Pada zaman tersebut dunia sangat cerah, sungai menggelegak tidak terlihat refleksi, tetapi dapat dengan jelas melihat ikan berenang di dalam air dan rumput laut yang mengambang diatas air.

Manusia tidak dapat melihat wajah mereka sendiri, mereka hidup tanpa dosa dan murni, satu sama lain saling peduli, setiap hari, manusia yang hidup di dunia tanpa cermin, dengan penuh perhatian membantu orang-orang disekitarnya untuk berdandan dan memilah pakaian, dan orang yang dibantu sangat percaya kepada orang yang membantunya, semua orang hidup dengan gembira, seperti hidup legendaris di surga, saling membantu.

Karena percaya kepada orang lain yang membantunya, sehingga tidak ada orang yang ingin melihat penampilan mereka sendiri- karena itu benar-benar tidak perlu, di era yang penuh perhatian dan kehangatan, tidak menghasilkan konsep cantik ataupun buruk.

Dengan kemajuan teknologi, tukang perabot menciptakan cermin, dan menawarkan kepada semua orang. Sejak itu, orang mulai dapat melihat penampilan mereka sendiri, mulai dengan cermin mengubah penampilan mereka sendiri. Perlahan-lahan, hari demi hari, orang-orang mulai tidak membantu satu sama menyisir dan berdandan (karena sudah sibuk mempercantik diri), orang secara bertahap di hati mulai timbul perbandingan, timbul persaingan siapa yang cantik dan siapa yang jelek, timbul iri hati, meskipun semua orang tampaknya berdandan untuk diri sendiri, dan secara bertahap dapat membedakan mana yang cantik dan jelek, tetapi orang yang berpikiran jernih dapat melihat mereka telah kehilangan hati yang saling membantu dan saling peduli, berdandan bagaimana cantik pun hanya terlihat bagaikan boneka porselen, cantik tetapi tak bernyawa, kehilangan hati yang saling percaya, berdandan betapa cantikpun, tetapi kecantikan tersebut terlihat sangat dingin, terdapat lapisan arogansi dan keterasingan.

Orang yang lebih tua sering berpikir pada saat belum ada cermin, wajah semua orang selalu tersenyum dengan murni dan sempurna, karena saling percaya dan saling membantu, bahkan gadis yang wajahnya paling jelek, juga dapat tersenyum dengan cemerlang, pancaran hati yang ceria dan murni membuat setiap orang terlihat sangat indah dan dapat menyentuh hati orang lain, menyebabkan orang melupakan penampilan luar yang mungkin tidak cantik.

Sebenarnya terlahir cantik/ganteng maupun tidak bukan keinginan orang yang bersangkutan, jadi kita jangan menilai orang dari wajahnya, harus menilai orang dengan baik dan tulus kepada siapapun seperti saat dunia belum ada cermin.

Share
Kategori: Uncategorized

Video Popular