Oleh: Xiao Tian

Semua orang tidak akan senang anak mereka berbohong, lebih-lebih tidak akan mendukung anak mereka untuk berbohong. Tetapi bagaimanakah cara kita mengatasinya tanpa melukai kepercayaan diri dan harga diri anak, serta tidak membiarkannya terus berbohong?

Mengapa harus berbohong?

Seorang anak karena masih berusia dini, maka hal-hal yang mereka amati dan hayati sudah tentu tidak sama dengan orang dewasa. Karena itu, apa yang dikatakan anak itu tampak sangat dibesar-besarkan, misalnya seperti: “Di rumah, saya mempunyai sebuah bola yang sebesar rumah.”

Selain itu, seorang anak memiliki ciri khas melalui perhatian orang lain untuk mengukuhkan keberadaannya. Jika dari pengalaman seorang anak, merasa berbohong akan bisa menarik perhatian orang dewasa, maka anak tersebut mungkin akan menggunakan cara tersebut untuk menarik perhatian orang lain.

Sifat meniru seorang anak kecil sangat kuat, perilaku orangtua yang tidak jujur, bisa memberikan pengaruh perubahan dari anak tersebut secara halus dan tidak terasa. Kadang-kadang, seorang anak berbohong demi menghindari sesuatu hal, misalnya seperti tidak mau masuk sekolah, maka dia akan mengatakan, “Saya sakit perut.”

Apakah seorang anak berbohong itu adalah masalah kualitas?

Ilmuwan Kanada menemukan, belajar berbohong adalah tahapan penting dari pertumbuhan kecerdasan dari seorang anak, para orangtua tidak perlu terlalu mengkawatirkan hal tersebut, harus mencari kesempatan yang tepat untuk memberikan pengarahan yang benar.

Penelitian menunjukkan, 20% dari anak-anak akan berbohong, ketika dia berusia dua tahun. Angka tersebut menjadi 50% ketika anak tersebut berusia 3 tahun, ketika anak tersebut sudah 4 tahun angka kebohongan itu sudah mencapai hampir 90%. Ketika anak tersebut berusia 12 tahun, garis grafik mencapai tertinggi, hampir semua anak berbohong. Ketika anak tersebut berusia 16 tahun, maka jumlah anak yang berbohong kembali ke 70%.

Para peneliti mengatakan, seorang anak yang suka berbohong dimasa kanak-kanaknya, bukan berarti setelah dewasa dia akan menjadi seorang penipu. Selain itu, seorang anak yang mempunyai kelihaian berbohong acapkali anak tersebut juga mempunyai kecerdasan tinggi, dengan demikian baru bisa menyakinkan orang dengan kebohongan yang dia buat.

Seiring perasaan batin seorang anak berangsur-angsur menjadi matang, anak remaja mulai mempelajari bagaimana orang dewasa menggunakan ‘kebohongan untuk kebaikan’ berusaha keras untuk menghindar melukai perasaan orang lain.

Para peneliti memberikan saran kepada orangtua, harus bisa memanfaatkan masa anak-anak saat masih balita, mencari kesempatan yang tepat untuk mendidik anak tersebut. Ketika menemukan anak tersebut sedang berbohong, jangan dimarahi dan dipukul. Harus memberitahu kepada anak itu pentingnya sebuah kejujuran dan akibat fatal dari sebuah kebohongan. Setelah anak berusia 8 tahun, pada dasarnya kesempatan seperti ini tidak akan ada.

Bagaimana membuat anak tidak berbohong?

Pertama-tama, orangtua harus memberikan contoh yang baik, sebisanya menghindari berkata-kata bohong dan alasan yang tidak perlu.

Saling memercayai dan pengertian antara anak dan orangtuanya adalah syarat utama dari kejujuran seorang anak. Biarkan anak itu tahu, walaupun dia sudah berbohong, Anda masih tetap mencintai dirinya, Anda bisa memahami perasaannya.

Begitu anak itu berbohong, harus duduk bersama mendiskusikan kebohongan itu dengannya. Lain kali jika menjumpai hal-hal yang serupa harus menggunakan cara penyampaian yang lebih baik untuk menggantikan kebohongan itu.

Selain itu, jangan sampai menggunakan cara hukuman berat untuk mengancam anak itu berbuat jujur, cara ini acapkali akan membuat anak tersebut mengucapkan kebohongan yang lebih banyak, membuat anak tersebut menjadi licik agar kebohongannya tidak diketahui oleh Anda.

Jika Anda menemukan anak itu sedang berbohong, jangan segera memarahi dan memberikan teguran didepan orang lain, cara yang paling baik adalah mencari waktu yang sesuai untuk berdiskusi sendiri dengan anak tersebut.

Kebanyakan anak berbohong karena takut menerima hukuman, maka dari itu berusaha sekuat tenaga agar anak itu mau mengatakan mengapa dia takut diketahui oleh orang tua, dengan demikian Anda baru bisa tahu penyebab anak berbohong.

Jika anak itu akhirnya mau mengakui kesalahannya, maka Anda harus segera memberikan pujian dengan nada lembut. (Epochtimes / Lin)

Share

Video Popular