Setiap kehidupan memiliki batasan hidup yang pasti. (Sumber toopen)

Setiap kehidupan memiliki batasan hidup yang pasti. Sejak zaman dahulu hingga sekarang, hal itu telah menjadi sebuah kematian yang mengikat hidup manusia. Terkait hal ini, bangsa Barat telah melakukan penelitian yang serius terhadap usia hidup manusia dan hewan.

Suatu teori kehidupan dalam frekuensi pembelahan sel paru-paru menyebutkan, bahwa hidup manusia seharusnya 110 tahun, suatu teori kehidupan tentang periode kematangan seksual mendapati bahwa usia hidup manusia seharusnya 110 tahun – 140 tahun. Sementara teori lain dari hasil studi dari koefisien usia hidup manusia dan hubungannya dengan periode pertumbuhan manusia itu menyimpulkan bahwa usia hidup manusia seharusnya antara 125 tahun – 175 tahun.

Dan dari hasil pembandingan usia hidup manusia dengan hewan ditemukan : Usia hidup hewan rata-rata bisa mencapai hingga pada usia hidup alaminya, lain halnya dengan manusia, yang sebagian besar hanya bisa mencapai setengah dari usia hidup alaminya.

Sementara itu, ada juga yang melakukan penelitian yang berbeda melalui hewan dan manusia, yakni berdasarkan perspektif evolusioner dan mendapatkan kesimpulan ini : menurut mereka, bahwa tidak samanya pola gerakan manusia, pernapasan, sistem peredaran darah, fungsi pencernaan dengan hewan itu menentukan berkurangnya setengah dari usia hidup manusia. Namun, saya masih sangsi dengan hasi penelitian ini, pertama, yang berjalan secara tegak itu tidak hanya manusia, seperti misalnya monyet yang memanjat dan bergelantungan di atas pohon, simpanse yang beraktivitas di atas tanah, dimana sebagian besarnya tidak membuat usia hidup dari mereka ini berkurang atau hanya setengah dari usia alaminya. Kedua, catatan sejarah tentang orang-orang yang panjang umur juga menampik pandangan ini : Sun Si Miao (seorang tabib yang dijuluki raja obat pada masa dinasti Sui dan Tang, 581-682 M) hidup lebih dari 160 tahun ; Zhang San Feng (biksu pencipta seni beladiri Tai Chi dan pendiri perguruan Bu Tong) hidup lebih dari 1300 tahun ; sedangkan Peng Zu (Seorang Taoisme Dinasti Yin kurun tahun 1900-1066 SM) hidup lebih dari 800 tahun, mereka juga hidup sama seperti kita sekarang, tidak memanjat atau merangkak seperti hewan, bukan hanya tidak mengurangi usia hidup mereka, justru mereka mampu mendobrak pembatasan usia hidup manusia? Atau mereka melihat bahwa usia hidup manusia itu tidak ada hubungan yang pasti dengan ketegakan manusia (berjalan tegak dengan kedua kaki, tidak seperti hewan)

Orang-orang sekarang tidak lagi menitikberatkan pada perawatan kesehatan, tidak menghargai hidup mereka sendiri, sebaliknya justru lebih fokus pada kepentingan pribadi dan kekayaan. Demi memenuhi hasrat atas kepentingan dan kekayaan pribadi, mereka merenungkannya siang malam, sehingga tanpa sadar merusak (organ) hati sendiri ; berfoya-foya dan pesta pora sampai merusak lambung sendiri ; menikmati kesenangan sensual hingga merusak ginjal sendiri ; merokok dan memakai narkoba sampai menyumbat paru-paru sendiri. Membiarkan semaunya nafsu keinginan manusia, menyanjung-nyanjung kepribadian. Namuin, ketika terjadi gejala atau masalah kesehatan, barulah sadar untuk memeriksakan diri ke dokter, tapi sudah terlambat ! inilah perbedaan mendasar dari kehidupan manusia dengan hewan.

Beda dengan konsep hidup zaman sekarang, orang-orang zaman dahulu justru mengambil jalan yang bertentangan. Kultivasi dari doktrin Buddhis dan Tao tradisional, telah membuka sebuah jalan yang baru bagi umat manusia. Pemahaman Buddhis menekankan pada disiplin hidup, menyingkirkan segala nafsu duniawi, menyingkirkan hasrat negatif manusia, menyingkirkan hasrat yang berlebihan terhadap 7 perasaan dan 6 nafsu manusia, sehingga dengan demikian, hati manusia baru bisa tenang, dan jiwa baru bisa masuk dalam kondisi tenang, baru bisa mengembangkan potensi dan kearifan manusia. Melalui pengamatan terhadap 4 musim dalam satu tahun, dan dalam siklus perputaran musim yang dimulai dari masa tunas di musim semi, sampai masa pertumbuhan di musim panas, serta masa panen di musim gugur dan menyimpannya di musim dingin, Taoisme menyimpulkan prinsip/hukum tentang perawatan kesehatan. Seseorang yang berkultivasi di awah lingkungan alam seperti ini, niscaya bisa mendapatkan kesehatan fisik, ketenangan mental, dan bisa menjaga kesehatan diri hingga akhir hayat.

Orang-orang yang berumur panjang dalam sejarah itu ada dimana-mana. Dan di antara mereka itu ada yang berpredikat sebagai kultivator, dokter, dan orang-orang maha bijak. Mereka tidak memperhitungkan tentang keuntungan maupun kerugian pribadi (mendapatkan dan kehilangan), atau ketenaran maupun kekayaan dalam hidup, mereka berkultivasi di lingkungan alam, dan mendapatkan arti sebenarnya dari kehidupan. Adapun mengenai usia hidup mereka, ada yang sampai ratusan tahun, ini adalah usia tersingkat, ada yang sampai ribuan bahkan beberapa ribuan tahun. Bagi manusia awam, ini benar-benar luar biasa. Karena tidak ada niat mengejar kepentingan maupun kekayaan pribadi dalam benak mereka, sehingga tentu saja mereka tidak berada di tengah-tengah masyarakat menunjukkan kegaiban mereka. Namun, orang-orang yang tidak bisa melihat mereka lantas beranggapan bahwa yang tidak terlihat itu tidak nyata.

Dengan melepaskan 7 perasaan dan 6 nafsu manusia, niscaya bisa mendobrak samsara hidup manusia, dan bisa keluar dari bayangan kematian atau melampaui kematian terhadap pembatasan hidup manusia.(Secretchina/Jhn/Yant)

Share

Video Popular