Keterangan foto: Ilustrasi (internet)

Oleh: Chen Shimin

Situs web militer langsung pada hari pertama 2016 mengungkap Ketua RRT Xi Jinping pada hari terakhir 2015 telah menganugerahkan sendiri panji militer kepada 3 Badan Militer Besar yang baru didirikan, yaitu Lembaga Kepemimpinan Angkatan Darat, Pasukan Roket dan Pasukan Pendukung Strategis. Bersamaan itu pengangkatan 3 panglima utama beserta wakilnya juga secara resmi diumumkan.

Laporan itu menunjukkan, Panglima AD adalah Li Zuocheng (李作成) dan Liu Lei (劉雷) sebagai Komisar Politik, Panglima Pasukan Roket adalah Wei Fenghe (魏鳳和), dengan komisar politik: Wang Jiasheng (王家勝), Panglima Pasukan Pendukung Strategis dijabat oleh Gao Jin (高津), dengan Komisar Politik: Liu Fulian (劉福連). Diantaranya, panglima AD Li Zuocheng mendapat perhatian tinggi dari berbagai pihak.

Dengan berdirinya lembaga kepimpinanan angkatan darat, Li Zuocheng sebagai panglima pertama mendapatkan perhatian khusus. Selain lembaga komando angkatan darat yang telah dicanangkan beberapa puluh tahun lamanya, dan sekarang baru dapat terwujud, bahkan tersiar hangat oleh media dalam dan luar negeri baru-baru ini, mengenai rahasia Li selama 12 tahun tidak pernah mengalami kenaikan jenjang, padahal saat Li berusia 45 tahun telah masuk ke dalam deretan pasukan reguler.

Menurut laporan, ketika Li menjabat di Grup Tentara 41 AD, tidak hanya tidak pernah menyogok atasannya demi memperoleh kedudukan lebih tinggi, bahkan “berani mati” telah menyingkirkan prasasti Jiang Zemin yang dipasang dalam lingkungan pasukan tentara 41. Akhirnya setelah insiden itu dibisikkan oleh informannya ke telinga Jiang Zemin, sejak itu jabatannya dipetieskan 12 tahun lamanya, sampai 2009 Li baru dinaikkan pangkatnya menjadi Letnan Jendral oleh Hu Jintao, ketua RRT saat itu.

Tahun baru mendapatkan berita perdana menarik tentang reformasi militer, Li Zuocheng dianugerahi kedudukan penting, ini akan membuat berita yang tersiar ramai sebelumnya bahwa “pasukan Xi sulit peroleh kedudukan tinggi,” hancur dengan sendirinya. Sejak Xi melaksanakan reformasi militer, berita angin yang tersiar di kedai selalu mengatakan, walau pucuk pimpinan dahulu (mantan jenderal Guo Poxiong dan mendiang Xu Caihou) telah dicopot, namun bawahannya yang banyak jumlahnya itu masih tetap memegang kekuasaan, sehingga mengacaukan ketentraman pikiran pasukan.

Keterangan foto: Panglima AD RRT Li Zuocheng (tengah) dalam satu acara. (internet)

Kini fakta tidak hanya sebaliknya, lagipula kelihatannya “para Li Zuocheng lainnya” mungkin bakal mendapatkan kesempatan diangkat kembali dalam reformasi militer kali ini. Karena dewasa ini pimpinan dalam militer seperti Li yang tidak mau membeli kedudukan, tidak mau menjilat atasan, dan di tengah gempa besar Wenchuan, pasukan yang pertama memasuki area gempa melakukan pertolongan, mereka justru hanya karena menyakiti hati Jiang Zemin sehingga puluhan tahun tidak mendapat kenaikan pangkat, pimpinan berkualitas seperti ini masih cukup banyak.

Selain Li Zuocheng ditempatkan pada kedudukan penting, mungkin juga merupakan kuda hitam, sebagian opini menyebutkan, nanti pada Kongres Nasional ke-19 Partai Komunis Tiongkok (PKT), kemungkinan akan mempunyai kesempatan menjabat sebagai wakil ketua Komisi Militer Pusat PKT, menggantikan Fan Changlong (范長龍) yang pernah mengusulkan waktu pelaksanaan reformasi militer ”seharusnya diundur.” Hal ini perlu terus diamati oleh kalangan luar.

Bicara tentang kuda hitam kali ini, selain Li sebagai panglima pertama angkatan darat, masih ada panglima pertama pasukan pendukung strategis Gao Jin yang lahir pada April 1959, merupakan pejabat daerah militer besar sekarang yang termuda usianya. Menurut berita, pimpinan pasukan tersebut rata-rata lahir pada tahun 50-an, ini menunjukkan RRT sedang mempercepat pembinaan generasi muda penerus yang menguasai persenjataan canggih. Selain itu, pembicaraan hangat lainnya adalah calon panglima pasukan roket dan komisaris politik, 2 pejabat yang berasal dari pasukan artileri II Wei Fenghe dan Wang Jiasheng, sedangkan direktur departemen pekerjaan politik Fang Xiang berasal dari direktur departemen politik polisi bersenjata.

Layar besar reformasi militer telah dibuka pada hari pertama 2016, panglima dari 3 pasukan AD, AL dan AU seluruhnya hadir. Pada 2 Januari papan nama rumah sakit umum artileri II di Beijing telah diganti dengan rumah sakit militer pasukan roket. Dilihat dari keadaan bulan ini dan selanjutnya, dalam pasukan militer dan pemerintah daerah akan terus mengalami perubahan personal bahkan terjadi tindakan besar, ini menunjukkan Xi Jinping telah dapat mengendalikan situasi dalam militer. (tys/whs/rmat)

Share

Video Popular