Keterangan gambar: Pengadilan federal Chicago telah mengajukan gugatan kepada pejabat PKT Lu Lin pada 14 Januari karena menyembunyikan identitas saat mengajukan naturalisasi AS. (Fotoolia)

Oleh Liang Yi

Pria asal Tiongkok bernama Lu lin yang tinggal di Illinois, AS karena menyembunyikan identitasnya sebagai anggota Partai Komunis Tiongkok/ PKT dan memiliki hubungan dengan dinas intelijen PKT saat mengajukan naturalisasi AS, telah didakwa oleh pemerintah federal dengan kejahatan memperoleh status kewarganegaraan secara ilegal.

Dalam surat dakwaan yang disampaikan oleh Biro Intelijen Federal (FBI) AS disebutkan bahwa terdakwa Lu Lin pada 2005 mengajukan naturalisasi Amerika yang disahkan pemerintah pada 2008 setelah menerima 2 kali wawancara serta melakukan sumpah naturalisasi di Chicago pada tahun yang sama.

Menurut pernyataan FBI bahwa Lu Lin yang kini berusia 58 tahun telah digugat oleh pengadilan federal Chicago pada 14 Januari. Kasusnya rencana akan disidangkan pada Kamis (21/1/2016) mendatang.

Dalam surat dakwaan disebutkan bahwa Lu Lin telah menyampaikan informasi yang tidak benar saat mengajukan naturalisasi di AS. Berbohong bahwa ia tidak pernah masuk partai menjadi anggota PKT, juga mengaku tidak pernah menggunakan nama lain.

Namun pemerintah AS menemukan, Lu Lin selama 1987 hingga 1997 tercatat sebagai anggota PKT, dan di sebuah dokumen berfoto dirinya, ia menggunakan nama Yung Yeung. Dokumen tersebut dikeluarkan oleh Departemen Keamanan dan Ketertiban Publik (DKKP) PKT.

Pemerintah federal juga menemukan bukti Lu Lin menggunakan dokumen tersebut untuk memasuki wilayah Hongkong, dan mengirim dari Hongkong informasi yang ia peroleh kepada DKKP di Tiongkok. FBI menyebut instansi itu adalah departemen yang bertanggung jawab terhadap kontra intelijen dari PKT, instansi yang menangani intlijen luar negeri dan keamanan politik. Surat tidak menyebut kapan Lu Lin masuk Hongkong.

AS mengontrol ketat naturalisasi yang diajukan oleh anggota PKT

Sesuai undang-undang AS bahwa bila anggota PKT bahkan pejabat koruptor saat mengajukan kewarganegaraan AS menyembunyikan identitas dirinya sebagai anggota PKT, dengan menipu imigrasi masuk wilayah AS. Begitu pelanggaran itu ditemukan maka pemerintah berhak untuk menarik kembali Kartu Hijau yang telah diberikan dan mengekstradisi yang bersangkutan untuk kembali ke Daratan Tiongkok.

Sebelumnya, beberapa orang asal Tiongkok, Vietnam dan lainnya mengungkapkan bahwa ketika mereka melakukan wawancara naturalisasi, pejabat imigrasi AS akan mengajukan pertanyaan tentang apakah pernah menjadi anggota PKT atau masuk organisasi afiliasinya ?

Di dalam Aplikasi untuk naturalisasi (N-400) terdapat satu kolom isian yang mempertanyakan ihwal riwayat keorganisasian atau kepartaian. Yang bersangkutan akan ditanyakan apakah pernah masuk organisasi Nazi atau komunis. Undang-undang imigrasi AS mengatur, siapa saja yang pernah menjadi anggota organisasi komunis, bila di saat ia mengajukan naturalisasi tetapi belum 5 tahun meengundurkan diri dari organisasi itu. Maka permohonannya akan ditolak.

Sebagian besar pejabat PKT korup yang melarikan diri ke AS dan memperoleh ijin tinggal, telah menggunakan praktik penipuan untuk menyembunyikan identitas mereka. Seorang pengacara di California bernama Deng Hong kepada media mengatakan, pemerintah Amerika memiliki 2 saluran utama informasi. Dari agen resmi seperti FBI, Kantor Imigrasi dan dari instansi lain yang relevan Tiongkok sendiri. Dan yang lain adalah dari laporan pihak ketiga.

Intelijen akan memberitahu otoritas AS sampai sedemikian rincian, misalnya tentang berapa paspor yang digunakan oleh pejabat korup, nama apa saja yang digunakan dan sebagainya. Otoritas AS kemudian akan langsung melakukan penyelidikan begitu laporan masuk. Biasanya penyidikan dilakukan sangat hati-hati dan saksama untuk mendalami proses aplikasi keimigrasian. Begitu otoritas bisa membuktikan bahwa pejabat itu berbohong dengan menyembunyikan identitasnya, maka proses akan dialihkan ke ekstradisi.

Sebuah sumber mengungkapkan bahwa pernah terjadi seorang pejabat PKT berhasil memperoleh Kartu Hijau AS dengan cara menyembunyikan identitasnya sebagai anggota PKT. Namun ia kemudian ditangkap di Las Vegas setelah kedoknya terbuka. Kartu dicabut dan ia pun diekstradisi ke Tiongkok untuk diadili di sana. (sinatra/rmat)

Share

Video Popular