Keterangan foto: Kata orang dalam yang dekat dengan keluarga istana Korea Utara, Kim Jong-un memang memiliki kepribadian eksentrik sejak kecil. Gambar diambil saat Kim Jong-un mengunjungi sebuah pusat pembangkit listrik. (KNS/KCNA/AFP)

Meskipun banyak mendapat penentangan dari masyarakat internasional, namun Kim Jong-un masih terus bersikeras untuk melakukan uji coba nuklir keempat pada akhir tahun lalu. Sumber mengatakan, bahkan orang-orang dalam Partai Buruh Korea Utara secara pribadi telah menyatakan ketidakpuasan dengan militeristik Kim Jong-un tetapi negara dalam kondisi miskin. Orang dekat dengan keluarga istana Korea Utara mengatakan bahwa Kim Jong-un memang memiliki kepribadian eksentrik sejak kecil.

The Guardian mengutip sumber Pyongyang yang namanya tidak bersedia disebutkan memberitakan bahwa ada pula beberapa pejabat dalam Partai Buruh Korea Utara yang menentang dilakukannya uji coba nuklir. Mereka bilang itulah cerminan dari kepribadian yang tidak bertanggung jawab dan tidak dewasa dari seorang Kim Jong-un.

Seorang eksekutif rezim Korea Utara saat menceritakan masa kecil Kim Jong-un mengatakan bahwa karakteristik suka menyerang memang sudah tampak sejak ia sangat muda.

“Kalau seorang kutu buku, ia selamanya tak pernah akan dipilih oleh Kim Jong-il sebagai penggantinya,” katanya.

Orang dalam di Hamgyong Utara juga membenarkan pernyataan di atas. Ia mengatakan bahwa Jong-un memang memiliki kepribadian eksentrik sejak kecil. salah satu contohnya yaitu ketika ia memutuskan untuk membatalkan pertunjukan perdana Moranbong Band di Beijing. Dari situ kita sudah bisa melihat.

Disebutkan juga bahwa pada Mei tahun lalu, Kim Jong-un tiba-tiba menolak kunjungan Sekjen. PBB Ban Ki-moon hanya sehari sebelum ia tiba di Pyongyang, padahal rencana sudah disepakati sebelumnya.

“Sejak masa kanak-kanak, Kim Jong-un sudah dijadikan ‘raja’, ia tidak mau mendengarkan pendapat orang lain,” sebut Orang dalam itu.

Ia menambahkan bahwa para kader partai maupun masyarakat semua jadi takut dan perlu berhati-hati. Karena mereka tidak tahu apa yang mungkin akan menimpa diri.

Koki masakan sushi dari Jepang yang bekerja di istana alm. Kim Jong-il bernama (samaran) Kenji Fujimoto dalam buku memoarnya menulis demikian, “Sejak kecil Kim Jong-un sudah menunjukkan karakternya yang mirip badai, ia tidak suka untuk diperlakukan sebagai anak.”

Bila saja orang lain memanggilnya ‘komandan muda’ dia bisa naik pitam seketika. Demikian tulis Kenji dalam bukunya. (sinatra/rmat)

Share

Video Popular