Oleh Charles Tatt – Epochtimes

Seorang gadis berulang kali mengalami ‘jiwa prima’ meninggalkan tubuhnya. Tiba-tiba melayang di udara, atau berada ditubuh orang lain. Sebuah penelitian mengungkapkan kebenaran yang dialaminya.

Meskipun pengalaman jiwa prima meninggalkan tubuh mempunyai makna penting terhadap masalah hidup serta adanya daya menarik yang dimilikinya, namun sepanjang masa dia senantiasa menjadi topik pinggiran dalam aspek penelitian ilmu kebatinan. Pengabaian semacam ini disebabkan oleh cara praktik untuk riset pengalaman jiwa prima, meninggalkan tubuh itu sangatlah sulit sekali.

Mayoritas kasus-kasus yang dilaporkan itu terjadi di tubuh “orang yang kurang bakat dasarnya” dan hanya terjadi sekali dalam hidupnya. Sekali-sekali ada yang mengatakan bahwa berdasarkan niat pikiran akan timbul pengalaman itu, akan tetapi pada dasarnya belum diselidiki oleh peneliti jiwa, tidak tahu apa sebabnya. Minoritas dari uji coba hampir menggunakan metode kuno, termasuk hipnotis itu.

Oleh karena itu kami telah mempunyai suatu gejala seperti ini, sangat langka sekali, kami tak tahu bahwa dengan cara percobaan yang bagaimana dapat menghasilkannya, apalagi spontanitas kemunculannya itu sulit untuk diprediksi. Terhadap kondisi yang sudah serba siap namun fenomena tersebut tak kunjung datang juga, kami tidak bisa melakukan penelitian lebih detail.

Selain menonjolnya cara kerja Hatt di masa-masa permulaan serta laporan kasus penelitian dari Glukou tentang pengalaman setelah meninggalkan tubuh dan kondisi sebelum meninggalkan tubuh, hakikat dari pengalaman meninggalkan tubuh dan sebab kemungkinannya itu bagi kami sungguh sama sekali awam. Sudah beberapa tahun saya menaruh minat terhadap pengalaman semacam itu, dan sering membahasnya dengan teman dekat.

Dua tiga tahun lalu ketika berdiskusi dengan seorang teman, dia mengatakan bahwa dalam setiap minggu dia mengalami dua hingga empat kali peristiwa meninggalkan tubuh, Ia bersedia ke laboratorium untuk diriset. Kesempatan itu sulit didapat, maka saya pun melakukan studi riset di sebuah laboratorium selama empat malam terhadapnya, untuk memastikan apakah ada hubungan antara pengalaman meninggalkan tubuh dengan indeks fisiologi kejiwaan apa saja. Pada tulisan ini akan melukiskan tentang sebuah pengalaman jiwa prima, meninggalkan tubuh secara spontan itu serta melaporkan penelitian fisiologi kejiwaan yang dilakukan terhadapnya.

Keterangan dari Seorang Gadis

Z adalah seorang gadis belia berusia dua puluh tahunan, berpendidikan dua tahun di akademi. Dia penuh antusias dan cerdas, sangat tertarik terhadap suatu studi riset yang akan dilakukan untuknya. Pengalaman meninggalkan tubuh gadis Z, hampir termasuk satu tipe. Dalam semalam ia bangun satu dua kali. Setiap kali bangun pasti melihat dirinya mengawang di udara, langit-langit dapat disentuhnya, namun di lain sisi ia tampak sadar. Keadaan demikian dapat berlangsung beberapa detik hingga setengah menit lamanya. Dia sering melihat tubuhnya terbaring di atas ranjang. Setelah itu terus tidur kembali. Ini adalah pengalaman meninggalkan tubuh secara menyeluruh. Dari ingatannya, kejadian seperti ini terjadi beberapa kali dalam seminggu selama hidupnya. Di masa kecil, dia tak pernah menyadari ada sesuatu yang tidak lazim pada dirinya. Disangkanya setiap orang sama dengannya dan sama sekali tak pernah cerita pada siapa pun.

Ketika remaja, dia pernah cerita beberapa kali pada temannya, namun, apa yang dialaminya itu dianggap aneh bin ajaib, oleh-karena itu tak pernah disinggung lagi. Sebelum uji coba ini, dia tak pernah baca buku apa pun yang berhubungan dengan pengalaman itu. Setelah pertama kali saya mendengar pengalamannya itu lalu saya minta supaya dia tidak membaca materi tentang hal tersebut, ia pun mematuhinya. Perlu diketahui bahwa gadis Z tidak pernah mencoba mengendalikan pengalamannya itu dan tak pernah timbul keterikatan hati yang keras pada pengalaman itu. Dia merasa jelas sekali bahwa semua itu sama sekali bukan sebuah mimpi, tapi di sisi lain dia merasa bingung tak mengerti terhadap semua yang dialaminya itu.

Ada beberapa kali pengalaman meninggalkan tubuh gadis Z itu, tidak saja keluar dari tubuh, namun mengantarnya ke tempat jauh sekali. Satu kali di antaranya lebih-lebih sangat berkompoten dengannya. Masih belum dipastikan apakah itu sebuah mimpi buruk yang bercampur dengan kesadaran super, ataukah murni sebuah pengalaman meninggalkan tubuh. Kira-kira diusia 14 tahun, dia pernah mengalami “mimpi buruk” yang sangat hidup. Dalam mimpi, dia berada di kampung halamannya yang terpencil di sebuah jalan gelap. Dia memperhatikan pakaian dirinya, di antaranya gaun kotak. Sadar bahwa dia tak mempunyai gaun semacam itu, perasaan memberitahukan bahwa dia berada di tubuh orang lain. Ada yang menguntitnya, dia sangat ketakutan, orang itu mengejar dan memperkosanya lalu ditikam hingga meninggal.

Dalam memorinya gadis Z sudah tidak jelas akan apa yang terjadi pada akhirnya, tapi ketika bangun ia sangat gelisah dan ketakutan, sebab “mimpi buruk” ini sungguh sangat nyata. Keesokan harinya, laporan surat kabar menyebutkan bahwa seorang gadis bergaun kotak di perkosa dan terbunuh pada malam hari kemarin, lokasi kejadiannya cocok dengan tempat kejadian dalam mimpi buruknya. Pengalaman ini membuat gadis Z teringat sepanjang masa, dan ada hubungannya dengan apa yang terjadi di laboratorium pada artikel berikut.

Beberapa ilmuwan yang berwawasan luas, dalam ideologi mereka telah mendobrak kerangka-kerangka ilmu pengetahuan nyata, dan dari sudut ilmiah sudah mulai terintip sedikit tentang misteri “ketidakmusnahnya jiwa prima”, serta mencoba memakai sarana penelitian yang ada sekarang untuk melakukan penelitian dan eksplorasi. Walau dari sudut ilmu pengetahuan nyata tidak bisa menerangkan secara jelas tentang hubungan antara roh dan tubuh manusia, namun percobaan dan penemuan mereka tetap memberi inspirasi dan tuntunan bagi umat manusia.

Uji Coba Awal

Terhadap pengalaman jiwa prima, meninggalkan tubuh ada dua aspek. Di satu sisi, saya menganggap kemungkinan ada hubungan dengan pengalaman batin yang unik dari mimpi di malam hari. Di sisi lain, saya tertarik dengan adanya bagian yang di luar indera perasa. Beberapa orang yang pernah mengalami jiwa prima meninggalkan tubuh itu melaporkan informasi akurat dari tempat jauh di suatu lokasi, seakan dia berada di sana, informasi semacam ini jelas diraih melalui suatu bentuk pengertian nonindera. Oleh sebab itu, pengalaman batin yang unik ini sendiri jelas patut kita selidiki, lagi pula pengalaman semacam ini rasanya masih ada sisi biologi kejiwaan.

Pada saat baru bertemu dengan gadis Z, saya anjurkan agar saat dia berada di rumah melakukan beberapa pencermatan terhadap diri sendiri. Sebelum kita memulai suatu penelitian dilaboratorium, dia sudah dapat memilah dengan jelas mana mimpinya yang nyata dan mana yang bukan reaksi dari aspek kejiwaaan. Gadis Z menyiapkan sepuluh lembar kertas, menulis angka satu hingga sepuluh sesuai urutan lalu dimasukkan ke dalam sebuah kardus besar. Sebagaimana dikutip Erabaru.net, setiap malam setelah masuk ke kamar tidur, dia mengocok kardus agar lembaran kertas itu kacau tidak berurutan sehingga saat tak tampak kertas-kertas itu di dalam kardus dan mengambil salah-satu diantaranya, lalu letakkan diatas meja yang ada disamping ranjang itu. Dia berbaring di atas ranjang dan tidak kelihatan angka-angka itu, akan tetapi jika posisinya beberapa inci lebih tinggi dari ranjang maka dapat melihat dengan jelas angka-angka itu.

Bila ketika ia mengalami jiwa prima meninggalkan tubuh selalu berada dalam keadaan sadar, maka ia ingat angka-angka tersebut, bangun pagi lalu memeriksa apakah firasatnya itu autentik. Dua minggu kemudian ketika saya bertemu dengannya, dia mengatakan sudah mencoba tujuh malam serta dinyatakan akurat setelah dicek kembali di pagi hari. Namun semua ini belum bisa dianggap sebagai bukti dari suatu bentuk firasat nonindera, sebab masih ketergantungan pada ucapan orang yang diuji coba belaka, namun ini sungguh telah menyatakan bahwa pengalaman gadis Z itu mungkin berada dalam faktor bukan kejiwaan, dan bisa menjadikan pengalaman kejiwaan itu sendiri untuk diadakan riset. (Epochtimes/Fadjar/asr)

Share

Video Popular