Piramida Bent yang berusia 4.500 tahun terlihat di Dahshur dekat Kairo, Mesir, pada 24 Maret 2009. Sebuah kelompok riset warisan internasional mengatakan bahwa para ilmuwan akan mulai menganalisis muon radiografi , atau partikel kosmik, yang dikumpulkan dari Piramida kuno Bent yang dibangun oleh Firaun Snefru. (AMR NABIL / AP PHOTO)

Sebuah tim peneliti internasional mengatakan pada Minggu (17/1/2016) lalu bahwa mereka akan segera mulai menganalisis partikel kosmik yang dikumpulkan dari dalam Piramida Bent di Mesir untuk mencari petunjuk tentang bagaimana piramida itu dibangun dan mempelajari lebih lanjut tentang struktur yang telah berusia 4.600 tahun tersebut.

Mehdi Tayoubi, presiden Heritage Innovation Preservation Institute, mengatakan bahwa pelat yang ditanam di dalam piramida bulan lalu telah mengumpulkan data dari partikel radiografi yang dikenal sebagai muon yang dihasilkan melalui hujan yang turun dari atmosfer Bumi.

Partikel tersebut dapat melewati ruang kosong tetapi dapat diserap atau dibelokkan oleh permukaan yang keras. Dengan mempelajari akumulasi partikel, ilmuwan dapat mempelajari lebih banyak tentang pembangunan piramida, yang dibangun oleh Firaun Snefru.

“Dalam pembangunan piramida, tidak ada teori tunggal yang 100 persen telah terbukti kebenarannya. Mereka semua masih sebatas teori dan hipotesis,” kata Hany Helal, wakil presiden Heritage Innovation Preservation Institute.

“Apa yang kami coba lakukan dengan teknologi baru, selain ingin mengonfirmasi, juga ingin mengupgrade atau memodifi kasi hipotesis yang kita miliki tentang bagaimana piramida itu dibangun,” katanya.

Piramida Bent di Dahshur, di luar Kairo, dibedakan dengan kemiringan membungkuk pada sisis- sinya. Hal ini diyakini telah menjadi masa-masa awal Mesir kuno dalam membangun piramida dengan bagian sisi yang halus.

Proyek Scan Piramida, yang diumumkan pada bulan November, melakukan anomali termal pada Piramida Khufu yang berusia 4.500 tahun di Giza, adalah teknologi thermal dengan analisis muon yang mencoba untuk membuka rahasia pembangunan beberapa piramida Mesir kuno.

Tayoubi mengatakan bahwa tim peneliti ini berencana untuk memulai persiapan pengujian muon selama satu bulan di Khufu, yang terbesar dari tiga piramida Giza, yang secara internasional dikenal sebagai Cheops.

“Bahkan jika kami dapat menemukan satu meter persegi kekosongan di suatu tempat, itu akan membawa pertanyaan dan hipotesis baru, dan mungkin itu akan membantu memecahkan pertanyaan defi nitif,” tutur Tayoubi. (Osc)

Share

Video Popular