Keterangan gambar: Petugas patroli laut sedang menyelamatkan anak-anak pengungsi yang kapal tumpangan mereka tenggelam di perairan dekat Pulau Kalolimnos. (foto Twitter)

Media Inggris Daily Mail melaporkan bahwa 3 buah kapal yang digunakan oleh pengungsi secara terpisah mengalami kecelakaan laut pada 22 Januari, menyebabkan sedikitnya 44 orang tewas di antaranya termasuk 20 orang anak.

Akhir-akhir ini sering terjadi tenggelamnya kapal pengangkut para pengungsi Timur Tengah ke Eropa. Meskipun sejumlah pengungsi berhasil diselematkan oleh otoritas Yunani atau Turki, namun banyak banyak orang yang tidak mampu berenang menuju pantai sehingga mati tenggelam.

Saat ini, kondisi frustasi para pengungsi yang mendorong mereka untuk menaiki kapal apa saja untuk bisa secepatnya meninggalkan kampung halaman menuju benua Eropa. Kecelakaan pertama terjadi saat sebuah kapal kayu dengan 48 orang pengungsi tenggelam di dekat Pulau Farmakonissi milik Yunani yang terletak di bagian timur Laut Aegean pada tengah malam. 40 orang berhasil berenang menuju pantai, termasuk seorang gadis. Namun otoritas laut Yunani menemukan 7 jenasah.

Seorang polisi pengawas pantai mengatakan, “6 orang anak beserta seorang wanita meninggal, 41 orang lainnya yang diangkut kapal itu berhasil berenang mencapai pantai di malam yang gelap itu. Para pelaku perdagangan manusia yang tanpa hati nurani lagi-lagi menyebabkan banyak korban meninggal di laut karena menggunakan kapal yang tidak layak untuk menampung penumpang yang terlampau banyak.”

Beberapa jam kemudian, sebuah kapal kayu kecil juga tenggelam di perairan dekat Pulau Kalolimnos yang terletak di bagian selatan Pulau Farmakonissi. Para petugas di kapal pengawas pantai berhasil menyelamatkan 26 orang pengungsi yang menumpang kapal kayu itu. Tetapi juga menemukan 34 jenasah, termasuk 11 anak, 16 wanita dan 7 pria. Helikopter dan beberapa kapal milik swasta sedang melakukan pencarian.

Otoritas menyebutkan bahwa belum diketahui berapa orang yang berada di atas kapal itu. Menurut dugaan pengungsi yang selamat, ada sekitar 40 – 70 orang yang berada di atas kapal itu.

Pejabat itu menambahkan, “26 orang pengungsi yang selamat itu sudah dibawa ke pulau. Kita belum mengetahui seberapa banyak jumlah penumpang yang diangkut perahu kayu kecil itu.”

Di saat yang sama, petugas pengawas pantai Turki mengatakan bahwa sebuah kapal pengungsi diketahui tenggelam di perairan sekitar Seaside Resort of Didim, 3 jenasah anak-anak sudah diangkat dari laut. Yunani sudah menjadi tempat bagi para pengungsi untuk melarikan diri dari perang dan kemiskinan. Dijadikan pintu gerbang untuk memasuki Eropa.

Lebih dari 800.000 orang pengungsi telah masuk ke Yunani tahun lalu. Mereka kebanyakan menumpang kapal yang tidak laik layar untuk menyeberang dari Turki menuju Yunani. Dalam usaha penyeberangan itu ratusan jiwa melayang.

Turki menampung lebih dari 2.2 juta orang pengungsi Suriah. Sebagian dari mereka harus mengeluarkan sampai ribuan Dollar untuk membayar para pedagang manusia agar bisa lebih cepat naik kapal menuju Eropa.

Kanselir Jerman Angela Merkel pada 22 Januari mengadakan pertemuan dengan Perdana Menteri Turki Ahmed Davutoglu untuk merundingkan masalah pengungsi. Pada 2015, Jerman telah menampung 1.1 juta pengungsi mencari suaka.

Merkel mendesak Turki untuk memainkan peran yang lebih besar dalam mengatasi makin meningkatnya jumlah pengungsi yang hendak masuk Eropa. Setelah menerima 1.1 juta pencari suaka itu, Jerman terus berupaya untuk menolak ditambahkannya kuota.

Sebaliknya, ia berjanji untuk melaksanakan ‘pengurangan yang nyata’ kepada para pengungsi baru. Dan berharap masyarakat internasiona juga berusaha untuk mencapainya.

Meskipun kesepakatan sudah dibuat oleh Uni Eropa pada 29 November tahun lalu, tetapi masih saja ada 2.000 – 3.000 orang pengungsi yang berangkat dari Turki menyeberang ke Yunani setiap harinya. Oleh sebab itu, Angela Merkel meminta Ahmed Davutoglu untuk menghormati kesepakatan yang dibuat dengan Uni Eropa untuk mengurangi jumlah imigran. (Secretchina/sinatra/rmat)

Share

Video Popular