Para ilmuwan di University of Michigan (Michigan Tech) mengembangkan suatu “Robot falcon”nirawak atau drone pemburu yang dirancang khusus untuk memburu “drone nakal” yang tidak mematuhi aturan lalu lintas di udara.(Robert MacPherson / AFP)

Seiring dengan popularitas drone dan meningkatnya perangkat portable di udara, mungkin di ruang kehidupan kita ini akan semakin banyak drone yang berkeliaran di udara. Selain masalah keamanan penerbangan di sekitar bandara, tidak tertutup kemungkinan “jatuhnya” drone juga akan mengancam keselamatan publik maupun hewan di permukaan tanah.

Saat sedang berlangsung US Open pada September 2015 lalu, sebuah drone menukik (jatuh) dari angkasa di tengah-tengah kerumuman penonton, untungnya tidak menimbulkan korban jiwa. Selain itu, perangkat kamera portabel beresolusi tinggi di pesawat drone juga mengancam privasi publik.

Lalu bagaimana mengatasi drone-drone liar yang terbang bebas ini? para ilmuwan di University of Michigan (Michigan Tech) seperti dilansir laman the “Washington Post” telah mengembangkan suatu “robot falcon”nirawak yang dirancang khusus untuk memburu “drone nakal” yang tidak mematuhi aturan lalu lintas di udara ini, drone yang khusus dirancang ini bisa menembakkan jaring besar dan mampu menangkap dron-drone liar lainya dengan “sekali jala”.

Mo Rastgaar, pemimpin tim tersebut mengatakan ia terinspirasi dari pengalamannya ketika menyaksikan Piala Dunia. Saat itu, ia pikir ada banyak langkah-langkah keamanan yang disiapkan panitia, tapi bagaimana jika teroris menyerang dengan bahan peledak yang dipasang di drone ? kita tidak bisa menembak jatuh, atau memaksanya mendarat, jadi solusinya hanya dengan menggunakan drone lain untuk menangkapnya di udara.

Pada awalnya itu hanya sebuah ide yang menarik. Namun pada awal tahun 2015 lalu, tim mereka membuat prototipenya, dan mengajukan aplikasi paten ke kantor paten AS. “Robot falcon” ini mampu menembakkan jaring plastic di udara dalam jarak 40 kaki atau sekitar 12 meter dari permukaan tanah, dan setelah berhasil menjaring target kemudian membawanya ke lokasi yang aman, ujar Rastgaar menambahkan.

Rastgaar mengatakan, ia hanya akan memungkinkan lembaga penegak hukum menggunakan “Robot Falcon”. Menurutnya tidak ada yang memiliki hak untuk menangkap atau merusak drone milik orang lain, bahkan meskipun drone itu jatuh di halaman belakang rumah orang lain. “Robot Falcon”(drone pemburu drone lain) dapat digunakan untuk melindungi zona sensitif dan area yang dibatasi, untuk mencegah penyusupan dan serangan berbahaya.

Sejauh ini, “Robot Falcon” masih dalam tahap pengembangan. Sampai kini tim tersebut masih terus meningkatkan prototipenya. Mungkin di masa depan lembaga-lembaga nasional seperti Federal Aviation Administration-FAA atau lembaga lainnya akan “Robot Falcon” atau drone pemburu ini untuk mencegah drone liar yang tidak mematuhi aturan. (Epochtimes/Jhon/asr)

Share

Video Popular