Mindfulness atau kesadaran penuh, sebuah latihan meditasi yang berfokus pada perhatian dan pelatihan akan kesadaran, telah terbukti memiliki efek positif terhadap mental maupun kesehatan fisik. Sebuah tinjauan studi baru-baru ini juga telah menunjukkan bahwa meditasi kesadaran dapat membantu orang dengan cacat intelektual dan gangguan spektrum autisme mengurangi masalah mental dan fisik mereka.

Perilaku yang sukar diatur (challenging behavior) adalah masalah yang paling umum pada penyandang cacat. Diantaranya termasuk agresif, melukai diri sendiri, merusak, dan perilaku yang mengganggu.

Perilaku ini terjadi pada 15 persen orang dengan cacat intelektual. Hingga 95 persen orang dengan gangguan spektrum autisme juga menunjukkan beberapa bentuk perilaku yang sukar diatur.

Perilaku ini adalah ancaman besar bagi pendidikan anak-anak dengan kondisi tersebut. Ini juga yang menjadi alasan utama penyebab terjerumus di jalur pidana.

Apa kesadaran penuh itu?

Mindfulness mengajarkan bagaimana menyadari apa yang terjadi pada kita di masa sekarang, baik secara fisik (seperti pernapasan) dan mental (seperti emosi). Sebanyak 254 penyandang cacat yang berusia antara 13 dan 61 tahun dari 21 studi turut berpartisipasi dalam tinjauan ini.

Tinjauan studi tersebut melaporkan dua pendekatan untuk mengajarkan perhatian. Pertama dikembangkan khusus bagi penderita cacat intelektual dan gangguan spektrum autisme, serta sering kali digunakan untuk mengendalikan sendiri agresi fisik dan verbal. Salah satu contoh adalah teknik “Telapak Kaki”.

Siswa diminta untuk bernapas secara alami dan mengingat insiden yang memicu kemarahannya. Mereka diminta untuk membayangkan dan merasakan kemarahan tersebut, kemudian mengalihkan semua perhatian kepada telapak kaki mereka. Siswa terus bernapas dan fokus pada telapak kakinya sampai merasa tenang.

Pendekatan lainnya menggunakan program kesadaran yang sudah ada sebelumnya, seperti kesadaran yang berbasis terapi kognitif (terapi psikologis yang dirancang untuk mencegah kambuh ke dalam depresi dengan mengubah cara Anda berpikir dengan bermeditasi), pengurangan stres berbasis kesadaran (meditasi dan yoga yang intensif berfokus pada kesadaran pikiran dan tubuh yang lebih besar), penerimaan dan terapi komitmen (intervensi psikologis menggunakan kesadaran untuk meningkatkan fleksibilitas psikologis), dan terapi perilaku dialektis (jenis tertentu psikoterapi kognitif-perilaku awalnya dikembangkan untuk mengobati gangguan kepribadian).

Apa yang ditemukan

Tinjauan studi menunjukkan meditasi kesadaran adalah efektif untuk mengurangi agresi, baik fisik dan verbal, mengurangi gairah seksual yang menyimpang, berhenti merokok dan menurunkan berat badan pada orang dengan kondisi ini.

Meditasi kesadaran juga meredakan kecemasan, depresi, dan gejala fisiologis yang terkait dengan stres, seperti kortisol saliva (hormon stres yang ditemukan dalam air liur) dan alpha-amilase (enzim pencernaan sensitif terhadap stres).

Efek ini entah dinilai terhadap kondisi peserta sebelum menjalani pelatihan kesadaran atau individu dengan cacat yang sama, yang tidak berlatih mindfulness.

Tidak ada efek samping yang dilaporkan oleh penyandang cacat intelektual dan gangguan spektrum autisme ketika belajar meditasi kesadaran. Namun, kesadaran itu hanya efektif dalam kondisi tertentu. Karena meditasi kesadaran adalah pelatihan terhadap aspek perhatian dan kesadaran, maka ia tidak bisa dipaksakan, dan peserta harus memiliki keinginan untuk belajar.

Latihan yang berkelanjutan dan dalam jangka panjang sangat penting untuk mendapatkan efek positif kesadaran. Orang dengan cacat intelektual dan gangguan spektrum autisme membutuhkan dukungan dalam pembelajaran. Pelatihan kesadaran dapat menjadi padat karya dan memakan waktu. Akan membutuhkan lebih banyak usaha bagi penyandang cacat yang lebih parah.

Instruktur kesadaran perlu memiliki pengalaman maupun pengetahuan intelektual kesadaran. Selain itu, mengajar penyandang cacat membutuhkan pengetahuan tentang kecacatan dan kapasitas untuk menyesuaikan metode pelatihan kesadaran dalam memenuhi berbagai kebutuhan belajar. (Ajg)

Share
Tag: Kategori: KESEHATAN

Video Popular