Keterangan gambar: Astronom mengatakan, bahwa galaksi W2246-0526 paling terang yang ditemukan pada 2015 lalu, dimana karena efek dari lubang hitam di pusatnya itu, kini sedang mencabik-cabik dirinya sendiri. Ilustrasi galaksi W2246-0526(ESO/NAOJ/NRAO

Oleh: Lin Cong Wen

Galaksi yang ditemukan ilmuwan pada 2015 lalu, adalah galaksi paling terang yang pernah ditemukan ilmuwan hingga saat ini, lebih terang 300 triliun kali dari matahari. Sementara sebuah penelitian terbaru menyebutkan, bahwa galaksi yang dinamakan WISE J224607.57-052635.0 (W2246-0526) ini kini sedang menghancurkan dirinya sendiri, dan ini erat kaitannya dengan lubang hitam supermasif di pusatnya.

Galaksi W2246-0526 berjarak sekitar 12,4 miliar tahun cahaya dari Bumi, ditemukan oleh teleskop landasbumi (teleskop antariksa) berbasis sinar inframerah (Wide-field Infrared Survey Explorer, WISE) pada 2015 lalu. Galaksi ini memiliki jenis yang sangat tidak biasa dari quasar yang dikenal sebagai Hot Dust-Obscured Galaxies atau Hot DOG, galaksi ini sangat jarang, terdapat lubang hitam supermasif yang sangat dinamis di pusatnya.

Dalam studi terbaru itu, dimana dengan menggunakan teleskop ALMA- Atacama Large Millimeter / submillimeter Array di Gurun atacama, Chili, tim peneliti yang dipimpin ilmuwan Chili mengamati (galaksi) W2246-0526 kini sedang mengalami perubahan dramatis.

Saat lubang hitam menyedot materi di sekelilingnya, akan membentuk sebuah piringan yang disebut accretion disk, yang dapat memicu kenaikan suhu materi hingga ekstrim tinggi, sehingga membentuk sumber cahaya yang kuat dan cerah. Cahayanya tidak hanya dipancarkan ke angkasa, tapi juga akan diserap oleh gas dan debu di sekitarnya, kemudian memancarkan cahayanya kembali dalam bentuk cahaya inframerah.

Para astronom mengatakan, bahwa proses ini mempengaruhi segenap galaksi, menimbulkan gas dari segala arah yang jauhnya lebih dari 100.000 tahun cahaya, sehingga mengakibatkan (Galaksi) W2246-0526 menyebarkan sejumlah besar gas dan debu. Dan salah satu hasilnya dari kemungkinan itu adalah galaksi tersebut menjadi Quasar atau bintang semu. (epochtimes/joni/rmat)

 

Share

Video Popular