Keterangan foto: Wakil Ketua Komisi Militer PKT Xu Caihou yang melejit karirnya karena dipromosikan oleh Jiang Zemin, Departemen Logistik Umum yang dikuasainya telah ikut terlibat dalam perampasan organ tubuh praktisi Falun Gong hidup-hidup, serta memanfaatkannya untuk membangun gudang organ tubuh manusia terbesar di seluruh dunia demi meraup untung. (Epoch Times)

Oleh: Guo Jilin

Dalam tubuh militer Partai Komunis Tiongkok/ PKT, dengan mengecualikan perorangan, departemen yang paling korup adalah Departemen Logistik Umum. Karena pernah menguasai anggaran militer dan pembangunan infrastruktur, departemen tersebut telah menjadi pusat segala kegiatan korupsi militer. Dan karena Jiang Zemin pada masa kekuasaannya menyisakan satu celah untuk policynya “melarang militer berbisnis”, membuat militer semakin materialistis, mulai melakukan transaksi jual beli organ tubuh hidup untuk meraup keuntungan.

Dalam hal ini, Wakil Ketua Komisi Militer PKT Xu Caihou (1943 – 2015), mantan anggota Politbiro PKT, Wakil Ketua Komisi Militer Pusat dan jenderal Tentara Pembebasan Rakyat) bersama Ketua Komisi Militer PKT yakni Jiang Zemin (secara defacto menguasai militer PKT sejak 1989 hingga 2012) adalah orang yang paling bertanggung jawab.

Menurut informasi, menjelang kematiannya pada Maret 2015, kepala Xu Caihou membengkak luar biasa besar, bahkan istrinya pun tidak pergi menjenguknya. Komentar media asing beranggapan, Xu akhirnya meninggal dunia akibat kanker prostat, prinsip kejahatan dibalas kejahatan berlaku dalam hal ini.

Larang Militer Berbisnis, Jiang Zemin Sisakan Satu Celah

Pada 1998 setelah militer dilarang berbisnis, sejumlah perusahaan militer diserahkan pada pemerintah daerah, tapi “reformasi” pada masa itu tidak tuntas, dan masih menyisakan bagian “layanan berbayar”, yang sebenarnya setali tiga uang. Waktu itu Jiang tidak berkomentar apa pun. Celah “layanan berbayar” ini kemudian menjadi akar musibah bagi militer yang ikut andil dalam merampas organ tubuh hidup-hidup untuk dijual.

Pada 17 April 2015, media RRT “Jinghua Times” mengutip berita dari situs China Military Online, lewat persetujuan Xi Jinping. Pada 2015 akan digelar pembersihan tuntas terhadap layanan berbayar yang dilakukan militer terhadap pihak lain, dan masalah pelanggaran kedisiplinan dan hukum akan diselesaikan secara terfokus. Tim Pengawas Layanan Berbayar Militer telah menerbitkan “Rencana Pekerjaan Pembersihan Tuntas Layanan Berbayar Militer Terhadap Pihak Lain Secara Menyeluruh,” yang akan menerapkan pekerjaan penelusuran pembersihan terlebih dahulu. Pada 24-26 November 2015, Rapat Reformasi Militer digelar oleh pemerintahan Xi Jinping di Beijing. Dalam rilis dokumen resmi, Xi Jinping mengutarakan soal hal penting dalam reformasi militer, diantaranya diungkapkan soal “bertekad menghentikan seluruh layanan berbayar militer”.

Korupsi Oleh Mantan Wakil Kepala Departemen Logistik Gu Junshan

Pada 12 Januari 2013 tengah malam, rumah kediaman mantan Kepala Departemen Logistik Umum Tentara Pembebasan Rakyat yakni letjen Gu Junshan digrebek. Lebih dari 20 orang polisi bersenjata dalam dua baris berdiri saling berhadapan. Peti demi peti berisi minuman beralkohol merk “Maotai” yang terkenal itu yang khusus dipasok kepada militer diangkut dengan dua buah truk militer. Selain itu, yang digrebek juga termasuk sebuah miniatur kapal emas bermakna “kelancaran” bernilai milyaran. Sebuah ember emas besar bermakna “kekayaan yang meluap” yang juga bernilai milyaran, berikut patung Mao Zedong yang terbuat dari emas murni.

Penggrebekan itu mulai dari pukul 1 siang hari, berlangsung selama 2 malam berturut-turut. Berbagai jenis benda berharga yang disita dimuat dengan 4 truk. Polisi bersenjata yang melakukan penggrebekan mendata di siang hari, dan memuatnya di malam hari, “Khawatir terlihat warga, akan menimbulkan dampak tidak baik”. Ini adalah informasi terkait penggrebekan yang diberitakan oleh Caixin Network pada Januari 2014 silam.

Pada Mei 2014, media Hongkong memberitakan, Gu Junshan berpesan, dari rekening yang khusus dibuat untuk menggelapkan uang, dikeluarkan sebanyak 110 lembar cek yang masing-masing bernilai antara RMB 1 juta sampai RMB 20 juta. Di antaranya, saat putri mendiang Xu Caihou menikah pada November 2009 lalu diberikan hadiah sebesar RMB 20 juta, pada ulang tahun Xu Caihou dibukakan cek sebesar RMB 2 juta, yang kemudian langsung masuk ke dalam rekening pribadi Xu. Selain itu wanita simpanan Xu juga dibelikan vila di Hangzhou yang bernilai hampir RMB 8 juta. Setelah mendapat keuntungan dari penjualan lahan milik militer di tahun 2009 hingga 2011, sebanyak 222 unit rumah mewah dan uang senilai RMB 1,6 milyar dibagikan Gu Junshan kepada berbagai perwira tinggi di berbagai departemen militer.

Awal Oktober 2010 Gu Junshan juga menggelapkan RMB 20 juta, untuk membeli koin emas bergravur daun mapel seberat 1 ons, koin platinum 200 keping, memesan arloji Rolex dari Swiss sebanyak 200 buah, yang digunakan sebagai “souvenir bagi para jendral yang pensiun”. Penyidikan pemerintah terhadap Gu Junshan juga mendapati bahwa pada 2001 wakil kepala Divisi Barak dan Infrastruktur di Departemen Logistik Umum sejak awal juga telah korupsi. Dan periode tersebut merupakan masa dimana berbagai rumah sakit milik Departemen Logistik Umum melakukan praktik perampasan organ tubuh hidup-hidup untuk diperjual belikan.

Layanan Berbayar Militer Rampas Organ Hidup-Hidup, Korupsi dan Penindasan Falun Gong Jerat Jiang Zemin Sekaligus

Menurut berita di Minghui.org, sejak 1999 hingga Mei 2006, Komisi Militer PKT telah menggelar 6 kali rapat khusus membahas “penyelesaian masalah keagamaan”, yang terutama dibahas adalah Falun Gong. Karena keuntungan dari pencangkokan organ tidak masuk dalam anggaran militer, akan tetapi setiap lapisan sistem dalam praktik perampasan organ tersebut ditopang oleh anggaran militer, sehingga penjualan organ tubuh praktisi Falun Gong pun menjadi cara meraup kekayaan tanpa modal bagi para perwira tinggi militer, dari Departemen Logistik Umum inilah perwira militer PKT meraup kekayaan. Berita menyebutkan, PKT merampas organ tubuh praktisi Falun Gong sejak 1999 mulai dari kasus-kasus kecil yang kemudian berkembang menjadi perampasan organ tubuh secara massal sampai akhir 2001, dan puncaknya adalah pada 2003 hingga tahun 2006.

September 2014, dari rekaman hasil investigasi oleh “Internasional Organization to Investigate the Persecution of Falun Gong” disebutkan, mantan Kepala Divisi Kesehatan dari Departemen Logistik Umum yang bernama Bai Shuzhong pernah mengakui bahwa Jiang Zemin langsung memerintahkan melakukan cangkok dari organ tubuh praktisi Falun Gong, dan kejahatan pembunuhan seperti itu tidak hanya dilakukan oleh militer saja.

Detil Jelang Kematian Xu Caihou

Xu Caihou terutama menangani masalah politik dan menguasai Departemen Logistik Umum sekaligus juga Departemen Politik Umum. Sejak 2004, selama menangani pekerjaan terkait politik militer PKT, berbagai rumah sakit militer melakukan banyak pencangkokan organ tubuh hidup-hidup. Setelah Xu Caihou disidik pada 15 Maret 2014, istrinya Zhao Li dan putrinya Xu Sining juga telah ditangkap.

Menurut artikel pada majalah “Ming Bao Monthly” terbitan 2015 silam, ketika penyakit yang diderita Xu Caihou beralih ke seluruh tubuhnya, bagian wajahnya membengkak dan berubah bentuk, kepalanya juga membengkak luar biasa besar. Waktu itu putrinya Xu Sining berkata, “Mengapa kanker prostat bisa beralih hingga ke wajah?”

Dokter di Rumah Sakit 301 dengan gusar menjawab, “Pokoknya telah beralih. Percuma saja menjelaskannya dengan istilah kedokteran yang tidak akan Anda mengerti!”

15 Maret 2015, Xu Caihou meninggal dunia akibat penyakit yang dideritanya.

Komentator Shi Jiutian mengatakan bahwa Wang Lijun, Gu Kailai, dan Xu Caihou adalah penjahat yang terlibat dalam perampasan organ tubuh hidup-hidup. Di antaranya, Wang Lijun telah mengalami stroke setengah badan, Gu Kailai menderita penyakit aneh, dan Xu Caihou meninggal akibat kanker prostat, jelas kejahatan akan dibalas kejahatan. (sud/whs/rmat)

Share

Video Popular