Setiap orang dari segala usia bisa mengalami gejala fibrosis paru idiopatik, semakin tinggi usia, semakin tinggi juga rasio menderita penyakit tersebut.(Istock)

Idiopathic Pulmonary Fibrosis-IPF atau Fibrosis Paru Idiopatik, adalah suatu penyakit fatal di bagian paru-paru, yang berkembang tanpa penyebab yang dapat diidentifikasikan. Seiring dengan memburuknya jaringan paru-paru, dapat meninggalkan luka serta menebalkan jaringan di sekitar dan di antara kantung udara (alveoli) paru-paru, penderita secara bertahap akan kehilangan kemampuan untuk pertukaran oksigen. Hingga pada akhirnya penderita mungkin akan mengalami kematian karena gagal brnapas akibat jaringan paru-paru yang dipenuhi dengan bekas luka itu.

Setiap orang dari segala usia bisa mengalami gejala fibrosis paru idiopatik, semakin tinggi usia, semakin tinggi juga rasio menderita penyakit tersebut. Namun kasus ini lebih sering menimpa pria di atas usia 55 tahun, dan sebagian besar memiliki riwayat merokok. Di Amerika, kasus penyakit ini meningkat sekitar 50,000 orang setiap tahun, dan sekitar 40,000 penderita meninggal karena penyakit ini, angka kematian yang setara dengan penyakit kanker payudara.

Seiring dengan perkembangan penyakit, sehingga secara bertahap akan menyebabkan penderita sulit bernapas, ini adalah gejala utama dari fibrosis paru idiopatik. Selain itu, gejala lain yang kerap ditemui adalah batuk kering serius yang tidak menunjukkan tanda-tanda membaik, gejala-gejala ini tidak hanya didominasi oleh penderita fibrosis paru, tapi juga sulit untuk mendiagnosis penyakit ini. Sementara dari sisi pengobatan penyakit ini bisa dilakukan dengan terapi obat, terapi oksigen, terapi rehabilitasi paru dan transplantasi paru-paru dan metode lainnya. Sejauh ini, satu-satunya cara untuk menyembuhkan fibrosis paru adalah transplantasi paru-paru, dan ini cocok bagi penderita stadium akhir. (Jhn/Yant)

Share
Tag: Kategori: KESEHATAN

Video Popular