Keterangan gambar: Ilustrasi

Badan Energi Internasional (IEA) pada Selasa (19/1/2016) memberitakan bahwa sebagai akibat dari negara penghasil minyak utama Iran sudah kembali masuk pasar, pengaruh harga minyak melalui pengurangan produksi oleh negara-negara penghasil minyak dunia akan melemah. Pasokan minyak mentah dunia masih lebih tinggi dari permintaan sehingga harga minyak tahun ini diperkirakan masih akan turun.

Dalam laporan bulanan yang dikeluarkan IEA menyebutkan bahwa pasar minyak atau situasi kelebihan pasokan yang terjadi berturut-turut balakangan ini membuat pasokan minyak melampaui kebutuhan sebanyak 1 juta barel setiap harinya. Sehingga kemampuan pasar untuk menyerap pasokan minyak menghadapi ‘tekanan besar’. Laporan tersebut membuat harga minyak semakin sulit terangkat.

Terpengaruh oleh bertambahnya pasokan minyak dari negara-negara anggota dan non anggota OPEC, harga menjadi terus menurun. Harga minyak mentah Brent pekan lalu jatuh ke titik terendah selama 13 tahun terakhir, sekarang transaksi dilakukan dengan hargaa USD. 29 per barel.

Setelah pencabutan sanksi internasional, Iran mengumumkan bahwa mereka dapat meningkatkan produksi minyak sebesar 500.000 barel per hari. IEA menyebutkan, pasokan minyak mentah di pasaran sampai pada kuartal pertama tahun ini akan bertambah sekitar 300.000 barel per hari. Kembalinya Iran ke pasar minyak pada dasarnya akan meng-offset pasokan minyak mentah dari negara-negara non anggota OPEC sampai sekitar 600.000 barel per hari.

Wall Street Journal melaporkan bahwa persediaan minyak mentah dunia pada 2016 ini akan kelebihan sampai 285 juta barel, meskipun angka itu sudah naik secara signifikan

Badan Energi Internasional yang memberikan konsultasi kepada negara-negara penghasil minyak memperkirakan bahwa permintaan akan minyak mentah dunia tahun ini bisa menurun menjadi 1,2 juta barel per hari sejak 2015 yang 1,8 juta barel.

IEA memperingatkan, salah satu alasan harga minyak menurun karena kembalinya negara produsen utama Iran ke pasar. Walau dampak dari faktor ini pada harga minyak sampai saat ini belum sepenuhnya tercermin. (sinatra/rmat)

Share

Video Popular