- Erabaru - http://www.erabaru.net -

Sterling Campbell: Pengalaman Saya Bersama David Bowie

David Bowie dengan Sterling Campbell pada drum di San Francisco pada tahun 2002. Bass drum yang digunakan oleh Campbell bertuliskan karakter Tionghoa “Zhen-Shan-Ren”yang artinya Sejati-Baik-Sabar, yang merupakan prinsip aliran spiritual Falun Gong, yang dipraktekkan oleh Campbell. (MARK JEREMY / CC BY-SA)

Oleh: Sterling Campbell

Itu adalah tahun 1978, ketika saya masih berusia 14 tahun dan saya sudah belajar drum selama beberapa tahun. Pada hari yang khusus ini saya sedang berjalan melalui lobi gedung apartemen kami di Upper West Side ketika seorang drummer bernama Dennis Davis sedang berjalan keluar dengan tas stick dan tas simbal. Saya tidak mengetahui sama sekali tentang musisi profesional jadi saya hanya bertanya, “Anda akan pergi ke mana?”

Ketika Dennis mengatakan, “Saya memiliki pertunjukkan malam ini di Madison Square Garden.” Saya pun terpana, dan bahkan lebih tercengang lagi ketika Dennis mengatakan, “Saya memiliki pertunjukkan dengan David Bowie. Kamu ingin pergi?” Dan dia pun memberikan selembar tiket kepada saya. Pada saat itu, semua yang saya tahu dari David Bowie adalah salah satu lagunya yang berjudul “Fame”. Musiknya yang direkam bersama Dennis, Young Americans, Station to Station, Low, Heroes, belum menjadi bagian dari kehidupan musik saya.

Meskipun begitu, saya sangat bersemangat pada gagasan pergi ke konser pertama saya sendiri. Saya ingin menjadi drummer, dan di sini saya menerima undangan dari seorang musisi profesional di Madison Square Garden. Saya pun senang berada di sana, tanpa mengetahui untuk apa saya berada di sana. Kemudian pertunjukan pun dimulai.

Lampu redup dan David muncul di panggung, sesuatu yang belum pernah saya lihat sebelumnya. Panggung tampak seperti pesawat ruang angkasa dengan lampu neon putih, dan perasaan gugup dan berdebardebar datang silih berganti. Acara ini tidak mulai dengan sesuatu yang “big bang”, tapi dengan sepotong musik serius yang berjudul Warszawa dari album “Low”.

Terdapat suara ambien pastoral yang datang dari speaker, David bermain dengan sebuah keyboard Chamberlin dan Carlos Alomar memimpin band. Ini adalah sesuatu yang sama sekali baru, dan tidak ada di band rock biasa. Saya berada di hadapan seorang visioner. Ini adalah Stanley Kubrick dengan mic dan band pengiring. Itu adalah pengalaman baru dan saya akan selalu menghargainya.

David mampu menggabungkan estetika perkotaan yang kental dengan jiwa R & B dan mencampurnya dengan estetika Eropa yang berdisonansi klasik pastoral dan elektronik (Krautrock). Band ini sangat mengagumkan dan bermain bersama dengan baik. Dennis Davis pada drum, Carlos Alomar pada gitar, George Murray pada bass, Adrian Belew pada gitar, Roger Powell pada synths, Simon House pada biola, Sean Mayes pada piano.

Itu adalah pengalaman ajaib dan titik balik bagi saya, karena malam itu saya memutuskan untuk mendedikasikan hidup saya untuk musik. Hal ini juga membuka mata saya tentang bagaimana musik bisa dihargai begitu mahal.

Keajaiban pun dimulai

Pertemuan pertama saya dengan David bisa dibilang indah. Saya akhirnya bertemu pahlawan saya dan dia begitu senang, tersenyum. Ia tampak bersemangat untuk membuat album baru. Dia pada dasarnya memiliki demo lagu baru dan itu adalah permainan yang cukup sederhana. Dia belum mengetahui bahwa saya berasal dari sekolah Dennis Davis. Saya mempelajari baik musik David dan drum Dennis

David dan Nile tampak senang dengan hasilnya.

David bagi saya adalah seperti sebuah universitas dengan alumni yang luar biasa. Bagian jenius David adalah kemampuan luar biasanya dalam memadukan bakat, tidak hanya musisi, namun juga produser, perancang busana, pembuat film, desainer seni, fotografer, dan beragam lainnya.

Sementara Dennis adalah drummer David di akhir 70-an, Zack Alford, Poogie Bell, dan saya berada di sekitar Dennis, jadi kami akhirnya terlibat. Jadi ada semacam pohon keluarga di sana dan saya masih memiliki ikatan dengan mereka hamper 40 tahun kemudian.

Jadi yang berada di seputar David juga adalah para saudara dan saudari. Itu adalah sebuah tempat yang spesial. Hanya band-band seperti U2, The Who, dan The Stones memilikinya. Saya belum pernah bertemu Woody Woodmansey atau George Murray atau Tony Newman, namun jika hal itu terjadi, saya ingin memeluk mereka. Karena mereka memainkan peran untuk saya.

Ini adalah kelas yang luar biasa dari para alumni dan ijazah Anda adalah kemungkinan musik yang dapat menginspirasi David.

Sang mitos

Ketika pada akhirnya saya harus berpisah dengan David, kami tidak terlalu banyak berbicara. Kemudian datang berita bahwa ia memiliki rekaman baru yang dirilis. Saya pun mengirim email kepadanya ketika single pertamanya keluar dan kata-kata terakhirnya kepada saya adalah, “Terima kasih Ster.” Itu julukannya bagi saya. Kemudian dia meninggalkan kami.

Jadi sekarang dia telah menjadi mitos dan yang tertinggal bagi saya hanyalah cerita pada saat saya dengan David Bowie.

David adalah orang yang tulus, salah satu dari orang baik. Dia adalah seorang yang penuh rasa kemanusiaan. Dia peduli tentang banyak hal, dia peduli tentang hak asasi manusia dan ia tahu apa yang sedang terjadi di dunia. Dia adalah seorang pembaca rakus.

Pada tahun 2002, saya pergi ke Republik Rakyat Tiongkok (RRT) untuk memprotes genosida terhadap Falun Gong, sebuah latihan meditasi Tiongkok kuno yang saya ikuti. Saya akhirnya ditahan dan diusir dari negara itu.

Itu periode dua minggu yang luar biasa dimana satu minggu saya ditahan oleh polisi di RRT, dan minggu depan saya melakukan pertunjukkan bersama David untuk Tibet House di Carnegie Hall, bersama dengan Adam Yauch dari Beastie Boys, Philip Glass, dan Kronos Quartet.

Terdapat begitu banyak cerita. Semua orang yang berada dalam lingkaran David seolah memiliki petualangan ala Frodo Baggins tentang hal itu. Saya telah menghabiskan hamper 25 tahun dalam bisnis ini dan sebagian besar adalah menciptakan musik dengan dia. Saya mendapatkan begitu banyak teman, teman lama Dennis, dan lain-lain yang telah menjadi bagian dari keluarganya.

David membiarkan saya dan semua musisi lain menjadi diri kita sendiri. Dia jarang memberitahu kita tentang bagaimana untuk bermain musik. Itu diserahkan kepada kita untuk menjadi kreatif. Dia menghormati keyakinan saya dan ingin semua orang yang terlibat untuk mengekspresikan diri. Benar-benar suatu kehormatan dapat bekerja untuk David dan sesuatu yang akan saya selalu menghargai. (Osc)