Keterangan gambar: Pembandingan antara Bumi (kiri) dan planet mirip Bumi, Kepler-452b (kanan). Apakah Bumi adalah satu-satunya planet yang memiliki peradaban di alam semesta? (Wikipedia).

Oleh: Huang Xiao-Yu

Misteri bintang KIC 8462852 yang dikelilingi oleh “sekumpulan materi padat” ini masih sulit dipecahkan, satu hal yang bisa dipastikan para ilmuwan adalah fluktuasi cahaya aneh-nya itu tidak ada hubungannya dengan komet, namun, tidak bisa dikesampingkan bahwa bintang KIC 8462852 berhubungan dengan peradaban luar bumi.

Masih ingat dengan fenomena astronomi tidak biasa dari bintang redup itu?

Ada yang mengatakan itu adalah “objek alien.” Namun, misterinya memang masih sulit dipecahkan hingga kini, demikian dilansir laman CNN, pada Sabtu (16/1/2016).

Bintang KIC 8462852 yang dijuluki “objek peradaban luar” ini berjarak sekitar 1500 tahun cahaya dari Bumi, terletak di antara konstelasi Cygnus dan Lyra. Selain itu, ia juga dikenal sebagai Tabby Star, bintang WTF dan nama bintang lainnya, adalah bintang eksotis yang diidentifikasi oleh seorang astronom pada 2011 lalu. Karena fluktuasi cahayanya yang aneh, sehingga oleh astronom diklasifikasikan sebagai “struktur alien.”

Keterangan gambar: Posisi bintang Cygnus (hijau) dan Lyra (kuning). (Wikipedia).

Hasil studi terbaru menyebutkan, bahwa bintang KIC 8462852 mengalami peredupan secara bertahap sejak lebih dari satu abad terakhir, dan faktornya tidak seperti disebabkan oleh komet yang mengorbitnya. Data pengamatan yang dikumpulkan Harvard University oleh astrofisikawan Bradley Schaefer dari Louisiana State University-LSU, mencatat bahwa bintang tersebut mengalami peredupan antara kurun tahun 1890 – 1989.

“Fenomena peredupan bintang ini sangat unik, dan tidak bisa dijelaskan,” kata Bradley Schaefer.

Sementara itu, Tabby Star merupakan main sequence star/bintang urutan pertama tipe – F, dan tingkat peredupan bintang ini tidak akan lebih dari 20%.

“Kami telah mengamati tingkat kecerahan jutaan Tabby Star, dan kami temukan mereka tidak akan meredup atau menjadi gelap,” tambah Bradley Schaefer kepada CNN.

“Berdasarkan data pengamatan yang dikumpulkan Harvard University, bahwa faktor yang membuatnya menjadi gelap itu disebabkan oleh puing-puing komet,” kata Tabetha Boyajian, seorang peneliti postdoctoral bidang astronomi di Yale University, New Haven, Connecticut, Amerika Serikat.

Keterangan gambar: Melihat Bumi dari bulan.(NASA

Namun, menurut Bradley Schaefer, tidak mungkin puing-puing komet yang membuatnya redup. Analisisnya menyebutkan, bahwa butuh 648 ribu keping komet besar baru bisa membuat bintang ini terus meredup sejak satu abad silam. Selain itu, komet-komet ini juga harus berada dalan urutan depan dari bintang terkait. Lagipula dari hasil pengamatan Kepler ditemukan bahwa Tabby Star ini merupakan sistem biner yang sempurna, dan hanya dari sisi kecerahan saja mengalami fenomena redup yang tidak biasa.

Biasanya, jika ada planet yang melesat di depan bintang, akan menyebabkan kecerahan bintang terkait menjadi redup untuk sementara waktu, namun, dari hasil pengamatan Kepler antara 2009 – 2013 lalu ditemukan, bahwa bintang KIC 8.462.852 mengalami fenomena pergantian terang dan gelap lebih dari 20%.

Pada November 2015 lalu, peneliti di SETI- The search for extraterrestrial intelligence melakukan pengamatan radio terhadap KIC 8462852, namun belum berhasil mendeteksi sinyal radio apapun. Tapi, ini tidak mengesampingkan kemungkinan adanya peradaban alien di KIC 8462852.

Keterangan gambar: Sebagian galaksi di ruang angkasa.(NASA/ESA

“Di galaksi kita terdapat sekitar 1 triliun planet, dan kami perkirakan ada sekitar 100 miliar galaksi di alam semesta, jadi diperkirakan 1/10 dari bintang itu terdapat dunia yang cocok untuk kehidupan,” kata Seth Shostak, salah satu peneliti di SETI.

Tapi kita juga tidak mengesampingkan kemungkinan adanya peradaban alien di KIC 8462852.

“Jika terbukti ada peradaban alien di sana, saya juga akan terkejut sama seperti rekan lainnya, namun, kita perlu mencari bukti. Dan sekadar catatan, bintang biasa juga akan menunjukkan fenomena abnormal, tapi kita masih belum bisa mengungkap misteri KIC 8462852 ini,” pungkas Seth Shostak. (epochtimes/joni/rmat)

 

Share

Video Popular