Keterangan foto: Baru-baru ini dalam forum jajak pendapat yang digelar Xi Jinping bersama 11 orang penanggung jawab propinsi di Chongqing, Xi Jinping mengatakan “tidak akan melakukan pengembangan besar-besaran” terhadap Sungai Yangtze (Chang Jiang) di kemudian hari. Menurut analisa, ungkapan Xi tersebut mungkin merupakan sinyal akan diselidikinya pertanggung jawaban terhadap proyek Dam 3 Ngarai Yangze. Foto adalah dua orang pekerja sedang membersihkan sampah di sepanjang tepi sungai di dekat Dam 3 Ngarai. (STR/AFP/Getty Images)

Oleh: Gu Qinger

Baru-baru ini, dalam simposium yang digelar oleh Xi Jinping di Chongqing bersama 11 orang penanggung jawab propinsi, Xi Jinping mengatakan, di kemudian hari tidak akan melakukan pengembangan besar-besaran terhadap Sungai Yangtze. Menurut analisa, ini terkait dengan semakin parahnya kondisi ekosistem di kedua pesisir Sungai Yangtze sebagai akibat Jiang Zemin memaksakan pembangunan proyek tersebut kala itu. Ungkapan Xi tersebut mungkin merupakan sinyal akan diselidikinya pertanggung-jawaban terhadap proyek Dam 3 Ngarai Yangze tersebut.

Simposium Xi dan 11 Penanggjung Jawab Provinsi, Sebar Sinyal Akan Sidik Proyek

Pada 5 Januari lalu, Xi Jinping menggelar forum bertajuk Pengembangan Jalur Ekonomi Sungai Yangtze di kota megapolitan Chongqing, bersama dengan 11 orang penanggung jawab dari propinsi: Shanghai, Jiangsu, Zhejiang, Anhui, Jiangxi, Hubei, Hunan, Chongqing, Sichuan, Guizhou, Yunnan, berikut para penanggung jawab terkait Majelis Negara lainnya.

Dalam forum tersebut Xi Jinping menyampaikan pernyataan, Sungai Yangtze memiliki ekosistem yang unik, mulai saat ini sampai jangka waktu panjang harus dilakukan perbaikan terhadap kondisi ekosistem Yangtze kembali pada posisi luar biasa hebat, bersama-sama melakukan perlindungan, dan tidak akan melakukan pengembangan besar. Xi juga berkata, akan menempuh cara reformasi inovatif untuk melindungi ekosistem Sungai Yangtze.

Dalam artikel yang dirilis Kantor Berita Xinhua selaku media resmi PKT pada 7 Januari lalu, beberapa tahun terakhir kondisi ekosistem Sungai Yangtze dalam keadaan bahaya. Kualitas air Sungai Yangtze semakin buruk, berbagai kasus pencemaran air di sepanjang sungai yang mengancam suplai air bersih pun semakin kerap terjadi, satwa langka seperti lumba-lumba putih dan paddlefish putih telah bertahun-tahun tak terlihat keberadaannya, lumba-lumba Sungai Yangtze yang tersisa hanya seribu ekor lebih, berbagai satwa langka lain juga terancam punah.

Selain itu, 4 Januari lalu, PM Li Keqiang menggelar forum yang membahas tentang kebijakan menangani kelebihan kapasitas industri batu bara dan besi baja yang digelar di Taiyuan. Dalam forum tersebut hadir 5 penanggung jawab dari propinsi Shanxi, Hebei, Mongolia Dalam, Shaanxi, Shandong, berikut 24 partisipan perusahaan penambang.

Li Keqiang menyatakan, masalah kelebihan kapasitas harus terus diatasi. Saat menyinggung tentang kapasitas yang tertinggal, dituntut harus menghentikan fasilitas produksi besi baja yang tidak mampu memenuhi kriteria perlindungan lingkungan hidup, konsumsi energy, keselamatan produksi dan lain-lain, kemudian membongkar instalasi penggerak daya.

Pengamat politik bernama Li Linyi mengatakan, dalam pidatonya Xi Jinping mengatakan “tidak akan melakukan pengembangan besar” terhadap Sungai Yangtze, berikut pemberitaan oleh media resmi pemerintah yang makin memperjelas bahwa Dam 3 Ngarai ini adalah proyek yang dipaksakan pelaksanaannya oleh Jiang Zemin kala itu, kini telah mengakibatkan kehancuran ekosistem yang tak terselamatkan lagi. Beberapa tahun terakhir ini hal buruk terus bermunculan, seperti iklim tak normal yang terjadi di bagian tengah hingga ke hilir Sungai Yangtze, kemarau berkepanjangan, suhu udara meningkat, banjir, dan berbagai bencana tak kunjung reda. Baru-baru ini, pihak pejabat telah melontarkan sinyal akan menyidik pertanggung-jawaban terhadap pelaksanaan proyek Dam 3 Ngarai ini.

Jiang Paksakan Proyek Dam 3 Ngarai

23 Oktober 2015 lalu, Wang Qishan menghadiri Rapat Mobilisasi Inspeksi Pusat. Rapat tersebut merilis daftar nama 31 instansi yang diinspeksi putaran ketiga, salah satu di antaranya adalah proyek Dam 3 Ngarai dan Komite Pembangunan Proyek Diversi Air Utara Selatan serta sejumlah instansi terkait lainnya. Kedua instansi tersebut dituding telah memperburuk kondisi kerusakan ekosistem, kritik dan kecaman dari pihak luar terhadap kedua proyek tersebut juga terus bermunculan.

Ketika Jiang Zemin dan kelompoknya berkuasa, proyek Dam 3 Ngarai dipaksakan untuk dijalankan tanpa peduli akan kecaman para pakar mengenai bahaya Dam 3 Ngarai tersebut. Proyek itu resmi dimulai pada 14 Desember 1994, dan rampung pada 2009. Setelah rampung, bencana kekeringan, suhu memanas, banjir dan longsor, gempa bumi dan lain sebagainya kerap terjadi di Tiongkok. Segala jenis bencana yang diramalkan oleh para pakar akan terjadi akibat proyek Dam 3 Ngarai ini benar-benar terjadi satu persatu.

Pakar konservasi air Tiongkok bernama Profesor Huang Wanli telah berkali-kali mengirim surat tertulis kepada pemimpin tertinggi PKT waktu itu yakni Jiang Zemin, yang isinya menguraikan berbagai alasan kongkrit proyek Dam 3 Ngarai tidak boleh dilanjutkan dengan disertai bukti dari aspek geologi, lingkungan hidup, ekosistem, dan bahkan aspek militer. Professor Huang memperkirakan setelah dam tersebut menampung air, bebatuan kerikil akan menyumbat aliran Chongqing dan Sichuan yang akan mengakibatkan banjir, anggaran proyek yang begitu besar berikut pemindahan penduduk akan menimbulkan bencana, juga diperkirakan jika suatu saat dam itu harus didirikan, pada akhirnya terpaksa harus dibom hancur. Sementara konsultan teknik Jerman bernama Wang Weiluo berkata, semakin cepat Dam 3 Ngarai diruntuhkan semakin baik.

Penulis bernama Zheng Yi pada 2011 lalu pernah menulis artikel, Dam 3 Ngarai yang dibangun dengan memotong di bagian tengah sungai Yangtse itu telah merusak siklus stimulasi pada danau-danau di sekitarnya. Pakar konservasi air Tiongkok yang pertama kali memprotes proyek tersebut bernama Profesor Jin Yongtang menyatakan, “Masalah yang timbul di 3 Ngarai itu sekarang jauh lebih parah dari yang diperkirakan sebelumnya. Segera Chongqing tidak akan bisa dilalui kapal feri lagi, ini adalah masalah endapan lumpur dan pasir. Pokoknya masalah di ngarai sudah terlalu banyak…”

Majalah “New Epoch Weekly” pernah memberitakan, dalam tradisi dan kebudayaan Tiongkok meyakini segala sesuatu memiliki sisi spiritualnya, langit, bumi dan manusia adalah tiga hal yang saling terkait satu sama lain. Sebuah aliran sungai diibaratkan tubuh seorang manusia, yang begitu dipenggal pada bagian pinggang (tengah) maka manusia itu akan mati, hanya saja bagi sebuah aliran sungai dengan begitu banyak sungai kecil dan jutaan mahluk hidup di dalamnya, proses kematian sungai itu juga akan memakan waktu cukup lama. Ketika dam itu memenggal aliran Sungai Yangtze di pinggang (tengah), berarti aliran urat naga terbang bangsa Tiongkok telah dipenggal.

Sedangkan Proyek Diversi Air Utara Selatan adalah proyek yang berskala lebih besar daripada Dam 3 Ngarai yang juga dipaksakan oleh Jiang Zemin dengan alasan untuk memenuhi suplai air bagi Pesta Olimpiade Beijing. Wang Weiluo menyatakan, proyek diversi tersebut menyebabkan kerusakan ekosistem yang lebih parah lagi daripada Dam 3 Ngarai, setiap jalur proyek mengakibatkan dampak yang merusak terhadap hilir sungai. (sud/whs/rmat)

Share

Video Popular