Keterangan foto: 13 orang murid tewas dan lebih dari 20 orang lainnya luka akibat sebuah mobil pribadi yang dengan sengaja menabrak murid-murid sekolah menengah di Fengxin County, Jiangxi pada 19 Januari 2016. (foto internet)

Oleh Gu Xiaohua

Sejumlah murid sekolah menengah ditabrak oleh sebuah mobil pribadi yang mengakibatkan korban tewas dan luka-luka. Peristiwa terjadi pada Selasa (19/1/2016) sekitar pukul 07:10 waktu setempat, di Fengxin County, Jiangxi Tiongkok. Saksi mata mengatakan mobil itu sudah mulai menabrak murid dari jarak sekitar 300 meter, sehingga sepanjang jalan itu bisa terlihat murid-murid yang tergeletak di jalan dan sepeda mereka yang rusak. Saat berita diturunkan, laporan resmi menyebutkan bahwa jumlah korban tewas hanya 3 orang, namun masyarakat mengungkapkan paling sedikit 13 orang murid saat kejadian. Karena kebanyakan dari luka mereka termasuk cukup serius, besar kemungkinan jumlah korban tewas akan bertambah.

Mobil pribadi itu mulai menabrak dari jarak sekitar 300 meter

Laporan media Tiongkok menyebutkan bahwa mobil pribadi berwarna putih itu tiba-tiba dilarikan kencang menggila di jalanan tidak jauh dari sebuah sekolah menengah di jalan Shishan Barat kota Fengxin, Jiangxi. Kejadian itu menyebabkan 3 orang tewas dan 18 lainnya luka. Korban kebanyakan terdiri dari murid-murid sekolah yang berada tidak jauh dari lokasi kejadian. Namun laporan itu disangsikan masyarakat untuk menyembunyikan angka korban sebenarnya yang oleh beberapa saksi mata diakui sedikitnya 7 orang murid yang tewas seketika.

Seorang saksi mata murid perempuan dari sekolah menengah yang namanya tidak disebutkan menceritakan kejadian kepada Epoch Times.

Ketika dalam perjalanan menuju sekolahan sekitar pukul 07:10 pagi itu, terlihat sebuah mobil pribadi berwarna putih menabrak orang-orang yang berada sepanjang sisi kanan jalan Shishan Barat. Ada 20-an orang yang langsung terjatuh. Beberapa warga kemudian berlarian datang untuk membantu murid yang terluka. Sepanjang jalan itu terlihat banyak sepeda rusak tergeletak. Mobil itu diperkirakan menabrak orang sepanjang 300 meter, mobil baru terhenti karena rodanya terganjal tubuh 2 orang murid.

“Kalau tidak, saya yakin mobil itu masih akan terus melaju. Di ujung jalan terdapat sebuah sungai,” kata saksi mata itu.

Pengendara mobil itu adalah seorang pria berusia sekitar 40 tahun, masih duduk dalam mobil dengan mata terpejam seperti tertidur. Ia tidak mau keluar dari mobilnya meskipun pintu digedor-gedor oleh warga yang mengerubung. Murid perempuan tersebut kemudian bersama sejumlah murid pria membalikkan mobil untuk menyelamatkan kedua korban yang berada dalam kolong mobil. Setelah mobil dibalik, pria itu baru keluar dengan sebilah pisau di tangan yang hendak ditusukkan ke dadanya. Warga segera mencegah menahan dirinya sampai polisi datang membawanya.

Murid perempuan ini juga mengatakan, polisi dan mobil ambulan datang sekitar 10 menit setelah kejadian, seorang murid perempuan yang terluka melambaikan tangan meminta tolong kepada seorang wanita yang sedang lewat untuk membantu menelepon 110 Kepolisian. Permintaan itu dilaksanakan sampai belasan kali tetapi tidak ada petugas yang mengangkat telepon. Ia juga mengungkapkan bahwa mobil ambulans langsung mengangkat dan melarikan korban terluka yang masih bernapas ke rumah sakit. Saat itu, ia melihat ada 7 orang tergeletak di jalan yang sudah tidak bergerak.

Pemerintah setempat juga mengerahkan sejumlah personil militer yang dilengkapi senjata untuk meenjaga keamanan di TKP.

Keterangan foto: 13 orang murid tewas dan lebih dari 20 orang lainnya luka akibat sebuah mobil pribadi yang dengan sengaja menabrak murid-murid sekolah menengah di Fengxin County, Jiangxi pada 19 Januari 2016. (foto internet)

Jumlah korban tewas bertambah menjadi 13 orang

Seorang saksi mata lainnya menyebutkan, mobil putih itu sudah mulai menabrak orang dari depan sebuah sekolah dasar, tetapi karena murid-muris SD itu kebanyakan diantar oleh orangtua mereka sehingga terhindar dari malapetaka. Setelah itu mobil dikebut untuk menabrak murid-murid sekolah menengah yang sedang bersepeda menuju sekolahan. Menabrak mereka secara beruntun sepanjang +/- 300 meter sehingga banyak yang mengalami luka di kepala.
Saksi mata tersebut juga membantah angka yang disebutkan media resmi yaitu 3 orang tewas dan 18 orang terluka. Jelas-jelas sudah ada 7 orang tewas seketika dan lebih dari 20 orang terluka, ditambah lagi dengan yang tidak berhasil tertolong, paling tidak sudah 12 orang meninggal. Para korban itu dilarikan ke rumah sakit di kota Nanchang.

Dikabarkan bahwa di sekitar lokasi kejadian itu terdapat 3 buah sekolahan SD dan menengah, merupakan jalan satu-satunya bagi murid menuju ketiga sekolahan itu. Seorang saksi mata murid perempuan sekolah menengah mengatakan, mobil itu sudah berada di perempatan menunggu jalan sudah ramai dilalui murid-murid baru tancap gas menabrak mereka sepanjang 300 meter. Di antaranya mobil dihentikan sejenak begitu melihat ada 6 – 7 orang lagi di depannya lalu ditancap lagi gasnya, sampai akhirnya laju mobil terhenti karena 2 orang tubuh murid berada dalam kolong mengganjal perputaran roda, bila tidak terhenti, niscaya korban masih bisa bertambah.

Murid perempuan ini mengatakan bahwa seorang teman sekelasnya juga menjadi korban yang saat ini sedang diselamatkan jiwanya. Namun saat reporter hampir menyelesaikan reportase, murid perempuan ini kembali menghampiri reporter dengan linangan air mata mengatakan teman itu sudah pergi untuk selama-lamanya.

Menurut masyarakat setempat bahwa penabrak itu bernama Hu Jiapin, warga kota Fengxin juga, pernah bekerja sebagai sopir angkutan barang di kota Heyuan, Guangdong. Beberapa tahun yang lalu pernah berurusan dan konflik dengan petugas DLLJL kota Zhuhai akibat bermuatan lebih. Pengadilan Negeri Zhuhai kemudian menghukumnya dengan 1,5 tahun penjara. Setelah dibebaskan, ia mengajukan tuntutan ke mana-mana termasuk ke Beijing tetapi tidak berhasil, sampai ia ditangkap polisi Beijing dan dikirim ke otoritas Fengxin untuk diselesaikan. Karena tanpa hasil yang memuaskan ia lalu mengancam dengan membuat insiden tragis agar pejabat dicopot dari jabatan.

Pernyataan ini mendapat konfirmasi dari wartawan media ’Hudu’ yang mengatakan bahwa abang dari Hu Jiapin pernah mengakui adiknya itu setelah dibebaskan dari tahanan terus menyampaikan petisi, mengajukan tuntutan kepada pemerintah atas kasus yang terjadi pada dirinya. Ia yakin peristiwa yang terjadi ini masih ada hubungannya dengan urusan Zhuhai waktu itu. (sinatra/rmat)

Share

Video Popular