Keterangan foto: Ketika Perang Korea meletus, RRT dibawah Mao berturut-turut mengirimkan jutaan pasukan relawan ke Korea untuk berperang melawan tentara sekutu selama 3 tahun. Perang Korea baru saja usai sudah secara diam-diam berpatisipasi dalam perang Vietnam. Konon Xi Jinping berpendapat, hasil dari peperangan tersebut, lebih banyak kerugian daripada keuntungan yang diperoleh. (internet)

Oleh: Gu Qinger

Pada 9 Januari 2016, menurut kabar ada media asing berbahasa mandarin yang menerbitkan lagi “Pidato rahasia Xi Jinping kepada Komisi Militer tingkat atas.” Dari pidato ini terlihat bahwa Xi Jinping telah menyangkal efek Partai Komunis Tiongkok/ PKT dalam Perang Korea dan Perang Vietnam. ‘Pidato’ itu tak pelak memantik kesimpang-siuran di kalangan luar. Ada analisa yang percaya, isi pidato itu tidak asli, dikeluarkan mengatas-namakan Xi Jinping; juga ada analis yang berpendapat, ‘pidato’ itu riel dan telah memperlihatkan Xi Jinping yang sesungguhnya.

Sebuah situs media asing, pada Sabtu (9/1/2016) menerbitkan artikel berjudul “Pidato Ketua Komisi Militer (Xi Jinping) kepada para kader pimpinan Komisi Militer tentang masalah perang” yang pernah dimuat dua tahun lalu, konon sumber informasi tersebut didapatkan dari seseorang yang dekat dengan level atas PKT.

Di dalam pidato ini, Xi Jinping terutama membicarakan lima masalah. Ketika membahas hubungan PKT dengan beberapa peperangan di abad 20, Xi Jinping meringkas dampak negatif perang terhadap PKT yang dikategorikan menjadi 4 poin. Kemudian, Xi Jinping membicarakan Perang Dunia Ke 2, terutama Perang Pasifik yang bermakna khusus terhadap Tiongkok, ia berpendapat bahwa perlu sekali lagi mengenali Amerika Serikat, titik topang strategi PKT terhadap luar adalah menangani dengan baik hubungan RRT-AS.

Dalam pidato tersebut banyak dibahas tentang sejarah dunia dan sejarah Partai Komunis Tiongkok, perkembangan strategi militer, hubungan internasional dan peradaban umat manusia. Dalam pidato itu Xi Jinping juga menyinggung masalah Perang Korea dan Perang Vietnam. Ia mengatakan, berdiri pada sudut pandang bangsa Tionghoa dan pada negara yang normal sebenarnya kedua perang tersebut sama sekali tidak diperlukan. Secara pragmatis ia mengatakan bahwa hasil dari peperangan tersebut, lebih banyak kerugian daripada keuntungan.

Ketika Perang Korea meletus, RRT dibawah Mao berturut-turut mengirimkan jutaan pasukan relawan ke Korea untuk berperang melawan tentara sekutu selama 3 tahun. Perang Korea baru saja usai sudah secara diam-diam berpatisipasi dalam perang Vietnam, walaupun tidak menggunakan kekuatan militer besar namun pengorbanan materi, perlengkapan dan teknologi adalah sangat besar sekali. Akumulasi hingga tahun 1975 jumlah total materi yang diterjunkan ke dalam perang Vietnam jauh lebih besar dari yang diterjunkan ke dalam perang Korea.

Perang bukan hanya memposisikan Tiongkok berlawanan dengan Amerika, juga dengan PBB, PKT ketika itu bermusuhan dengan hampir seluruh Negara-negara di dunia. Berlawanan sudah pasti mengalami blockade dan embargo, juga waktu yang bahkan berlangsung hingga beberapa dekade. Bagi negara besar dengan penduduk sebanyak 500 – 600 juta jiwa serta luas tanah hampir 10 juta km³, hal ini merupakan situasi diplomatik yang sangat langka.

Di dalam artikel itu Xi Jinping juga mengatakan, hari ini, kecuali masalah Kepulauan Diaoyu, Korea Utara juga merupakan masalah yang sangat rumit. Terus terang saja Korea Utara bukan sebuah negara yang normal. Negara manapun yang hendak berhubungan dengan Korea Utara melalui jalur normal dan cara yang normal, dipastikan gagal.

Dalam pidato itu, Xi Jinping juga membicarakan sikapnya terhadap AS, hal ini sangat bertolak-belakang dengan tindakan faksi Elang dalam militer PKT yang selama ini menggembar-gemborkan “Pada akhirnya pasti ada perang antar RRT dan AS”. Xi Jinping mengatakan, menangani dengan baik hubungan antara RRT-AS adalah penopang yang kuat dari strategi terhadap luar; mengenali sekali lagi Perang Dunia ke 2, terutama makna dari Perang Pasifik, pada hakekatnya adalah mengenali sekali lagi Amerika Serikat. “Bisa menangani dengan baik hubungan kita dengan AS, memiliki makna yang sangat penting”.

Ketika itu pandangan dari artikel analisis yang mengatas-namakan diri sebagai Zhuang Feng menyatakan bahwa yang ditegaskan Xi Jinping dalam pidato menangani dengan baik hubungan dengan AS, hal itu setidaknya terlihat jelas dari berbagai insiden diplomatik dari Xi Jinping dengan AS selama ini. (lin/whs/rmat)

Share

Video Popular