JAKARTA – Banjir bandang menerjang Desa Musi dan Desa Penyabangan, Kecamatan Gerokgak, Bulelang, Bali, Sabtu (24/1/2016) pukul 16.00 WITA. Puluhan rumah diterjang banjir, dua desa lainnya yakni Desa Sanggalangit dan Banyupoh juga terkena bencana, curah hujan yang tinggi menjadi penyebab terjadinya banjir bandang.

Badan Geologi, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, Kementerian ESDM merilis sejumlah analisa tentang banjir bandang yang melanda di Provinsi Bali itu. Menurut Badan Geologi, banjir yang disertai gerakan tanah yang terjadi diperkirakan berupa aliran bahan rombakan atau banjir bandang yang menimpa pemukiman di bagian hilir.

Mengutip data Badan Geologi, Selasa (26/1/2016) ecara umum daerah bencana dan sekitarnya merupakan daerah perbukitan dengan kemiringan landai sampai terjal. Daerah bencana berada pada ketinggian lebih dari 106 meter diatas permukaan laut. Menurut peneliti Purbo Hadiwidjojo, Peta Geologi Lembar Bali, Nusatenggara, Puslitbang Geologi, 1998, batuan penyusun di daerah bencana berupa batuan tufa dan endapan lahar serta breksi, dan lava.

Berdasarkan Peta Prakiraan Wilayah Terjadi Gerakan Tanah Provinsi Bali, Januari 2016, daerah bencana termasuk zona potensi terjadi gerakan tanah Menengah – Tinggi dan Berpotensi Banjir Bandang artinya daerah tersebut mempunyai potensi menengah hingga tinggi untuk terjadi gerakan tanah dan berpotensi terjadinya banjir bandan.

Data Badan Geologi menyebutkan, pada zona ini dapat terjadi gerakan tanah jika curah hujan di atas normal, terutama pada daerah yang berbatasan dengan lembah sungai, gawir, tebing jalan atau jika lereng mengalami gangguan.

Lalu faktor apa saja penyebab terjadinya tanah longsor? curah hujan yang tinggi dan lama di bagian hulu, pada saat dan sebelum kejadian banjir bandang. Faktor lainnya adalah kemungkinan adanya pembendungan material longsor di bagian hulu ke dalam alur sungai.

Oleh karena itu, Badan Geologi merekemondasikan kepada masyrakat untuk membersihkan material banjir bandang di daerah permukiman yang terlanda. Penduduk yang bermukim di alur tempat akumulasi material longsoran dan di bagian hilirnya supaya waspada bila terjadi hujan di bagian hulu.

Masyarakat sekitar diminta agar waspada jika mengetahui adanya material longsor yang membendung alur sungai/bendung alam dan agar dilakukan pembobolan bendung alam tersebut secara perlahan. Jika masyarakat mengetahui adanya gejala longsor dan banjir bandang tersebut agar melaporkan kepada aparat pemerintahan setempat dan BPBD Kabupaten. Masyarakat juga diimba untuk selalu mengikuti arahan dari pemerintah daerah setempat. (asr)

Share

Video Popular