Kacang-kacangan merupakan sumber kaya lemak, tetapi banyak penelitian yang menunjukkan bahwa lemak dalam kacang-kacangan diserap dengan sangat buruk. Baru-baru ini sebuah penelitian yang merilis laporan mengapa kacang tidak menggemukkan.

Lemak dalam almond terletak di dalam sel almond. Bahkan setelah lama mengunyahnya, sebagian besar sel almond tetap utuh dan lemaknya masih berada di dalam sel. Dikarenakan lemak hanya bisa diserap setelah lepas dari sel, maka sebagian besar lemak dalam almond tidak dapat diserap saat berada di bagian atas saluran pencernaan. Hal ini menjelaskan mengapa jumlah kalori kacang lebih rendah dari apa yang Anda baca di label.

Jumlah kalori yang ditunjukkan pada label makanan dihitung dari berapa banyak panas yang dapat diproduksi oleh makanan di laboratorium. Namun, metode mengukur kalori ini, tidak berarti bagi makanan yang penyerapannya buruk. Jumlah kalori yang tercantum pada label bisa jauh lebih tinggi daripada yang benar-benar bisa diserap oleh tubuh; banyak kalori potensial lewat begitu saja tidak bisa tercerna, terbuang bersama tinja. Hal ini menjelaskan, mengapa kadar lemak darah lebih rendah dari yang diperkirakan setelah makan kacang.

Studi lain menunjukkan bahwa almond yang dipanggang tidak meningkatkan penyerapan lemak dibanding dengan almond mentah. Beberapa lemak kacang yang melewati usus bagian atas, malah diserap setelah mencapai usus besar, di mana bakteri memfermentasi dinding sel untuk melepaskan beberapa lemak.

Kacang menyehatkan tubuh

Studi epidemiologi (pada populasi) sehubungan dengan makan kacang, ditemukan dapat mengurangi kemungkinan menderita serangan jantung, batu empedu, diabetes, dan kanker. Banyak studi yang menunjukkan bahwa makan kacang dapat menurunkan tekanan darah tinggi, kolesterol, lemak perut, dan sindrom metabolik; serta membuktikan bahwa kacang tidak berhubungan dengan kenaikan berat badan.

Penelitian baru-baru ini melaporkan bahwa mengonsumsi kacang almond dapat mengurangi lemak perut, jenis lemak yang menyebabkan diabetes dan serangan jantung. Sebanyak lima puluh dua orang berusia setengah baya yang tampak sehat namun memiliki obesitas dengan kadar kolesterol LDL buruk, diberikan menu makanan jantung sehat, dengan mengonsumsi makanan sehari-hari sebagai berikut:

* 1,5 ons (42 gr) almond utuh atau

* Muffin pisang dengan jumlah kalori yang sama seperti almond.

Setelah 6 minggu, mereka yang mengonsumsi kacang almond memiliki kadar kolesterol total dan kolesterol jahat LDL yang lebih rendah. Mereka yang mengonsumsi muffin memiliki kolesterol HDL baik yang rendah. Sedangkan yang mengonsumsi almond memiliki lingkar pinggang yang lebih kecil dan lemak perut yang mengarah ke diabetes lebih sedikit. Kedua kelompok tersebut memiliki berat badan dan total kadar lemak tubuh yang sama.

Mengapa kacang lebih sehat daripada muffin

Cemilan kacang almond yang diberikan kepada para partisipan penelitian sebanyak 30 – 35 butir almond (1,5 ons), yang mengandung 240 kalori, 20 gr lemak (terutama lemak tak jenuh tunggal) dan 4,7 gr serat. Sedangkan muffin mengandung jumlah kalori yang sama, tetapi memiliki sedikit serat, sedikit lemak tak jenuh tunggal dan jauh lebih banyak gula dan pati.

Kenaikan gula darah yang tinggi dapat merusak setiap sel dalam tubuh Anda. Muffin yang terbuat dari tepung, menyebabkan peningkatan gula darah yang jauh lebih tinggi daripada yang disebabkan oleh biji-bijian. Biji gandum utuh memiliki kapsul tebal yang mencegah penyerapan cepat gula dan karbohidrat lainnya ke dalam aliran darah. Biji-bijian yang penuh karbohidrat dapat diserap hanya sebagai gula tunggal. Bila Anda menggiling gandum menjadi tepung, berarti telah menghapus kapsul sekitar gandum dan akan meningkatkan penyerapan gula yang menyebabkan kenaikan tinggi gula darah. Lokasi lemak yang berada di dalam sel kacang-kacangan, mengurangi penyerapan lemak dengan cara yang sama, yakni kapsul luar yang tebal diseluruh biji utuh (tanpa ditumbuk) mengurangi penyerapan gula.

Apa artinya ini bagi Anda

Silakan memakan camilan kacang-kacangan. Cobalah untuk membatasi mengonsumsi karbohidrat olahan yang dibuat dengan menggiling biji-bijian menjadi tepung atau dengan menambahkan gula untuk setiap makanan atau minuman. Ini berarti Anda harus membatasi minuman berkadar gula termasuk jus buah, dan semua makanan yang dibuat dengan jenis tepung seperti muffin, roti, pasta, kerupuk, kue, dan sebagainya. (Drmirkin.com/Ted/Yant)

Share
Tag: Kategori: KESEHATAN

Video Popular