitan dengan masalah menyusui anak. Dan tidak lupa untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis setelah kehamilan.

Para ahli menyarankan agar ibu yang melakukan pembesaran payudara dengan cara menyuntikkan bahan Amazingel, atau nama ilmiahnya hydrophilic polyacrylamide gel untuk tidak menyusui anak bayinya. Karena bahan tersebut bisa mengalir seperti jelly, ia disisipkan di antara selaput lobular dan diktal yang bisa mengakibatkan tersumbatnya saluran air susu karena terjadi adhesi, menyebabkan endapan berlebihan pada air susu yang akan memicu gejala mastitis. Produk degradasinya merugikan kesehatan bayi yang bila parah bisa menimbulkan penyakit kanker.

Para wanita yang melakukan operasi pembesaran payudara juga diimbau sebelum kehamilan bisa mengeluarkan bahan-bahan pembesar payudara khususnya terhadap bahan yang sudah ada larangan penggunaannya oleh pemerintah untuk menghindari resiko yang mengancam ibu dan bayi pasca kelahiran. (Secretchina/Sinatra/asr)

Share

Video Popular