Minum segelas air hangat saat bangun tidur di pagi hari, selain dapat menjaga suhu badan, juga dapat mengurangi risiko infark miokard(Sumber :Paylessimages/Fotolia.

Saat memasuki musim dingin atau musim hujan di daerah tropis, suhu akan ikut turun, agar hati-hati dengan serangan angina pektoris atau angin duduk. Untuk itu Anda disarankan minum segelas air hangat dulu saat bangun pagi, selain dapat menjaga suhu badan, juga dapat mengurangi risiko infark miokard.

Cukup banyak istilah medis untuk angina pektoris atau angin duduk, termasuk penyakit arteri koroner, penyakit jantung koroner, infark miokard. Secara garis besar, semua penyakit yang disebutkan ini mengacu pada suatu jenis penyakit yang sama, namun, ada sedikit perbedaan dalam arti sebenarnya, demikian ungkap dokter bidang penyakit jantung, Liu Liwei di Rumah Sakit Tainan, Taiwan.

Serangan angina mudah terjadi di musim dingin dan pagi hari, terjadinya vasokonstriksi (penyempitan pembuluh darah) karena cuaca dingin, ditambah lagi dengan bangun tidur di pagi hari secara keseluruhan, membuat aktivitas saraf simpatik menjadi kuat, sehingga sangat rentan terjadi infark miokard (serangan jantung karena penyumbatan arteri koroner).

Menurut penuturan dokter Liu Liwei, bahwa penderita angina sebaiknya menjaga badan agar tetap hangat di musim dingin, minum segelas air hangat saat bangun di pagi hari, selain dapat menjaga suhu badan juga bisa menetralisir darah agar tidak terlalu kental, mengurangi risiko yang fatal dari infark miokard.

Selain itu, bagi perokok dan mereka yang memiliki tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, diabetes dan penyakit kronis lainnya, atau memiliki riwayat keluarga infark miokard, adalah kelompok berisiko tinggi terserang infark miokard. Sekadar diketahui, infark miokard tidak lagi identik dengan orangtua, tapi dalam beberapa tahun terakhir ini, kasus infark miokrad yang menimpa para laki-laki dan perempuan muda usia 20, 30-an tahun juga telah meningkat dari tahun ke tahun.

Jika terjadi sesak atau nyeri di dada, Anda bisa coba dulu mengatasinya dengan tablet nitrogliserin, untuk meredakan gejalanya ; jika sudah berkali-kali minum tablet ini tapi tidak juga menunjukkan gejala membaik, maka sebaiknya segeralah memeriksakan diri ke dokter, supaya tidak melewatkan masa pengobatan medis, pungkas dokter Liu Li wei menambahkan.

Dalam lima tahun terakhir ini, angka terjadinya infark miokard akut di Taiwan, tidak hanya semakin menimpa mereka yang berusia muda, tapi juga menunjukkan gejala naiknya infark miokard pada kaum laki-laki, sementara kaum perempuan menunjukkan gejala turun. Infark miokard yang menimpa kaum laki-laki itu 2,8 kali lebih tinggi daripada perempuan, dengan peningkatan terbesar pada laki-laki usia 40 – 49 tahun, meningkat 30% dalam lima tahun terakhir ini. Dan faktor yang menyebabkan penduduk Taiwan menderita tiga penyakit tertinggi itu erat kaitannya dengan makan-minum yang cenderung kebarat-baratan, kurang olahraga dan kegemukan.

Adapun mengenai faktor terjadinya infark miokard pada pria yang jauh lebih tinggi 2.8 kali dari perempuan itu, selain karena konsumsi makanan “terlalu berlemak” yang memicu kegemukan, tingginya tingkat perokok juga merupakan penyebab utama.

Penyakit kardiovaskular secara serius mengancam kesehatan masyarakat, adalah penyakit yang tidak bisa kita abaikan begitu saja, dari perspektif pencegahan secara medis, “daripada mengobati penyakit yang sudah terjadi, lebih baik mencegah/mengobati penyakit yang belum terjadi”, oleh karena itu, di samping pengobatan penyakit, hal yang tak kalah pentingnya adalah bagaimana mendeteksinya secara awal, dan mencegah aterosklerosis itu sejak dari awal, terutama infark miokard akut, kini telah menjadi salah satu faktor utama kematian akibat penyakit jantung, kata Cai Qingbiao, kepala Beitou Health Management Hospital, Taipei, Taiwan.

Secara klinis, tingkat penuaan pembuluh darah anak-anak muda usia 20-an yang setara dengan kasus seperti penuaan pembuluh darah lansia usia 80-an itu adalah hal yang kerap ditemui, demi untuk mencegah dan deteksi dini penyakit kardiovaskular, disarankan kepada masyarakat sebaiknya paling lambat sejak di usia 40 tahun mulai jalani pemeriksaan secara berkala, ujar Cai Qingbiao menambahkan. (Epochtimes/Jhn/Yant)

Share
Tag: Kategori: KESEHATAN

Video Popular