Keterangan foto: Kim Jong-un sedang melakukan inspeksi di sebuah pabrik makanan di Pyongyang. (KNS/KCNA/AFP)

Oleh Chen Juncun

Media Korea Selatan memberitakan bahwa pemimpin Korea Utara Kim Jong-un sedang berupaya untuk mengurangi ketergantungan impor barang dari luar negeri. Namun karena kurangnya kapasitas pabrik, para pedagang dalam memasarkan produk Korea Utara sendiri terpaksa melakukan akal-akalan dengan cara mengganti kemasan produk Tiongkok.

Media Daily North Korean mengutip sebuah sumber Korea Utara melaporkan bahwa produk dari Tiongkok sekarang sudah tidak langsung dipasarkan, tetapi ‘diganti kulit’ terlebih dahulu, sehingga menjadi “Made in North Korean.”

Sumber tersebut mengungkapkan bahwa pada waktu lalu pemilik barang yaitu pemodal atau importir Korea Utara selalu memasukkan barang-barang yang mereka impor dari Tiongkok ke dalam gudang masing-masing untuk kemudian dipasarkan. Namun sekarang, karena perusahaan BUMN memegang hak monopoli untuk penjualan, barang-barang itu baru dipasarkan setelah kemasannya diubah menjadi buatan Korea Utara.

Menanggapi fenomena aneh ini, sumber menjelaskan bahwa perusahaan Korea Utara ingin memenuhi keinginan Kim Jong-un dalam mengurangi ketergantungan impor sekaligus memperbaiki kebijakan dalam negeri. Tetapi karena masalah teknologi produksi dan kebanyakan masyarakat Korea Utara tidak mempercayai produk buatan Korea Utara sendiri, jadi terpaksa menggunakan trik penipuan ini.

Sumber itu mengatakan bahwa para pengusaha Korea Utara itu hanya berpikir dengan cara yang lugu. Dikira orang bisa percaya begitu saja hanya dengan mengganti kemasan barang buatan orang lain.

“Dengan kata lain, punya angan-angan tidak punya kemampuan. Hanya mampu berpropaganda tetapi tidak berkemampuan untuk mengembangkan teknologi yang mendasar,” kata sumber tersebut.

Ia memberikan contoh, masyarakat Korea Utara suka makan coklat Korea Selatan dan biskuit dari Tiongkok. Saat pabrik Korea Utara mulai memproduksi sendiri coklat untuk dipasarkan dalam negeri, masyarakat kemudian tertarik untuk coba membelinya, namun karena rasa dan kwalitasnya yang buruk, mesyarakat kapok untuk membelinya lagi. Perusahaan Korea Utara sekarang jadi mengimpor dalam jumlah besar permen coklat jadi dari Tiongkok untuk dijual dengan harga yang lebih tinggi setelah kemasannya diubah.

Ini bukan untuk pertama kalinya perusahaan Korea Utara membohongi konsumennya. Tahun lalu, Korea Utara mengaku telah mampu mengembangkan sistem operasi komputer sendiri yang diberi nama ‘Red Star 3.0’, tetapi ia memiliki banyak kesamaan dengan ‘OS X’ nya perusahaan Apple. Pada 2013, Korea Utara melalui media resminya gencar mempromosikan tablet PC buatan sendiri yang diberi merk ‘Arirang’. Itu besar kemungkinan juga produksi Tiongkok. (sinatra/rmat)

Share

Video Popular