Suasana lokasi teror di kawasan Sarinah, Jakarta (Oscar Siagian/Getty Images)

Khawatir terjadi serangan teror seperti di Jakarta, Filipina yang juga menghadapi ancaman serangan teror dari dalam negerinya, mendesak pihak militer untuk meningkatkan kesiagaan.

Juru bicara militer Filipina Restituto Padilla kemarin sore mengumumkan, “Mulai saat ini, pihak militer Filipina memberlakukan siaga tinggi bagi seluruh jajaran militer di seluruh wilayah Filipina. Dalam keadaan darurat, militer dapat segera merespon.”

Ketika ditanya apakah wilayah Filipina juga menghadapi ancaman yang sama dari serangan bom, Padilla menjawab : “Sampai saat ini tidak terpantau adanya ancaman demikian, namun pihak keamanan akan terus aktif memonitor situasi untuk menghindari terjadinya serangan teroris.”

Sebelumnya, Padilla mengeluarkan pernyataan bersama dengan pihak Kepolisian Bersenjata Filipina yang berisi tentang unit keamanan Filipina telah menemukan adanya ‘ancaman dari kelompok baru’, untuk itu menghimbau masyarakat luas untuk bekerja sama dengan pihak keamanan dalam menanggapi ancaman yang mungkin terjadi.

Padilla menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan ‘ancaman dari kelompok baru’ itu adalah kelompok BIFF (Bangsamoro Islamic Freedom Fighters)

Selain itu, Filipina juga menghadapi ancaman dari gerilyawan komunis yang menamakan diri ‘Tentara Rakyar Baru’, organisasi ini oleh pemerintah Amerika juga digolongkan sebagai organisasi teroris. (Sinatra/asr)

Share

Video Popular