Keterangan gambar: Foto-foto bunga zinnia oranye yang mekar di stasiun ruang angkasa internasional yang diposting di Twitter oleh astronot Scott Kelly. (Scott Kelly tweet screenshot)

Oleh: Lin Cong Wen

Baru-baru ini, untuk pertama kalinya bunga kosmik berhasil tumbuh mekar di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS). Pihak National Aeronautics and Space Administration (NASA) berharap ke depannya bisa lebih banyak membudidayakan tanaman berbunga, seperti tomat dan sebagainya, sebagai persiapan solusi terkait masalah makanan untuk perjalanan berawak ke Mars.

Di akun Twitternya, astronot Scott Kelly dengan bangga memposting foto-foto bunga Zinnia oranye yang mekar di Stasiun Luar Angkasa Internasional-ISS, dan dengan gembira menorehkan tintanya dengan keterangan : “Untuk pertama kalinya bunga tumbuh dan bersemi di luar angkasa, dan ini adalah pertunjukan perdananya.”

Ia juga mengatakan di Twitternya, “Ya, ada bentuk kehidupan lain di luar angkasa! Ingin tahu bagaimana bentuk taman bunga di luar angkasa ini? Foto-foto ini dapat menunjukkan spaceflower (bunga kosmik) telah tumbuh dan mekar di luar angkasa!”

Sudah sekitar 296 hari astronot Kelly tinggal di ruang angkasa sejak mendarat di ISS pada Maret 2015 lalu. Dan sekarang ia telah menjadi “tukang kebun”, menanam bunga di Stasiun Luar Angkasa Internasional, demikian dilansir The Christian Science Monitor (17/1/2016).

Mereka akhirnya berhasil menumbuhkan bunga di lingkungan (gravity) mikro di ISS. Namun, proses penanaman itu tidaklah mudah.

Keterangan foto: Bunga Zinnia di Bumi. (Wikipedia)

Sekitar satu bulan sebelumnya, bunga itu pernah mengalami penyakit tanaman seperti misalnya berjamur atau layu. Para ilmuwan berencana untuk menyelidiki penyebabnya, dan sehubungan dengan itu mereka telah mengumpulkan spesimen dari tanaman yang bermasalah tersebut, disimpan dalam kondisi beku untuk di bawa ke Bumi.

Keterangan foto: (Kiri) Bunga Zinnia pernah berjamur dan layu. (Kanan) Selada yang dibudidayakan di ISS.NASA

Secara aktual, percobaan membudidayakan tanaman di ISS mulai dilakukan NASA sejak Maret 2013 lalu. Proyek penelitian yang disebut Veggie itu, mempelajari kondisi pertumbuhan tanaman di lingkungan (gravity) mikro. Dan bunga Zinnia adalah tanaman yang mampu bersemi dengan cepat, sehingga ISS memilihnya sebagai obyek tanaman berbunga yang dibudidayakan di stasiun tersebut, dengan harapan agar para astronot dapat menanam tanaman pangan saat melakukan penerbangan untuk waktu yang lama kelak di ruang angkasa.

“Adalah hal yang utama dan penting sekali dengan adanya sumber makanan segar ini,” kata Gioia Massa, ilmuwan NASA di Kennedy Space Center, Amerika Serikat.

Keterangan foto: Salah satu astronot di ruang pertumbuhan bunga Zinnia di stasiun ruang angkasa.(NASA

“Semakin jauh dan lamanya jarak manusia dari Bumi, semakin besar kebutuhan untuk menanam tanaman pangan (tumbuhan yang dapat dimakan), pemanfaatan siklus daur ulang dan perlindungan psikologis,” jelas Gioia Massa dalam sebuah pernyataannya di NASA.

Saat ini, sebagian besar makanan astronot berupa makanan kering-beku untuk penyimpanan jangka panjang. Namun, adakalanya astronot mencoba menanam buah-buahan atau sayuran segar, tapi segera habis.

Keterangan foto: Tampak astronot sedang menikmati “selada kosmik” hasil tanaman mereka di Stasiun Luar Angkasa Internasional.(NASA

Sebelumnya Veggie pernah mencoba menanam tanaman selada. Awalnya gagal karena masalah kelembaban. Di musim panas 2015 lalu, ISS berhasil mengembangbiakkan tanaman selada pertama, dan untuk pertama kalinya astronot Kelly dan rekannya menikmati selada segar yang tumbuh di ruang angkasa itu.

“Bunga zinnia sangat berbeda dengan tanaman selada, bunga ini lebih sensitif terhadap karakteristik cahaya dan parameter lingkungan pertumbuhan, selain itu juga membutuhkan masa pertumbuhan/pematangan yang lebih lama antara 60 sampai 80 hari, sehingga jauh lebih sulit jika dibudidayakan. Sementara itu, jika ingin bunga zinnia itu mekar, butuh lebih lama lagi masa pertumbuhannya. Percobaan ini akan memberikan referensi pengembangbiakan tanaman tomat,” kata Trent Smith, manajer program di Kennedy Space Center Florida, Amerika Serikat. (Epochtimes/joni/rmat)

 

 

Share

Video Popular