Keterangan Gambar: Menurut teori relativitas umum Einstein, penggabungan galaksi menyebabkan lengkungan ruang-waktu- gelombang gravitasi. (Screenshot Video)

Oleh: Huang Xiao Yu

Baru-baru ini, fisikawan terkemuka asal Amerika Lawrence Krauss mengatakan bahwa ilmuwan mungkin telah menemukan gelombang gravitasi, yang tidak pernah berhasil diamati sejak dicetuskan pertama kali oleh Albert Einstein lebih dari satu abad silam.

Blog teknologi Gizmodo seperti dilansir “USA Today,” Rabu (13/1/2016) lalu menyebutkan, “Jika benar …. bisa jadi ini merupakan temuan untuk mendapatkan Penghargaan Nobel dalam bidang fisika tahun ini.”

Laporan terkait yang mengutip laman Explore menyebutkan, bahwa gelombang gravitasi merupakan riak dalam ruang-waktu. Menurut prediksi Einstein, gelombang gravitasi merupakan fenomena atas perubahan siklus ruang-waktu yang disebabkan oleh “penggabungan galaksi”, lubang hitam, supernova, galaksi dan sebagainya. Laman “The Washington Post” mengatakan bahwa penemuan ini bisa membantu para ilmuwan mempelajari lubang hitam dan misteri kosmik lainnya.

Keterangan gambar: Menurut teori relativitas umum Einstein, tabrakan lubang hitam dapat menyebabkan lengkungan ruang-waktu-gelombang gravitasi. (Screenshot Video)

“Kami akan membuka jendela baru untuk mempelajari alam semesta secara lebih mendalam. Gelombang gravitasi merupakan fenomena ruang (angkasa) yang paling unik,” Dr Lawrence Krauss kepada “The Guardian.”

Sementara itu menurut penuturan blog teknologi Gizmodo, para ilmuwan berhasil mendeteksi gelombang gravitasi berdasarkan data yang dikumpulkan menggunakan LIGO (Laser Interferometer Gravitational Wave Observatory), namun, hingga kini mereka masih menganalisis data terkait, dan belum mengumumkan informasi apa pun pada publik.

Krauss juga mengatakan kepada “The Guardian,” ia hanya 60% yakin bahwa rumor itu benar. Sementara itu, kepada “The Washington Post,” bahwa kemungkinan telah ditemukannya gelombang gravitasi yang diposting di laman Twitternya itu, ia dengar dari dari fisikawan lain yang sedang membahas masalah tersebut.

Namun, para ilmuwan mengatakan bahwa dibutuhkan pemeriksaan ketat secara internal karena sangat berbahaya merilis berita tersebut di Twitter sebelum dipastikan secara jelas. Jika isi dari laporan itu salah, maka publik tidak akan percaya pada ilmu pengetahuan, dan reputasi para ilmuwan juga akan rusak.”

Profesor Gabriela Gonzalez, juru bicara LIGO seperti dilansir “Daily Mail” Selasa (12/1/2016) lalu mengatakan, “Kami masih mengumpulkan data, dan butuh waktu untuk menganalisis hasilnya. Kami akan merilis hasil penelitiannya pada publik dalam satu atau dua bulan ke depan, dan kami butuh waktu untuk menganalisis hasilnya secara seksama.”

Pada 1916 silam, Einstein mencetuskan teori relativitas umum, bahwa “struktur ruang-waktu” alam semesta bisa melengkung. Semakin besar massa suatu benda akan membuat lengkungan seratnya semakin besar. Sementara itu susunan seratnya akan menghasilkan “riak” yaitu gelombang gravitasi. Artinya, ruang – waktu alam semesta akan mengalami perubahan karena faktor tertentu, tidak selalu dalam satu kondisi yang sama.

Menurut dugaan ilmuwan, bahwa gelombang gravitasi-nya ruang – waktu berasal dari interaksi antar lubang hitam atau tabrakan antar galaksi. Dan jika gelombang gravitasi ini dapat dibuktikan, maka pengetahuan orang-orang terhadap alam semesta dan ruang – waktu itu akan mengalami perubahan yang revolusioner. (epochtimes/joni/rmat)

 

 

Share

Video Popular