Setiap kali kita berbohong,menjadi takut ketahuan, orang merasa stres, yang menghasilkan energi negatif (SHUTTERSTOCK)

Apa yang terjadi ketika kita berbohong? Selain pengaruh yang bisa diprediksi terhadap kesehatan hubungan seseorang, berbohong juga bisa membahayakan tubuh. Dan hal ini telah dibuktikan oleh sebuah penelitian yang dilakukan University of Notre Dame, AS.

Selama penelitian ini, sebanyak 110 peserta yang berusia antara 18 hingga 71 tahun, dipelajari selama 10 minggu. Satu kelompok diberitahu untuk berhenti berbohong selama penelitian. Kelompok lainnya tidak diberi instruksi sama sekali tentang apakah berbohong atau tidak. Seminggu sekali, terhadap para peserta dilakukan tes kebohongan. Hasilnya mengatakan…

Pada akhir minggu ke-10, kelompok yang telah menahan diri untuk tidak berbohong dilaporkan sedikit menderita sakit kepala dan keluhan fisik lainnya, seperti sakit tenggorokan dan sulit tidur. Mereka juga melihat tanda pengurangan tingkat stres dan memiliki hubungan yang lebih bahagia.

“Analisis statistik menunjukkan, bahwa peningkatan di dalam hubungan ini secara signifikan telah menyumbang peningkatan kesehatan yang dikaitkan dengan sedikit berbohong,” kata profesor Lijuang Wang dari Notre Dame University, yang melakukan penelitian bersama rekannya Anita Kelly.

Statistik yang menunjukkan seberapa sering kita berbohong, agak sedikit bervariasi. Menurut laporan US News, “Sebuah badan penelitian yang sedang berkembang menunjukkan bahwa orang berbohong terus-menerus, penipuan tersebut meresap hingga dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu studi menemukan bahwa, orang mengatakan 2-3 kali kebohongan dalam setiap 10 menit, bahkan ada perkiraan konservatif menunjukkan bahwa kita berbohong setidaknya sekali sehari.”

Namun, angka-angka tersebut tidaklah sebanding konsekuensi yang kita terima. Kita memutar balikkan cerita dan berbohong untuk berbagai jenis alasan, seperti menghindari kecaman, hukuman, mendapatkan pujian atau rasa hormat, menjauh dari seseorang atau tempat… jika di daftar hampir tak ada habisnya. Kebohongan atau alasan yang dikatakan mungkin tidak menimbulkan masalah kesehatan yang serius, tetapi tekanan untuk terus berpura-pura dapat menimbulkan masalah kesehatan.

Setiap kali kita berbohong, maka harus terus dipertahankan, biasanya dengan mengatakan kebohongan lebih banyak. Menjadi takut ketahuan, orang merasa stres, yang menghasilkan energi negatif dan menyebabkan pelepasan hormon stres seperti kortisol, yang dikenal penyebab kerusakan pada kesehatan. Selama periode waktu, stres terpendam dapat menyebabkan masalah kesehatan yang parah seperti insomnia, sakit pinggang, denyut jantung tidak teratur, sakit kepala dan kekebalan menurun.

Dengan berkata jujur di sisi lain, dapat membangun rasa percaya diri dalam diri sendiri dan di antara orang-orang. Hubungan akan membaik ketika kita bersikap jujur, dan inilah yang menyebabkan pelepasan hormon kebahagiaan seperti serotonin!

Jadi, jauh lebih baik untuk tetap memegang kejujuran! (Ajg /yant)

Share
Tag: Kategori: KESEHATAN

Video Popular