Dalam sistem ilmu pertapaan (kultivasi) aliran Dao (dibaca: Tao), posisi lidah menempel langit-langit merupakan “Jembatan (atas magpie)” yang menghubungkan dua arus energi dalam meridian Ren dan Du disaat bersirkulasi dengan berintersection di titik Dantian (bawah pusar), titik Hui Yin (dekat dubur) dan pineal body (di kepala). (GRAPHIC NETWORK)

Ada pepatah kuno: “Menelan air liur 300 kali, Anda dijamin dapat hidup sampai 99 tahun”. Air liur yang nampaknya biasa-biasa saja, oleh para praktisi ilmu kesehatan kuno disebut sebagai cairan berharga (harfi ah: 金津玉液 / Jin jin yù yè; cairan emas batu giok).

Air liur bersifat subur dan acapkali dengan mengulumnya di dalam rongga mulut serta menelannya, dapat melumasi lima organ internal, menyamankan kulit, bahkan panjang usia. Oleh karena itu, dalam 10 metode perawatan kesehatan PTT (Pengobatan Tradisional Tiongkok) terdapat cara penelanan air liur. Dalam sejarah, terdapat banyak dokter dan orang terkenal telah membuktikan bahwa air liur memang betul bermanfaat untuk kesehatan, memperpanjang umur dan kecantikan.

Metode menelan air liur

Metode menelan air liur untuk kali pertama kali ditemukan di dalam kitab kuno The Inner Canon of Huangdi / Huangdi Neijing (黄帝内经). Cairan dalam rongga mulut manusia bagaikan mata air, seolah tak ada habisnya, dan berkaitan erat dengan aktivitas kehidupan. Setiap orang setiap harinya akan memproduksi 1 sampai 1,5 liter air liur, sementara volume seteguk air liur hanya berkisar 3 ml, seringkali kita secara sadar menelan ludah, memiliki efek yang berguna terhadap saluran nafas, kerongkongan, dan lambung.

Orang dahulu sangat memandang penting kesehatan air liur. Air liur ketika bangun di pagi hari seolah lebih berharga daripada ginseng. Ilmu PTT percaya bahwa 5 organ mengeluarkan lima macam cairan: keringat berasal dari jantung, ingus dari paru-paru, air mata dari liver, ginjal menghasilkan cairan yang disebut Tuo (唾) dan limpa menghasilkan cairan yang disebut Xian (涎). Air liur diyakini berasal dari limpa dan ginjal; limpa dan lambung mengumpulkan saripati dari 5 organ dan darah plus Qi. Para tabib zaman kuno percaya bahwa orang yang air liurnya cukup melimpah, pasti memiliki fisik yang kuat, dan berdasarkan subur atau mengeringnya air liur untuk menentukan status penyakit seseorang.

Air liur mengandung banyak zat yang bermanfaat bagi kesehatan manusia. Pengobatan modern menyatakan, air liur mengandung berbagai komponen dalam plasma, serta lebih dari sepuluh jenis enzim dan sekitar 10 macam vitamin, berbagai mineral dan asam organik serta hormon. Dapat merangsang fungsi hematopoietic (produsen darah) tubuh dan anti-penuaan. Dalam air liur juga ada semacam enzim peroksidaseyang dapat menghambat kadar racun dari zat karsinogen. Ahli dari Jepang menemukan bahwa air liur rata-rata manusia dapat membunuh 70-80% dari sel-sel kanker, dan orang-orang tertenu bahkan dapat membunuh 100% dari sel-sel kanker.

Para tokoh sejarah praktisi ilmu kesehatan air liur

Ahli ilmu kesehatan kuno Tao Hongjing (456-536) mengatakan: “Orang yang mempraktekkan metode menelan air liur, dapat memperpanjang umur dan menyembuhkan aneka penyakit”. Sejak zaman kuno, para ahli kesehatan pada menyatakan bahwa air liur dianggap sebagai sumber penting bagi kesehatan, yakni dengan mempelajari teknik agar air liur terus eksis, seperti secara terus-menerus memosisikan “lidah menempel di langit-langit” selama beberapa menit, maka di dalam mulut akan terkumpul air liur untuk kemudian ditelan; atau ketika makan, dengan sadar mengunyah dengan perlahan, sehingga air liur akan terus eksis, untuk meningkatkan penyerapan pencernaan dan mempertahankan kesehatan.

Tabib kondang di zaman Dinasti Tang, Sun Simiao (581-682) di dalam kitab “Coretan Mengenai Kesehatan / Yang Sheng Ming 养生铭” mengatakan, di setiap pagi hari setelah bangun tidur, ia dengan lidahnya menghasilkan air liur dan secara perlahan menelannya. Mungkin karena metodenya itu ia dapat hidup sampai 101 tahun.

Selain itu metode tersebut juga dipraktekkan oleh pujangga Su Dongpo (1037-1101) dari Dinasti Song, Kaisar Qianlong sang kaisar yang paling panjang usia di Tiongkok (1711-1799), Biarawati Tao dari gunung Butong, Li Chengyu (1885-2003) dan lain-lain.

Ada seorang tua dari India yang konon berusia 150 tahun menceritakan rahasia umur panjangnya yakni: setiap suap nasi atau sayuran, ia mengunyahnya dengan perlahan sebanyak 32 kali baru ditelan, dan ketika minum air atau minuman lainnya, terlebih dahulu dikulum dalam mulut beberapa saat sebelum menelannya.

Sejumlah orang di zaman modern ini ada yang menderita sindrom Sjogren, semacam penyakit autoimun yang melanggar kelenjar eksokrin dan sel epitel, gejala klinis yang paling umum adalah mulut dan mata mengering. Itu sebabnya, air liur itu sangat berharga, upayakan metode kesehatan yang mengaktifkan sekresi air liur; “hormon kelenjar parotid air liur” dapat membuat awet muda, cerdas, gigi kokoh, otot kuat, mencapai tujuan kebugaran dan pemeliharaan kesehatan dalam jangka waktu panjang. (Hui)

Share
Tag: Kategori: KESEHATAN

Video Popular