Keterangan gambar: Para ilmuwan telah menemukan supernova paling terang dalam sejarah pengamatan manusia selama ini. Terangnya sekitar 5,7 triliun kali dari matahari. (Screenshot Video)

Oleh: Lin Yan

Kamis, 14 Januari lalu, laporan yang dipublikasikan sebuah tim studi internasional menyebutkan, bahwa mereka telah menemukan supernova yang paling terang dalam sejarah pengamatan manusia selama ini. Kecerahannya sekitar 5,7 triliun kali dari Matahari, dan juga jauh lebih terang satu kali lipat dari supernova kedua paling terang dalam sejarah pengamatan manusia.

Laman “The Wall Street Journal” menyebutkan, suopernova bernama ASASSN-15lh ini ditemukan oleh “All Sky Automated Survey for SuperNovae team (ASAS-SN).” Mereka berada di sebuah galaksi yang berjarak sekitar 3,8 miliar tahun cahaya dari Bumi. Menurut para astronom, energi yang dilepaskan seketika oleh supernova ini lebih dari 20 kali dari total semua bintang di galaksi ketika meledak, atau labih dari 10 kali dari tota energi yang dilepaskan matahari dalam 10 miliar tahun.

Para ilmuwan mengatakan, diameter ASASSN-15lh hanya 16 kilometer sebelum meledak.

“Namun, bagaimana bisa bintang yang begitu kecil ini dapat mengeluarkan energi sedemikian besar, ini adalah masih misteri bagi kami,” kata Subo Dong, pemimpin penelitian tersebut.

“Awalnya kami tak yakin apakah benda ini memang supernova. Setelah mendapat gambar beresolusi tinggi dari teleskop Magellan dan Afrika Selatan, saya baru menyadari betapa jauh dan terangnya supernova ini,” kata astronom Nidia Morrell, seperti dilansir dari Nature, Kamis, 14 Januari 2016.

Supernova semacam ini sangat sulit dideteksi karena jarang terjadi dan biasanya ada di galaksi yang bertabur formasi bintang. Menurut keterangan Subo Dong, cahaya terang supernova ini muncul karena perputaran maksimal dari sumbu magnet. Cahaya yang dihasilkan lebih kuat dari supernova biasa, yang mendapat bahan bakar dari hidrogen. ASASSN-15lh sendiri memiliki kadar oksigen yang rendah. (Epochtimes/joni/rmat)

Makalah ini dipublikasikan dalam jurnal “science” edisi Januari 2016.

https://www.youtube.com/watch?feature=player_embedded&v=xsYoFenxZtM

 

 

 

Share

Video Popular